Feature

Ustaz Adi Hidayat Kupas Tuntas Kaitan Salat dan Pembentukan Karakter di Kemendikdasmen

39
×

Ustaz Adi Hidayat Kupas Tuntas Kaitan Salat dan Pembentukan Karakter di Kemendikdasmen

Sebarkan artikel ini
Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah Isra Mikraj di Kemendikdasmen

Ustaz Adi Hidayat sentuh hati ribuan jemaah di pengajian Isra Mikraj Kemendikdasmen. Pesan mendalam tentang salat dan karakter utama.

Tagar.co – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Pengkajian Isra Mikraj bersama Ustaz Adi Hidayat bertajuk “Salat dan Pembentukan Karakter Utama”. Isra Mikraj merupakan peristiwa penting yang menandai kewajiban umat Muslim menjalankan ibadah salat lima waktu. Eratnya keterhubungan antara salat dan pembentukan karakter, terutama bagi generasi muda, dibahas secara mendalam dalam kegiatan ini.

“Peringatan Isra Mikraj sangat erat dengan perintah salat. Dalam kesempatan ini, kita akan mendengarkan kaitan salat dengan kemampuan diri untuk menghindari perbuatan keji dan mungkar. Sejatinya, kita bersama-sama bekerja untuk mewujudkan generasi yang berkepribadian utama serta berakhlak mulia,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Jumat (31/1/25).

Di hadapan ribuan jemaah Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen, Ustaz Adi Hidayat menekankan salat sebagai ikhtiar pembentukan pribadi dan generasi bertakwa serta berintelektual. Menurutnya, penting untuk mengkaji, memahami, mempraktikkan, serta menunaikan ibadah salat sehingga kenikmatan beragama dapat lebih terasa.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah
Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah Isra Mikraj di Kemendidasmen

Mengawali ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menyoroti makna takwa yang terkandung dalam Undang-Undang (UU) Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003. Dalam UU tersebut termuat pesan bahwa penyelenggaraan pendidikan nasional diawali dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kata takwa selalu melekat baik di undang-undang dasar maupun moto institusi. Penting bagi kita untuk mengawalkan takwa sebelum kecerdasan intelektual, menghadirkan kekuatan spiritual sebelum mendatangkan kekuatan intelektual,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menambahkan, takwa yang disebutkan dalam berbagai dasar undang-undang dan janji institusi adalah elemen penting dalam pembentukan karakter. Dalam konteks pendidikan, takwa menjadi landasan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu, diungkapkan olehnya bahwa untuk menuju manusia yang unggul, insan manusia harus memaksimalkan tiga hal utama pada dirinya, yaitu fisik, roh, dan akal. Ia menyebutkan, ketakwaan dan rambatan perilaku positif pada diri manusia bersumber dari ruh atau jiwa yang baik.

“Manusia yang mampu mengoptimalkan jiwa takwa dan mengeksplorasi nilai kebaikan akan semakin dekat dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Itulah sebabnya, ketakwaan selalu menjadi dasar untuk mewujudkan generasi emas di masa depan,” tuturnya.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Luncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif, 1.500 Guru Ditargetkan Jadi GPK
Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah Isra Mikraj di Kemendikdasmen

Selanjutnya, dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat bahwa salat merupakan instrumen takwa yang paling istimewa yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam kaitannya dengan Isra Mikraj, perintah salat serta keagungannya ditandai dengan petualangan nabi dari bumi sampai menembus langit ketujuh.

“Keistimewaan salat bukan hanya pembuktian ketakwaan kita kepada Allah, melainkan juga modal dasar manusia untuk menuju ketenangan jiwa, kebahagiaan dan kesuksesan, percepatan jawaban dari doa yang dipanjatkan, menjadi pribadi baik, serta dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah berbinar,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Dalam memaknai rasa hormat antarumat beragama, selain perayaan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw, 1446 Hijriah, Kemendikdasmen juga telah menggelar perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Plaza Insan Berprestasi pada Jumat, 10 Januari 2025. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni