
Hasna Naurah juara I Lomba Muhadarah Festival Ramadan Miosi. Bersuara lantang, ia tampil seolah seperti pendakwah di televisi. Ia pun menutup dengan pantun penuh nasihat.
Tagar.co — Hasna Naurah Hafidzah tampil memukau ketika mengikuti lomba Muhadarah di ajang Festival Ramadan SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Kamis, (20/3/2025).
Siswa kelas IX tersebut tampil seolah seperti pendakwah di televisi. Ia bersuara khas yang lembut tapi lantang. Juga tampil dengan percaya diri dan menguasai materi.
Hasna membuka dengan perkenalan diri menggunakan Bahasa Arab. Dia menyampaikan perintah berzakat. Lalu menutup tausiahnya dengan pantun.
Awalnya, dia menyampaikan, di bulan Ramadan ada amalan istimewa. Karena hanya dilakukan setahun sekali yakni zakat.
“Adapun Zakat Fitrah berupa makanan pokok. Sedangkan Zakat Mal berupa harta benda yang diwajibkan apabila sudah memenuhi syarat ketentuannya. Yaitu 1 tahun nisab emas 85 gram,” terangnya.
Peraih Juara Harapan II Lomba Arabic Story Telling pada ajang FAI Got Talent 10 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini menekankan, mengeluarkan zakat merupakan perintah Allah SWT.
“Jadi Zakat termasuk dalam rukun Islam ke-3. Kedudukannya sejajar dengan sholat, jadi zakat adalah perkara penting bagi setiap muslim,” jelasnya.
Dia mengutip Al-Baqarah ayat 110 yang artinya, “Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu. Kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh Allah melihat apa yang kamu kerjakan.”
“Jadi tidak sempurna iman seseorang jika ia belum mengeluarkan zakat. Bahkan Allah mencatat sebagai orang bakhil atau kikir yang ancaman-Nya dengan siksaan yang amat pedih, naudzubillah mindzaliq,” ujarnya.
Berpantun
Hasna mengungkap hikmah dari mengeluarkan zakat dapat menyucikan harta dan jiwa agar manusia tidak terlalu mencintai harta yang hanya titipan Allah SWT. Karena sebanyak apapun harta manusia di dunia akan sia-sia jika tidak berzakat, bahkan bisa menjadi ancaman keburukan bagi manusia di dunia maupun di akhirat.
Dia menutup dengan pantun. “Jalan-jalan ke Pulau Dewata, jangan lupa ajak sahabat. Ingat harta itu hanya titipan, mari kita semangat berzakat,” ujarnya.
Penonton langsung menjawab dengan kata cakep setiap jeda kalimat pantun yang ia ucapkan. Akhirnya dia menjadi Juara I Lomba Muhadarah Festival Ramadan Miosi. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Sayyidah Nuriyah











