Feature

Digantikan Malaikat, Kisah Abdullah Berhaji Tanpa ke Tanah Suci

46
×

Digantikan Malaikat, Kisah Abdullah Berhaji Tanpa ke Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Haji tanpa ke Tanah Suci, kisah inspiratif Abdullah bin Mubarak yang berkorban membantu sesama hingga hajinya digantikan malaikat. Sebuah teladan kedermawanan di Iduladha.
Imam dan khatib Abdul Mustofa bersama jajaran PCM Brondong. (Tagar.co/Muslihin)

Haji tanpa ke Tanah Suci, kisah inspiratif Abdullah bin Mubarak yang berkorban membantu sesama hingga hajinya digantikan malaikat. Sebuah teladan kedermawanan di Iduladha.

Tagar.co — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Takerharjo, Solokuro, Lamongan, menggelar salat Iduladha pada Jumat (6/6/2025), pukul 06.00-07.00 WIB. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Abdul Mustofa, anggota PCM Brondong.

Dalam khotbahnya, ia mengisahkan teladan Abdullah bin Mubarak, seorang ahli fikih dan hadis. Abdullah bin Mubarak yang lahir di Marwa pada 118 Hijriah itu, memiliki kisah perjalanan haji yang tak biasa.

Saat menuju Tanah Suci, langkahnya terhenti di Kufah, Irak. Ia melihat seorang perempuan yang sedang mencabuti bulu itik. Penasaran, Abdullah mendekati perempuan itu.

“Itu hasil sembelihan halal atau bangkai?” tanyanya.

“Ini bangkai dan aku memakannya bersama keluargaku,” jawab perempuan itu.

Abdullah terheran-heran, sebab mengonsumsi bangkai adalah haram. Ia pun berusaha memberitahukan hal itu, tetapi perempuan tersebut malah mengusirnya.

Perjalanan yang Terhenti

Abdullah sempat pergi, tetapi kembali lagi untuk menasihati perempuan itu. Akhirnya, sang perempuan menjelaskan kondisi yang sedang ia alami.

Baca Juga:  Wajah Baru Muhammadiyah Banjarsari Siap Beraksi

“Aku punya beberapa anak. Sudah tiga hari ini aku tidak mendapatkan makanan untuk kuberikan pada mereka,” cerita perempuan itu dengan pilu.

Mendengar kisah itu, hati ulama besar tersebut tergerak. Tanpa pikir panjang, ia memberikan seluruh bekal perjalanannya berupa keledai, pakaian, dan makanan kepada perempuan tersebut.

Abdullah bin Mubarak menghabiskan waktunya di Kufah hingga musim haji selesai. Ia memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Ia pulang bersama rombongan dari negerinya tanpa gelar haji seperti orang pada umumnya. “Aku tidak berhaji tahun ini,” katanya.

Seorang jemaah haji yang satu rombongan pun heran dengan jawaban ulama besar itu. Pasalnya, jemaah tersebut sempat menitipkan bekal kepada Abdullah dan mengambilnya lagi saat di Arafah.

“Bukankah kau yang memberikan minum kami di suatu tempat di sana?” kata jemaah lainnya.

“Kau juga membelikan barang buat aku,” timpal jemaah lainnya.

Abdullah bin Mubarak dengan tegas menjawab, “Aku tidak paham kalian bilang apa. Aku tidak berhaji pada tahun ini.”

Baca Juga:  Menebar Kebaikan dan Satukan Perbedaan, UPT SDN 94 Gresik Gelar Gema Ramadan

Ganjaran Sedekah Iduladha

Saat tidur, ia mendengar suara dalam mimpinya, “Hai Abdullah, Allah menerima amal sedekahmu. Dia mengutus malaikat menyerupai sosokmu dan menggantikan dirimu menunaikan ibadah haji.”

Abdul Mustofa menyimpulkan, itulah kisah inspiratif tentang Abdullah bin Mubarak. Meskipun ia tidak pergi ke Tanah Suci, karena amal sedekahnya yang tulus, Allah mengutus malaikat menyerupai Abdullah untuk menunaikan ibadah haji menggantikannya. Abdullah wafat pada 181 Hijriah saat kembali dari medan perang.

Oleh karena itu, Abdul Mustofa berpesan kepada jemaah agar senantiasa mensyukuri nikmat yang banyak dengan salat dan berkurban.

Sebagai respons, jemaah Muhammadiyah Takerharjo antusias mengisi kotak infak dengan nominal bervariasi. Mulai dari lima ratus rupiah hingga seratus ribu rupiah. Total infak yang terkumpul mencapai Rp11.849.500,00.

Lebih dari itu, keluarga H. Shodiqin juga turut serta dalam kebaikan dengan menyediakan sarapan bagi imam, khatib, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo. (#)

Jurnalis Mushlihin Penyunting Sayyidah Nuriyah