Feature

Tak Ada Idulfitri di Gaza

43
×

Tak Ada Idulfitri di Gaza

Sebarkan artikel ini
Tak ada Idulfitri di Gaza. Israel makin brutal menyerang warga. Korbannya anak-anak dan perempuan dalam serangan udara terbaru, Senin (7/4/2025).
Warga Gaza menggelar salat Id di pelataran masjid yang hancur. Idulfitri dibayangi bom Israel.

Suasana Idulfitri di wilayah Gaza diselimuti duka cita. Bom tentara Israel menghancurkan bangunan dan menewaskan penghuninya.

 Tagar.co – Tak ada Idulfitri di Gaza. Israel makin brutal menyerang warga. Korbannya anak-anak dan perempuan dalam serangan udara terbaru, Senin (7/4/2025).

Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 32 warga di kawasan Khan Younis dan Jabaliya. Satu di antaranya seorang jurnalis bernama Hilmi al-Faqaawi.

Di Khan Younis, serangan menghantam sebuah tenda dan rumah, hingga menewaskan lima pria, lima perempuan, dan lima anak-anak, menurut Rumah Sakit Nasser.

Otoritas kesehatan tersebut dalam sebuah pernyataan mencatat jatuhnya korban jiwa terbaru itu menjadikan jumlah korban tewas sejak Israel kembali melancarkan serangan intensifnya pada 18 Maret di seluruh Jalur Gaza menjadi 1.335 orang dan jumlah korban luka-luka menjadi 3.297 orang.

Sejak dimulainya perang Palestina-Israel pada awal Oktober 2023, yang masih berlangsung hingga kini, sebanyak 50.695 warga Palestina telah tewas.

Tak ada Idulfitri di Gaza. Warga juga marah saat menemukan jenazah 14 petugas tanggap darurat ditemukan di kota selatan Rafah sepekan setelah serangan Israel.

Baca Juga:  Din Syamsuddin Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace yang Berubah Menjadi “Board of War”

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyebut itu serangan paling mematikan terhadap pekerja Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia sejak 2017.

Saat Idulfitri (Ahad (31/3/2025) lalu warga Palestina ada yang menggelar salat Id di pelataran masjid yang hancur.

“Ini adalah Idul Fitri yang menyedihkan,” kata Adel al-Shaer setelah menghadiri salat di tengah reruntuhan di kota pusat Deir al-Balah seperti dilaporkan abcnews.

“Kami kehilangan orang-orang yang kami cintai, anak-anak kami, hidup kami dan masa depan kami,” kata warga Gaza.

Dua puluh anggota keluarga besarnya telah tewas akibat serangan Israel, termasuk empat keponakan muda beberapa hari lalu.  katanya sambil mulai menangis.

Israel mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas dan melanjutkan perang awal bulan ini, setelah kelompok militan itu menolak menerima perubahan pada gencatan senjata yang dicapai pada bulan Januari.

Israel tidak mengizinkan makanan, bahan bakar, atau bantuan kemanusiaan memasuki Gaza selama sebulan.

“Terjadi pembunuhan, pengungsian, kelaparan, dan pengepungan,” kata Saed al-Kourd, seorang jamaah.

Baca Juga:  Kematian Sekutu Amerika-Israel di Tangan Iran

“Kami keluar untuk melakukan ritual agar anak-anak senang, tetapi bagaimana dengan kegembiraan Idul Fitri? Tidak ada Idul Fitri,” tuturnya.  Dia merasakan tak ada Idulfitri di Gaza. Serangan Israel terus mengancam nyawa. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto