Feature

Umla–Disperindag Lamongan Jalin Sinergi untuk Masa Depan Industri Lokal

33
×

Umla–Disperindag Lamongan Jalin Sinergi untuk Masa Depan Industri Lokal

Sebarkan artikel ini
Kepala bagian Pengembangan Industri Dipesrindag M. Anwar, M.Si dan Dekan FSTP Umla Eko Handoyo, M.Kom. (Tagar.co/Rohmat)

Penandatanganan nota kesepahaman antara Teknik Industri Umla dan Disperindag Lamongan menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia kampus dan industri. Kolaborasi ini diperkuat dengan gelaran seminar bertema revolusi digital dan smart manufacturing.

Tagar.co — Sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintahan terus diperkuat oleh Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla). Pada Selasa, 22 Juli 2025, Program Studi Teknik Industri UMLA menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan.

Momen penting ini berlangsung di Aula Budi Utomo lantai 3 Umla, bertepatan dengan gelaran Seminar Teknologi Industri Batch 3 yang diinisiasi oleh mahasiswa Teknik Industri, Teknik Komputer, dan Informatika Medis.

Baca juga: Dari Marbot Jadi Doktor: Abdul Majid Tuntaskan Disertasi soal Dosen PTM

Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak awal untuk mempererat hubungan antara institusi akademik dan sektor pemerintahan, dengan fokus pada pengembangan inovasi, riset terapan, serta penguatan kompetensi industri lokal.

Kepala Bagian Pengembangan Industri Disperindag Lamongan, Muhammad Anwar, S.Si., M.Si., hadir mewakili pihak pemerintah daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun jembatan antara perguruan tinggi dan dunia kerja guna mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan industri 4.0.

Baca Juga:  Sepuluh Menit Ludes, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu Bagikan 200 Paket Takjil Ramah Lingkungan

“AI dan IoT bukan lagi sekadar tren, tapi kebutuhan utama industri modern. Kolaborasi seperti ini akan mempercepat integrasi teknologi dalam ekosistem industri yang lebih cerdas dan efisien,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Seminar Teknologi Industri Batch 3 kali ini mengangkat tema “Revolusi Digital Industri: Kolaborasi Smart Manufacturing, Artificial Intelligence, dan Internet of Things”. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari kalangan peneliti, akademisi, hingga praktisi teknologi. Ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, pelaku industri, dan tamu undangan terlihat antusias mengikuti seluruh sesi.

Ketua Program Studi Teknik Industri Umla, Dianda Aryntya Firia Ferlania, M.T., menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini tidak berhenti di atas kertas. Berbagai program lanjutan telah disiapkan, seperti magang industri, pelatihan teknologi bagi UMKM, hingga riset kolaboratif yang aplikatif.

“Kami ingin mahasiswa lebih dekat dengan realitas industri, agar lulusan kami tak hanya andal secara teori, tapi juga tangguh di lapangan,” ungkapnya.

Suasana hangat dan kolaboratif tampak menyelimuti jalannya acara. Pertukaran gagasan antara mahasiswa, dosen, dan mitra industri menjadi nilai tambah tersendiri, sekaligus mengukuhkan semangat Umla untuk terus menjawab tantangan zaman dengan aksi nyata dan jejaring yang luas. (#)

Baca Juga:  Sepuluh Menit Ludes, Nasyiatul Aisyiyah Sidayu Bagikan 200 Paket Takjil Ramah Lingkungan

Jurnalis Rohmat Penyunting Mohammad Nurfatoni