
Kabar membanggakan dari SD Almadany! Dua pimpinannya kini bergelar magister. Inspirasi bagi semua!
Tagar.co – Kabar membanggakan datang dari SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Gresik. Kepala sekolah, Nur Aini, S.Pd., dan wakil kepala (waka) sekolah bidang humas dan sarpras, Mahfudz Efendi, S.Pd.Gr., berhasil meraih gelar magister pada acara Yudisium Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang digelar di Horison Hotel Gresik, Sabtu (1/2/2025).
Berdasarkan surat keputusan Direktur Program Pascasarjana UMG, Nur Aini dengan IPK 3,87 dinyatakan lulus dari program Magister Pendidikan Bahasa Inggris dan berhak menyandang gelar M.Pd. di belakang namanya. Sementara itu, Mahfudz Efendi menyelesaikan program Magister Manajemen dan berhak menyandang gelar M.M., dengan IPK 3,89.
Rasio Lulusan Pascasarjana di Indonesia Masih Rendah
Sebanyak 32 mahasiswa dari dua program studi, yaitu Magister Manajemen dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris mengikuti yudisium. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd., menyoroti rendahnya rasio penduduk berpendidikan pascasarjana di Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga.
Baca juga: Menyelami Roh Perjuangan: Pembinaan Ideologi untuk Guru dan Karyawan SD Almadany Gresik
“Dari jumlah total penduduk produktif Indonesia yang berusia 15-64 tahun, hanya 0,45 persen rasio lulusan S2 dan S3 terhadap populasi produktif Indonesia,” ujarnya. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam yang memiliki rasio lulusan S2 dan S3 sebesar 2,43 persen.
Selain Direktur Pascasarjana, acara yudisium juga dihadiri oleh wakil bupati terpilih Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P., serta para kaprodi, dosen, dan tamu undangan lainnya.
Perasaan Kepala Sekolah
“Perasaan saya setelah resmi meraih gelar magist hari ini adalah, pertama dan yang paling utama, rasa syukur alhamdulillah, senang, dan membanggakan,” ujar Nur Aini.
Dia berpesan pada rekan-rekan guru di SD Almadany bahwa tidak ada yang mustahil. “Impossible is nothing, jika Allah berkehendak, semua akan dimudahkan,” turunya.
Dia mengungkaplan, hal yang paling berkesan saat pendidikan pascasarjana adalah proses perkuliahan yang ditempuh sore hingga malam. “Terkadang terasa capek, kantuk, dan bosan. Apalagi tugas yang diberikan benar-benar mem-pressure kita untuk menyelesaikannya sesuai target yang diberikan,” ungkapnya.
Ungkapan senada disampaikan Mahfudz Efendi, “Saya bersyukur bisa menyelesaikan tahapan ini meski menghadapi berbagai tantangan.” (#)
Jurnalis Izza Novitasari Penyunting Mohammad Nurfatoni












