Feature

Pawon Hartatik, Saksi Pertemuan Tak Terduga Tiga Rombongan Ini

34
×

Pawon Hartatik, Saksi Pertemuan Tak Terduga Tiga Rombongan Ini

Sebarkan artikel ini
Pawon Hartatik menjadi saksi pertemuan tak terduga tiga rombongan di Gresik. Penuh tawa, kebetulan indah ini menyatukan Tim Redaksi Tagar.co, Rektor UMG, dan Kepala SMAN 1 Kedamean.
Tiga anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik kebetulan bertemu: Redaksi Tagar.co Mohammad Nurfatoni, Rektor UMG Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., dan Kepala SMAN 1 Kedamean Nurul Wafiyah, M.Pd di Pawon Hartatik. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Pawon Hartatik menjadi saksi pertemuan tak terduga tiga rombongan di Gresik. Penuh tawa, kebetulan indah ini menyatukan Tim Redaksi Tagar.co, Rektor UMG, dan Kepala SMAN 1 Kedamean.

Tagar.co – Pagi yang cerah di penghujung Mei, Kamis (29/5/2025), Pawon Hartatik menjadi saksi pertemuan tak terduga yang sarat tawa dan cerita. Di bagian belakang kedai yang kental nuansa gubug tepi sawah, tiga rombongan yang ternyata saling mengenal secara kebetulan bertemu. Seolah-olah alam semesta sengaja merangkai takdir mereka untuk berjumpa di sana.

Sekira pukul 11.04 WIB, tim redaksi Tagar.co yang beranggotakan empat orang tiba. Mereka berangkat dari titik kumpul SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik.

Di antara mereka ada Mohammad Nurfatoni, seorang redaktur Tagar.co yang juga aktif sebagai anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Gresik. Ada pula Sugeng Purwanto, Pemimpin Redaksi Tagar.co dan Sayyidah Nuriyah, Sekretaris Redaksi Tagar.co.

Sambil menikmati pemandangan sawah hijau dan tambak yang dibatasi pagar bambu, mereka berbincang santai menunggu rekan redaksi lainnya. Yakni Ichwan Arif dari Gresik, Nely Izzatul Maimanah dari Lamongan, dan Darul Setiawan dari Sidoarjo.

Pertemuan Tak Terduga

Lima belas menit berselang, dari balik pintu muncul Nurul Wafiyah, M.Pd. Nurul, yang baru menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Kedamean Gresik sejak Senin, 20 Mei 2025, datang bersama keluarga besarnya.

Baca Juga:  Guru Muhammadiyah Driyorejo Bedah 8 Nilai Guru Berkemajuan

Saat ia bergerak empat langkah dari pintu, belum menyadari kehadiran rombongan Fatoni yang duduk di salah satu meja panjang. Hingga pandangan keduanya bertemu, Nurul tertegun.

“Bu Nurul!” sapa Fatoni hangat.

“Lho!” balas Nurul yang berdiri di tempat dengan senyum lebar, kemudian tawa lepas pun pecah.

Keduanya tak menyangka akan bertemu di sana, tanpa janji sebelumnya. Nurul lantas bercerita bahwa ia baru saja menghadiri wisuda SMK Muhammadiyah 1 Gresik. Sementara Fatoni mengungkap sedang rapat redaksi bersama rekan-rekannya.

Menit demi menit berlalu, obrolan ringan mengalir. Mereka menyentuh topik transportasi yang kini menjadi rutinitas Nurul bertugas.

“Kalau lewat sana jalannya naik turun. Kalau pulang sore sendirian, kabutnya tebal, rasanya beda,” kenang Nurul.

Nurul dan Fatoni memang memiliki kedekatan karena sama-sama aktif di Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, di mana Nurul menjabat sebagai sekretaris.

