Feature

Mahasiswa UMM Raih Juara berkat Inovasi Obat Diabetes Nanopartikel dari Bahan Alami

30
×

Mahasiswa UMM Raih Juara berkat Inovasi Obat Diabetes Nanopartikel dari Bahan Alami

Sebarkan artikel ini
Tim PKM mahasiswa UMM (Foto Humas UMM)

Obat diabetes nanopartikel ini terbukti mampu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan berat badan, dan mempercepat penutupan luka pada hewan uji.

Tagar.co – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mencuri perhatian juri di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Tingkat Nasional (Pimtanas) 2024.

Mereka berhasil meraih juara 1 kategori PKM Riset Eksakta (RE)-2 berkat inovasi obat diabetes nanopartikel yang dikembangkan dari bahan-bahan alami.

Tim yang beranggotakan Wildan Hidayatullah (ketua), Aisyiah Apriliano, Fikri Maya Silvia (Farmasi), dan Serli Viviani Patrisia (Akuakultur) ini tergerak menciptakan solusi atas meningkatnya prevalensi diabetes di dunia.

“Berdasarkan data IDF (International Diabetes Federation) tahun 2021, penderita diabetes di dunia mencapai 536,6 juta orang dan diprediksi melonjak hingga 783,2 juta orang pada tahun 2045,” ungkap Wildan.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim ini memanfaatkan Alga Arthrospira platensis yang dikenal memiliki potensi anti-diabetes dan mineral selenium sebagai bahan utama pembuatan nanopartikel.

“Pemilihan bahan alami ini didasari oleh kemudahan mendapatkannya di Indonesia,” tambah Wildan.

Baca Juga:  Prof. Chun-Yen Chang: AI Bisa Gerus Daya Pikir Kritis, Guru Tetap Kunci Pendidikan
Pengujian secara in silico (Foto Humas UMM)

Pengujian in vivo pada mencit (Mus musculus) selama 15 hari menunjukkan hasil yang menggembirakan. Obat diabetes nanopartikel ini terbukti mampu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan berat badan, dan mempercepat penutupan luka pada hewan uji.

Sementara itu, uji coba in silico juga membuktikan bahwa obat ini memiliki mekanisme kerja sebagai anti-diabetes dengan menghambat salah satu protein penyebab diabetes.

“Keunggulan obat ini tidak hanya terletak pada bahan alami yang mudah didapat, tetapi juga bentuknya yang berupa nanopartikel sehingga dapat dengan mudah memberikan efek pada manusia,” jelas Wildan, dikutip dari siaran pers Humas UMM yag diterima Tagar.co, Sabtu (21/21/24) siang.

Meskipun demikian, Wildan menyadari bahwa inovasi ini masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

Baca juga: Humas UMM Raih Dua Penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2024

“Saat ini, kami belum melakukan pengujian pada manusia sehingga belum mengetahui efek jangka panjangnya. Ke depannya, kami akan fokus pada pengujian lanjutan dan mengembangkan obat nanopartikel untuk penyakit lain seperti kanker,” ujarnya.

Baca Juga:  UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

Perjalanan tim ini tidak lepas dari tantangan. “Pembuatan nanopartikel membutuhkan alat yang memadai. Namun, kami bersyukur semua usaha dan kerja keras kami terbayar lunas dengan kemenangan ini,” ungkap Wildan dengan bangga.

Di akhir wawancara, Wildan berpesan kepada generasi muda untuk tidak pernah berhenti berinovasi.

“Jangan takut mencoba hal baru dan teruslah berinovasi untuk menghasilkan solusi bagi negeri ini,” ujarnya. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni