Feature

Silaturahmi Hangat Guru SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung

20
×

Silaturahmi Hangat Guru SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung

Sebarkan artikel ini
Keluarga besar UPT SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung silaturahmi penuh keceriaan dengan seragam hitam yang melambangkan keteguhan serta kekompakan dalam mendidik dengan hati bersih.
Keluarga besar UPT SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung bersilaturahmi. (Tagar.co/Muhammad Syaifullah)

Keluarga besar UPT SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung silaturahmi penuh keceriaan dengan seragam hitam yang melambangkan keteguhan serta kekompakan dalam mendidik dengan hati bersih.

Tagar.co — Suasana kediaman Sulis siang itu mendadak riuh. Alunan tawa pecah menyambut setiap langkah tamu yang masuk ke ruangan.

Tidak ada warna-warni mencolok yang menghiasi pemandangan, melainkan barisan seragam hitam elegan yang melekat pada seluruh guru dan staf UPT SDN 94 Gresik serta TK DWP Balongtunjung. Meski hitam sering identik dengan kesan sunyi, di sini warna tersebut justru memancarkan keceriaan yang luar biasa membara.

Yuni, sang pemandu acara, membuka kegiatan dengan energi yang seolah tidak ada habisnya. Gaya bicaranya yang ceria berhasil membuat suasana langsung “pecah” sejak menit pertama.

Rangkaian acara formal bermula saat Iwan, suami Sulis, berdiri mewakili tuan rumah. Ia menyambut para tamu dengan kerendahan hati yang mendalam, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental.

“Rumah ini hari ini terasa jauh lebih luas karena diisi oleh hati-hati yang lapang. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan sekadar tamu, melainkan bagian dari keluarga kami sendiri. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan yang terus mengalir,” tutur Iwan dengan tulus. Kalimatnya mengalir tenang, menyentuh hati setiap peserta yang hadir memenuhi ruangan tersebut.

Nada optimisme pun berlanjut saat Hartik, Kepala UPT SDN 94 Gresik, memberikan pesannya. Ia menekankan, kekompakan merupakan kunci utama dalam proses mendidik siswa di sekolah. Hartik ingin memastikan, identitas visual yang mereka pilih hari ini memiliki makna filosofis yang kuat bagi etos kerja timnya ke depan.

Baca Juga:  Gema Literasi dan Langit Jingga di Pesantren Ramadan UPT SDN 94 Gresik

“Warna hitam yang kita pakai hari ini bukan simbol duka, melainkan simbol keteguhan. Saya ingin energi positif dan tawa yang pecah hari ini terbawa hingga ke sekolah. Kita mendidik dengan hati yang bersih dan semangat yang baru,” tegas Hartik.

Pesan ini bersambut anggukan mantap dari para pendidik yang hadir. Mengisyaratkan kesiapan mereka membawa keceriaan itu ke ruang kelas.

Baca Juga: Menebar Kebaikan dan Satukan Perbedaan, UPT SDN 94 Gresik Gelar Gema Ramadan

Sinergi Tanpa Sekat Antarlembaga

Lita, Ketua Pelaksana, memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran acara yang tim persiapkan dengan matang ini. Baginya, melihat seluruh rekan sejawat hadir dengan busana seragam merupakan sebuah keberhasilan koordinasi yang manis. Kepuasan terpancar dari wajahnya saat melihat rencana yang tersusun rapi dapat terlaksana tanpa kendala berarti.

“Melihat semua kompak berpakaian hitam namun wajahnya penuh binar, itu adalah kepuasan tersendiri. Terima kasih tim, kita telah membuktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama kita,” ujarnya bangga.

Pernyataan Lita menegaskan, di balik keseragaman fisik, ada ikatan emosional yang kuat yang menyatukan mereka sebagai satu unit kerja yang solid.

Di sela-sela acara, Yanti, Kepala TK DWP Balongtunjung, menyampaikan betapa eratnya sinergi antarlembaga yang terjalin selama ini. Hubungan antara sekolah dasar dan taman kanak-kanak tersebut bukan sekadar urusan administratif, melainkan sudah menyentuh aspek kolaborasi emosional yang mendalam dalam menjaga kualitas pendidikan di wilayah mereka.

Baca Juga:  Menebar Kebaikan dan Satukan Perbedaan, UPT SDN 94 Gresik Gelar Gema Ramadan

“Sinergi antara SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung sudah seperti satu napas. Kita bukan sekadar mitra, tapi satu ekosistem yang saling menguatkan. Kebersamaan hari ini adalah bukti nyata kita bisa melangkah beriringan,” ungkap Yanti penuh semangat. Sinergi ini menjadi pondasi penting bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak sejak dini hingga jenjang sekolah dasar.

Momen paling menyentuh muncul saat Saiful, guru yang baru saja bergabung di UPT SDN 94 Gresik, membagikan perasaannya. Ada nada haru dalam suaranya saat ia mulai bercerita di depan rekan-rekan barunya. Pengalamannya sebagai orang baru ternyata jauh dari kesan kaku atau terasing, justru ia menemukan kehangatan yang tidak terduga sebelumnya.

“Jujur, saya baru saja masuk dan bergabung di sini, tapi rasanya tidak ada jarak. Hangatnya kekeluargaan di UPT SDN 94 Gresik ini sangat luar biasa. Saya tidak merasa seperti orang baru, tapi seperti pulang ke rumah sendiri,” akunya dengan mata berkaca-kaca. Pengakuan jujur ini seketika mempererat ikatan batin seluruh hadirin yang mendengarnya dengan khidmat.

Melebur dalam Game dan Tawa

Setelah sesi doa dan bersalaman yang berlangsung khidmat—layaknya suasana Idulfitri yang penuh maaf—suasana formal seketika runtuh. Agenda beralih menjadi arena kegembiraan yang dinamis. Dua pemandu yang sangat energik, Saiful dan Sholihah, sukses mengocok perut hadirin dengan banyolan dan aksi-aksi spontan mereka yang sangat menghibur sepanjang sesi santai tersebut.

Baca Juga:  Buka Puasa Mengesankan Klinik Muhammadiyah Cerme

Kegiatan berlanjut dengan berbagai sesi game yang kompetitif namun tetap jenaka. Tidak ada lagi sekat antara guru senior dan junior; semua orang melebur dalam tawa yang sama saat mengikuti instruksi permainan. Kreativitas juga muncul saat mereka melakukan pembuatan konten video kreatif yang seru, merekam momen-momen lucu yang nantinya akan menjadi kenangan digital bagi mereka semua.

Sesi foto bersama dengan berbagai pose menutup rangkaian aktivitas fisik mereka. Keceriaan yang terpancar menunjukkan bahwa kebahagiaan sederhana bisa muncul dari pertemuan yang hangat. Meskipun tidak ada khotbah panjang lebar, nilai-nilai kebersamaan meresap kuat melalui interaksi langsung dan tawa yang mereka bagikan di ruang tamu Ibu Sulis tersebut.

Acara berakhir dengan ramah tamah. Sambil menikmati hidangan lezat, mereka terus berbincang hangat, membahas banyak hal mulai dari urusan sekolah hingga cerita ringan sehari-hari. Kebersamaan ini membuktikan, warna hitam yang mereka kenakan memang bukan tentang kegelapan, melainkan tentang kekuatan kolektif yang siap menyongsong hari-hari mendidik di masa depan. (#)

Jurnalis Muhammad Syaifullah Penyunting Sayyidah Nuriyah