Pawon Hartatik menjadi saksi pertemuan tak terduga tiga rombongan di Gresik. Penuh tawa, kebetulan indah ini menyatukan Tim Redaksi Tagar.co, Rektor UMG, dan Kepala SMAN 1 Kedamean.
Tim Redaksi Tagar.co rapat di Pawon Hartatik, Kamis (29/5/2025). (Tagar.co/Ichwan Arif)

Rektor UMG Meramaikan Pertemuan

Kejutan belum berhenti. Setelah obrolan akrab sekitar 15 menit, datanglah Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. Ialah Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang baru menjalani pelantikan pada Rabu, 26 Maret 2025. Sama seperti Nurul, Prof. Khoirul juga baru menghadiri wisuda di SMK Muhammadiyah 1 Gresik.

Baca Juga:  Mahasiswa UMG Hadirkan Tandon Air Otomatis, Dukung Kenyamanan Ibadah Ramadan di Masjid Desa

“Dekat dengan sini jadi mampir sekalian,” ujar Khoirul, yang juga merupakan Tim Ahli Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik.

Tawa kembali pecah ketika ketiganya menyadari pertemuan tak sengaja itu. “Bagaimana? Saya bergeser? Saya takut ada pembicaraan rahasia,” canda Nurul, yang awalnya mengira Prof. Khoirul adalah bagian dari tim rapat Fatoni.

Duduk berdampingan di meja kayu, Nurul dan Khoirul pun langsung membahas rencana kerja sama antara UMG dan SMA Negeri 1 Kedamean. “Kedamean dapat proyek ketahanan pangan,” ujar Nurul mengawali diskusi gayeng mereka.

Tak ingin ketinggalan, Fatoni pun menyempatkan diri duduk bertiga di meja yang sama, memperkenalkan tim redaksi Tagar.co. “Saya suka Tagar.co karena tulisannya mengalir,” puji Khoirul, membuat suasana semakin akrab.

Sambil menunggu pesanan ikan Sembilang dimasak, mereka menikmati jajanan khas Paciran yang Nely bawa. Nely pagi itu langsung berangkat dari domisilinya di Mencorek, Brondong, Lamongan. Ada dua bungkus jumbrek, tiga paket rujak Mak Tas, dan sebungkus ental muda.

“Maaf cuma bawa sedikit. Nggak tahu kalau di sini bertemu rombongan banyak,” kata Nely.

Baca Juga:  Dapat Hadiah Terindah, SMAN 1 Jetis Ponorogo Terakreditasi Unggul
Pawon Hartatik menjadi saksi pertemuan tak terduga tiga rombongan di Gresik. Penuh tawa, kebetulan indah ini menyatukan Tim Redaksi Tagar.co, Rektor UMG, dan Kepala SMAN 1 Kedamean.
Ichwan Arif, salah satu Redaksi Tagar.co, mengambil lauk ikan sembilang. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Makan Siang Bersama, Rebutan Kepala Sembilang

Akhirnya, pesanan makanan mereka tiba satu per satu. Uniknya, Prof. Khoirul yang datang terakhir, justru pesanannya datang pertama. Rekannya, Agus, sudah memesan via telepon dan langsung meminta disiapkan saat tiba: dua kepala ikan sembilang.

Sementara rombongan Fatoni dan Nurul, meski sudah memesan lewat telepon, masih harus menunggu. Mereka lupa menyampaikan pesan untuk langsung dimasakkan ketika tiba. Pasalnya, menu ikan di sana tergolong segar. Baru dimasak ketika pelanggan memesan.

“Saya cuma dapat satu kepala,” kata Nurul dengan tawa lepas.

“Saya pesan tiga kepala ikan sembilang ini,” timpal Fatoni sambil tertawa.

Setelah Prof. Khoirul menghabiskan santapannya, giliran pramusaji mengantar menu ke meja tim redaksi Tagar.co. Ada semangkuk besar berisi tiga kepala sembilang dan satu perut sembilang, udang goreng, gorengan, dan sambal ikan bandeng asap.

Terakhir, hidangan untuk keluarga besar Nurul pun terhidang di meja. Semilir angin yang jarang dari tambak menyejukkan santap siang bersama.

Sebuah pagi yang tak terduga, di mana Pawon Hartatik menjadi saksi kehangatan dan keakraban yang terjalin karena sebuah kebetulan yang indah. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni