Feature

Warung Kopi di Hutan Pinus, Kotak Infak pun Penuh

49
×

Warung Kopi di Hutan Pinus, Kotak Infak pun Penuh

Sebarkan artikel ini
Warung kopi di tengah rimbun hutan pinus, uang kotak infak Lazismu bisa terisi penuh. Tanda sedekah bisa tumbuh dari mana saja.
Menghitung uang infak sambil menikmati kopi di hutan pinus. (Tagar.co/Rizal Mazaki)

Warung kopi di tengah rimbun hutan pinus, uang kotak infak Lazismu bisa terisi penuh. Tanda sedekah bisa tumbuh dari mana saja.

Tagar.co – Ngopi sore di tengah hutan pinus Poncokusumo Lumajang yang sejuk. Terasa nikmat sekali.

Sensasi itu bisa dinikmati di Netral Kopi. Warung kopi alami yang dibuka aktivis PCM Candipuro. Perjalanan hanya sepuluh menit dari Bumi Semeru Damai (BSD).

Tim Lazismu Lumajang usai acara khitan massal di Candipuro diajak Imam Wayudi, Ketua Ranting Muhammadiyah Sumbermujur ke warung kopi itu, Jumat (18/7/2025).

“Mumpung ke sini mampir dulu,” ujar Wayudi. “Kemarin Cak Saiful Amiri, owner-nya, pesan ke saya: kalau teman-teman Lazismu ke sini, harus mampir.”

Tim Lazismu Lumajang langsung berangkat. Di tempat itu juga menjadi area wisata camping yang dikelola Saiful Amiri akrab disapa Cak Saif. Menyewakan tenda.

May Sulistiyowati, staf Lazismu Lumajang, memesan kopi dan camilan.

Di warung kopi ini ada kotak infak Lazismu yang diisi pengunjung. Setelah dilihat kotak sudah penuh uang.

Baca Juga:  Masjid Uranggantung Kejutan Baru PCM Candipuro

Amil Lazismu Kuswantoro mau membukanya. Tapi dia lupa membawa kunci gemboknya. Melihat itu Imam Wayudi membantu membuka dengan pisau.

Beberapa kali dicoba, akhirnya kotak infak berhasil dibuka. Uang mulai dihitung. May ikut membantu.

Cak Saif datang menyapa. “Dapat berapa, Mas? Mudah-mudahan berkah infaknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, infak ini sudah jadi pekerjaan rutin. Ramai tidak ramai, warung kopi dan persewaan tenda wajib mengeluarkan infak.

“Hobi saya ya jualan kopi, pekerjaannya berinfak. Alhamdulillah, dari infak rutin ini, tenda saya sekarang sudah 26 unit. Wisatawan banyak datang, hampir 70 persen dari Jawa Timur  dan mulai ada dari Semarang dan Bandung,” ujarnya.

“Doakan ya, usaha saya lancar, supaya bisa terus berbuat baik untuk sesama,” sambungnya.

Setelah dihitung, kotak infak yang penuh itu menghasilkan Rp 454 ribu.

Di tengah rimbun hutan pinus, uang kotak infak Lazismu bisa terisi penuh. Tanda sedekah bisa tumbuh dari mana saja.

Kopi pesanan tiba. Sekali seruput terasa hangatnya menjalar ke seluruh tubuh. Mata dan pikiran terasa segar.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Nikmatnya seruputan kopi di tengah alam yang indah sambil menghirup bau pohon pinus.

Warung kopi di tengah rimbun hutan pinus, uang kotak infak Lazismu bisa terisi penuh. Tanda sedekah bisa tumbuh dari mana saja.
Tenda camping yang disewakan di hutan pinus Poncokusumo. (Tagar.co/Rizal Mazaki)

Jurnalis Rizal Mazaki Penyunting Sugeng Purwanto