Feature

Penyaluran Langsung Tunjangan Guru Lampaui Target, 587 Ribu Lebih Sudah Cair

30
×

Penyaluran Langsung Tunjangan Guru Lampaui Target, 587 Ribu Lebih Sudah Cair

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI

Penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru menunjukkan hasil menggembirakan. Lebih dari 587 ribu guru telah menerima tunjangan secara cepat dan transparan, melampaui target nasional triwulan pertama.

Tagar.co – Sejak diluncurkan pada 13 Maret 2025 lalu, proses penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru di berbagai daerah terus menunjukkan tren positif. Capaian daerah yang menggembirakan tersebut turut berkontribusi pada keberhasilan capaian nasional.

Mengacu pada target hingga triwulan I-2025 yang semula ditetapkan sekitar 200 ribu, realisasi penyaluran justru melesat hingga mencapai 587.905 atau sekitar 40 persen dari total sasaran nasional.

Baca juga: Hadiah Lebaran bagi Guru: Tunjangan Cair Langsung ke Rekening!

Kecepatan penyaluran di sejumlah daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, antara lain kepedulian guru dalam memutakhirkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik), keaktifan dalam proses verifikasi dan validasi rekening melalui Info GTK, serta respons cepat pemerintah daerah dalam menerbitkan Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP) bagi guru yang datanya telah dinyatakan valid.

“Sebanyak 587.905 guru ASN daerah atau sekitar 40 persen dari 1.476.964 guru telah menerima transfer langsung tunjangan guru. Penyaluran ini dilakukan secara bertahap dan terus diupayakan agar berlangsung lebih cepat, efisien, dan akuntabel,” ujar Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, di Jakarta, Selasa (8/4/25).

Baca Juga:  Mendikdasmen Menyalakan Optimisme dari Masjid Agung Ruhama Takengon

Daerah dengan persentase penyaluran tertinggi antara lain Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali (93 persen), disusul oleh Provinsi Papua Selatan (92 persen), Kota Bengkulu (91 persen), Kota Magelang, Jawa Tengah (88 persen), serta Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu (85 persen).

Tak hanya guru ASN, sebanyak 146.608 guru non-ASN (setara 37 persen) juga telah menerima tunjangan profesi. Termasuk di antaranya 71.166 guru non-ASN yang menerima tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan, sebagaimana diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2024.

Dampak Nyata Penyaluran Langsung bagi Guru

Penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru terbukti memberikan manfaat nyata. Kebijakan ini dinilai positif, efektif, dan memotivasi guru dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik.

Guru SDN Karanganyar, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Indartha Meiputra, turut mengapresiasi sistem ini.

“Sebagai seorang guru yang telah menerima tunjangan profesi melalui transfer langsung dari pemerintah pusat, saya merasa kebijakan ini merupakan langkah positif dalam memastikan hak guru diterima dengan lebih cepat dan transparan,” tuturnya.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah

Hal senada disampaikan Ragil Dimas Pamungkas, guru SMP Katolik Ricci 1, Jakarta Barat.

“Lebih cepat dari biasanya, sebelumnya kadang diterima mendekati tengah tahun dan dirapel dua triwulan. Terima kasih banyak semua pihak yang terlibat memperlancar distribusi TPG ini,” ujar dia.

Guru non-ASN pun turut merasakan manfaat serupa. Ari Wahyuni dari SD Muhammadiyah Condongcatur, Yogyakarta, menyatakan:

“Alhamdulillah, tunjangan sertifikasi guru non-ASN triwulan pertama tahun 2025 sudah cair. Proses pendataan sampai dengan pencairan cukup lancar dan cepat sehingga sesuai harapan kami,” tuturnya.

Sementara itu, Widuri Dea Sari, guru SD Negeri 111 Palembang, mengungkapkan bahwa pembaruan sistem penyaluran semakin memudahkan guru dan memberi motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Saya merasa sangat senang dengan adanya transfer langsung tunjangan profesi guru dari pemerintah pusat. Prosesnya lebih cepat sehingga saya bisa menerima hak saya tepat waktu. Hal ini tentu sangat membantu meningkatkan kesejahteraan kami dan memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Tegaskan MBG Terintegrasi dengan Program Kemendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan para guru dalam memastikan penyaluran tunjangan berlangsung tepat waktu, tepat sasaran, dan transparan.

Guru diimbau untuk aktif memperbarui data Dapodik, melakukan verifikasi dan validasi data pribadi serta rekening melalui Info GTK, sementara pemerintah daerah diharapkan sigap dalam menerbitkan SKTP bagi guru yang datanya telah valid.

“Saya ingin berbagi kisah tentang pelajaran hidup yang bermakna dalam membentuk karakter dan kepribadian. Anak-anak semua akan mengalami kehidupan yang sangat panjang dan akan juga bertemu dengan banyak orang dengan masing-masing karakter. Jadikan perjalanan tersebut sebagai pengalaman berharga sehingga ada makna yang didapatkan dan menjadi pelajaran hidup yang berharga,” ungkap Menteri Mu’ti.

Menutup sambutannya, Menteri Mu’ti mengajak para peserta didik untuk mengambil hikmah dari setiap pembelajaran yang dilakukan.

“Mari kita lakukan pembelajaran yang bermakna, mulai dari belajar di rumah maupun di masyarakat. Lakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak-anak Indonesia menjadi anak dan generasi Indonesia yang Hebat,” tutup Menteri Mu’ti. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni