Utama

Perempuan Melek Politik: Kader Nasyiah Trenggalek Belajar Langsung di DPR

56
×

Perempuan Melek Politik: Kader Nasyiah Trenggalek Belajar Langsung di DPR

Sebarkan artikel ini
Mengikuti Sekolah Politik PPNA, Yuniek Fauzanin Mahmudah dari Trenggalek menimba ilmu langsung di DPR RI, bertemu politisi, dan bertekad mengedukasi kader daerah agar lebih sadar politik.
Yuniek Fauzanin Mahmudah dari PDNA Trenggalek bersama kader lain Sekolah Politik Nasyiatul Aisyiyah di Gedung DPR/MPR RI (Tagar.co/Istimewa)

Mengikuti Sekolah Politik PPNA, Yuniek Fauzanin Mahmudah dari Trenggalek menimba ilmu langsung di DPR RI, bertemu politisi, dan bertekad mengedukasi kader daerah agar lebih sadar politik.

Tagar.co – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) sukses menggelar Sekolah Politik pertama mereka di Jakarta selama tiga hari, 14-16 Februari 2025. Mengusung tema “Perempuan Sadar Politik”, kegiatan ini diikuti oleh 32 kader Nasyiatul Aisyiyah (Nasyiah) dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu peserta yang beruntung mendapatkan kesempatan ini adalah Yuniek Fauzanin Mahmudah, M.Pd, Bendahara Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sekaligus anggota Pimpinan wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur.

Baca juga: Empat Pelatihan Digelar Bersamaan, Bukti Nasyiatul Aisyiyah Multiperan

Bagi Yuniek, kesempatan mengikuti Sekolah Politik ini adalah pengalaman yang tak ternilai. Ia menyadari bahwa tidak semua orang memiliki peluang emas untuk mengasah wawasan politik secara langsung dalam sebuah pelatihan intensif seperti ini.

“Ketika kesempatan itu datang, saya tidak ingin menyia-nyiakannya. Ini momen untuk mengembangkan diri dan memperdalam pemahaman saya tentang politik,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Baca Juga:  Safari Dakwah NA Brondong: Berburu “Flash Sale” Pahala dengan Strategi Cerdas

Menjawab Tantangan Perempuan di Dunia Politik

Sekolah Politik yang digagas PPNA ini menjadi tonggak baru dalam sejarah organisasi Nasyiatul Aisyiyah. Pasalnya, ini merupakan program perdana yang difokuskan pada bidang politik dan kebijakan publik.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali kader perempuan dengan wawasan politik yang luas serta mendorong mereka agar aktif berkontribusi dalam dunia politik yang selama ini lebih didominasi oleh laki-laki.

“Sebagai perempuan, kita selalu menggaungkan pentingnya ‘melek politik’. Ini bukan hanya sekadar wacana, tapi sebuah kebutuhan. Perempuan tidak hanya berperan dalam urusan domestik, tetapi juga memiliki hak dan kewajiban untuk memahami, mengawasi, dan bahkan mengambil peran dalam kebijakan publik,” jelas Yuniek.

Yuniek Fauzanin Mahmudah dari PDNA Trenggalek bersama kader lain Sekolah Politik Nasyiatul Aisyiyah di Gedung DPR/MPR RI bertemu dengan Surya Utama alias Uya Kuya dan Putri Zulkifli Hasan dari Frakti PAN (Tagar.co/Istimewa)

Pengalaman Berharga: Bertemu Politikus dan Kunjungan ke DPR RI

Selain mendapatkan materi dari para akademisi, praktisi, serta aktivis politik, para peserta juga diajak untuk terjun langsung dalam berbagai kegiatan edukatif. Salah satu momen menarik bagi Yuniek adalah saat bertemu dengan Surya Utama alias Uya Kuya, salah satu artis yang kini aktif di dunia politik.

Baca Juga:  Dari Ralina ke Katalina: Strategi Baru Dakwah Nasyiatul Aisyiyah

“Menarik sekali melihat banyak figur publik yang kini terjun ke dunia politik. Ini membuktikan bahwa politik bisa menjadi ruang bagi siapa saja yang memiliki niat dan komitmen untuk berkontribusi,” tuturnya, pada Tagar.co, Senin (17/2/25).

Tak hanya itu, para peserta juga melakukan kunjungan ke salah satu kantor fraksi partai dan bertemu dengan Putri Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PAN DPR RI yang juga merupakan seorang kader perempuan muda berprestasi. Pengalaman lainnya yang berkesan adalah parliamentary visit ke kantor DPR RI di Senayan. Selain mengunjungi gedung parlemen, peserta juga mengikuti Dialog Kebangsaan bersama Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno yang membahas secara mendalam peran perempuan dalam politik.

“Kami juga berdiskusi dengan akademisi ilmu politik, praktisi, dan politikus yang memberikan wawasan luas tentang bagaimana perempuan bisa berperan aktif dalam politik, bukan hanya sebagai objek tetapi sebagai pengambil keputusan,” tambah Yuniek.

Yuniek Fauzanin Mahmudah di Gedung DPR/MPR RI (Tagar.co/Istimewa)

Menyebarkan Semangat Politik ke Daerah

Sepulang dari kegiatan ini, Yuniek membawa tanggung jawab besar untuk menyebarluaskan wawasan yang ia peroleh kepada kader-kader perempuan di daerahnya, khususnya di Trenggalek. Ia menyadari bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama bagi perempuan dan anak.

Baca Juga:  PCNA Sibar Gelar Kolaborasi Ramadan, Perkuat Ukhuah lewat Takjil dan Kajian

“Perempuan tidak boleh apatis terhadap politik. Jika bukan kita yang peduli dan mengambil peran, siapa lagi? Kita harus terus berjuang agar suara perempuan semakin didengar dan kebijakan yang dibuat benar-benar mewakili kebutuhan kita,” ujanya dengan penuh tekad.

Dengan semangat yang ia bawa dari Sekolah Politik, Yuniek berharap semakin banyak perempuan muda yang berani melangkah dan mengambil peran aktif dalam dunia politik. Karena politik bukan hanya urusan segelintir orang, tetapi tanggung jawab bersama untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. (#)

Jurnalis Rizka Ayu Fitrianingsih Penyunting Mohammad Nurfatoni