Feature

Kasus Anemia Remaja Putri di Gresik Menurun

39
×

Kasus Anemia Remaja Putri di Gresik Menurun

Sebarkan artikel ini
Kasus anemia pada remaja putri di Gresik menurun pada 2024. Kata Kabid Kesmas Dinkes Gresik dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop. jumlahnya sebanyak 25%. Ia mengungkap saat menjabarkan isu terkini kesehatan.
Kabid Kesmas Dinkes Gresik dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop. mengungkap kasus anemia di Pelatihan Motivator Pashmina Gresik. (Tagar.co/Indah Putri Shofiyana)

Kasus anemia pada remaja putri di Gresik menurun pada 2024. Kata Kabid Kesmas Dinkes Gresik dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop. jumlahnya sebanyak 25%. Ia mengungkap saat menjabarkan isu terkini kesehatan.

Tagar.co – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Anik Luthfiyah, M.Ked.Trop. hadir di tengah kader Nasyiah se-Kabupaten Gresik. Tepatnya di hadapan 40 peserta yang merupakan calon motivator Pashmina.

Di lantai 3 Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, dr. Anik awalnya memberi gambaran kondisi kasus remaja di Kabupaten Gresik. Pertama, kasus anemia pada remaja (kelas VII dan X) selama 2023-2024.

Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh kurang dari normal. Normalnya 12.

“Pada tahun 2023, sebanyak 27 persen remaja putri mengalami anemia. Tahun 2024 mengalami penurunan, sebanyak 25 persen remaja putri mengalami anemia,” terangnya merujuk Laporan Sigizi di Pelatihan Motivator Pashmina, akronim dari Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah.

Kemudian, dr. Anik lanjut memaparkan gejala anemia. Seperti sering merasa pusing, mata berkunang-kunang, sulit konsentrasi, dan mudah mengantuk.

Baca Juga:  Dari Aula Telogo Sewu, IPM Kids Mugeb Primary School Memulai Petualangan

“Anemia ditandai dengan kelopak mata bawah pucat, wajah pucat, lidah tampak kebiruan, dan bawah kuku tampak pucat,” imbuh lulusan Universitas Airlangga ini.

Penyebab dan Pencegahan

Pada forum pengaderan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik ini, dr. Anik juga menjelaskan, penyebab anemia pada remaja bisa karena kekurangan asupan nutrisi. Seperti kekurangan Zat Besi, Vitamin C, Protein, Vitamin B12, dan Asam Folat. Bisa juga karena infeksi kronis. Seperti terkena Malaria, Tuberculosis, cacing.

“Kebiasaan tidak sarapan atau diet dan kebiasaan konsumsi makanan-minuman yang menghambat penyerapan Zat Besi seperti kopi dan teh juga bisa menyebabkan anemia,” jelasnya, Ahad (12/1/2024) pagi.

Adapun pencegahan kasus anemia, kata dr. Anik, dapat dengan mengonsumsi kandungan zat besi dari berbagai bahan pangan. Seperti hati ayam, daging sapi, kacang hijau, kuning telur, bayam merah, tempe, ikan, dan lainnya.

Dalam pelatihan hari kedua secara tatap muka tersebut, peserta yang merupakan kader perempuan muda Muhammadiyah itu mendapat 4 materi. Isu terkini kesehatan salah satunya. Sebelumnya, pada Ahad (5/1/2024), mereka sudah mendapat bekal 2 materi secara online Zoom Meeting. (#)

Baca Juga:  Cabai Melimpah, Mahasiswa UMG Menyulapnya Jadi Chili Oil Bernilai

Jurnalis Lu’luatul Usroh Penyunting Sayyidah Nuriyah