Feature

UMM, Kampus Putih yang kian Menghijau: Raih Predikat Kampus Paling Berkelanjutan

41
×

UMM, Kampus Putih yang kian Menghijau: Raih Predikat Kampus Paling Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Scooter listrik, ‘kendaraan’ ramah lingkungan di lingkungan Kampus Putih UMM (Foto Humas UMM)

Keberhasilan UMM ini tak lepas dari berbagai program yang telah dijalankan, yang mencakup enam kriteria penilaian UI GreenMetric, yaitu infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian.

Tagar.co – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di penghujung tahun 2024, Kampus Putih, julukannya, dinobatkan sebagai kampus paling berkelanjutan di Malang Raya dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2024. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan dan sejalan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Di tingkat regional Malang Raya, UMM berhasil mengungguli kampus-kampus ternama lainnya, seperti Universitas Brawijaya (UB), UIN Malang, dan Universitas Negeri Malang (UM). Tak hanya itu, di tingkat perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, UMM juga menduduki posisi puncak, mengalahkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Baca juga: UMM Terangi Negeri dengan Energi Terbarukan

“Alhamdulillah berkat kerja sama yang solid, UMM berhasil meraih peringkat yang sangat mengesankan. UMM terus berinovasi dengan berbagai program keberlanjutan, salah satunya adalah kampanye hidup sehat dan program parkir sepeda ontel yang dijalankan. Kami memang berkomitmen untuk terus meningkatkan program keberlanjutan lainnya dan memperkuat kesadaran civitas akademika dalam melestarikan lingkungan,” ungkap Koordinator Task Force UI GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, M.T., dengan penuh syukur.

Baca Juga:  Desa Digital, UMKM Wiyurejo Makin Dikenal

UI GreenMetric merupakan program tahunan yang menilai upaya keberlanjutan universitas-universitas di dunia. Program ini bertujuan untuk mempromosikan universitas sebagai agen perubahan dalam keberlanjutan serta menyebarkan informasi terkait program-program berkelanjutan di kampus kepada pemerintah, badan lingkungan, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Sandi menjelaskan, “GreenMetric juga berfungsi sebagai alat penilaian diri bagi institusi pendidikan tinggi dalam mengukur komitmen terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan sejalan dengan SDGs.”

Tempat sampah plastik yang artistik di UMM (Foto Humas UMM)

Enam Kriteria

Keberhasilan UMM ini tak lepas dari berbagai program yang telah dijalankan, yang mencakup enam kriteria penilaian UI GreenMetric, yaitu infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian.

Kampus Putih ini telah mengimplementasikan berbagai inovasi, seperti penggunaan dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Untuk mobilitas di dalam kampus, UMM menyediakan buggy car dan skuter listrik. Bahkan, UMM aktif melakukan penelitian dan pengabdian di bidang air dan energi di Subak, Bali.

“Ini menunjukkan bahwa UMM siap berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan. Meskipun pencapaian ini membanggakan, pihak universitas mengingatkan bahwa kesuksesan ini hanyalah awal dari perjalanan panjang untuk terus berinovasi dan meningkatkan upaya keberlanjutan,” tegas Sandi, dikutip dari siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co, Senin (6/1/25) siang.

Baca Juga:  Paradoks Keberagamaan: Ibadah Ramai, Moral Sosial Melemah

Ke depan, UMM tengah mengembangkan langkah-langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan keberlanjutan kampus. Tim GreenMetric UMM, bekerja sama dengan Bidang 4, Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK), dan Unit Anggaran dan Perencanaan (AP), tengah merumuskan berbagai kebijakan dan inovasi. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah penggunaan lift yang lebih efisien energi, yang akan dilaksanakan bertahap di seluruh kampus. Kampanye “Go Green, Go Healthy” juga akan terus digalakkan untuk mendukung kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Sandi berharap, UMM dapat terus menjadi kampus hijau terkemuka di Indonesia dan aktif dalam kegiatan keberlanjutan. Dengan semangat tinggi, UMM berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi tercapainya Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan.

“Keberhasilan ini bukan hanya tentang peringkat, tetapi tentang komitmen untuk terus berinovasi dan melangkah maju menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkas Sandi, menutup pembicaraan dengan penuh optimisme.

Dengan pencapaian ini, UMM semakin mengukuhkan posisinya sebagai kampus yang tak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi kampus-kampus lain di Indonesia untuk turut serta mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (#)

Baca Juga:  Program CoE UMM Dorong Mahasiswa Siap Kerja di Industri Sawit

Penyunting Mohammad Nurfatoni