Feature

Sedekah Energi di Masjid Buya Syafii: Muhammadiyah dan Mosaic Tunjukkan Cara Nyata Jaga Bumi

38
×

Sedekah Energi di Masjid Buya Syafii: Muhammadiyah dan Mosaic Tunjukkan Cara Nyata Jaga Bumi

Sebarkan artikel ini
Peresemian Sedekah Energi di Masjid Buya Syafii Maarif

Masjid Buya Syafii Maarif di Sijunjung kini terang benderang tanpa khawatir tagihan listrik. Program Sedekah Energi Mosaic dan Muhammadiyah menghadirkan panel surya sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam transisi energi bersih.

Tagar.co — Matahari bersinar cerah di Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Sabtu (2/8/2025). Namun kali ini, sinarnya tak hanya menyinari bumi, tetapi juga “ditangkap” untuk menjadi sumber energi di Masjid Buya Syafii Maarif.

Muslim for Shared Action on Climate Impact (Mosaic) Indonesia bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan pemasangan panel surya di masjid ini, menandai langkah kecil namun berarti dalam perjuangan besar melawan krisis iklim.

Baca juga: Jejak Hijau Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi Menuai Apresiasi Tokoh Lintas Agama

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Sedekah Energi, sebuah gerakan sedekah model baru yang mengajak umat Muslim berbagi energi bersih untuk rumah ibadah. Tema kali ini, “Mencerahkan dengan Surya, Meneruskan Cita Buya”, menjadi pengingat akan warisan nilai-nilai Buya Syafii Maarif yang lekat dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

Baca Juga:  Dari Meja Buka Puasa ke Aksi Lingkungan, Eco Bhinneka Muhammadiyah Satukan Tokoh Lintas Iman

“Sedekah Energi bukan hanya amal jariyah, tapi juga sedekah untuk bumi. Allah Swt. memerintahkan kita menjaga bumi, dan ini cara nyata umat Muslim ikut terlibat,” ungkap Elok Faiqotul Mutia, Project Lead Sedekah Energi Mosaic, saat peresmian.

Elok menegaskan, program ini tak hanya soal pemasangan panel surya. Di baliknya, terdapat proses edukasi bagi masyarakat agar memahami bagaimana menghitung kebutuhan energi dan mengelola panel secara mandiri. “Kami ingin program ini bisa ditiru di banyak tempat, khususnya masjid-masjid di Sumbar. Karena selain solarisasi, kami juga membuka pelatihan audit energi yang bisa diakses masyarakat umum,” jelasnya.

Apresiasi datang dari Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heryanto. Ia menyebut, gerakan Sedekah Energi selaras dengan misi pemerintah daerah dalam memperluas akses energi bersih, terutama di daerah-daerah yang masih sulit dijangkau listrik.

“Kami harap program seperti ini terus diperluas, apalagi ke wilayah-wilayah terpencil seperti Kepulauan Mentawai. Ini bukan sekadar soal listrik, tapi tentang keadilan energi,” ujarnya.

Baca Juga:  Puasa dan Etika Energi, Seruan Aisyiyah Sambut Ramadan Lebih Ramah Lingkungan

Helmi memaparkan, Sumatera Barat mencatat kemajuan dalam bauran energi terbarukan. “Saat ini, secara primer, EBT (Energi Baru Terbarukan) Sumbar mencapai 30,59 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang masih di angka 14 persen. Sementara untuk pembangkit listrik, EBT kita sudah menembus 52 persen,” tambahnya.

Bagi masyarakat setempat, manfaat program ini terasa nyata. Wali Nagari Sumpur Kudus Selatan, Khairul Basri, yang juga Takmir Masjid Buya Syafii Maarif, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, masjid kami kini bebas dari pemadaman. Sebelumnya, kami harus mengeluarkan sekitar Rp350 ribu per bulan untuk listrik,” katanya dengan senyum lega.

Panel surya di masjid ini sebenarnya telah terpasang sejak 2 Mei 2025, namun peresmiannya menjadi momentum untuk menyebarluaskan semangat gotong-royong dalam menjaga bumi. Sejak diluncurkan pada 2022, program Sedekah Energi telah memasang panel surya di berbagai lokasi seperti NTB, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Masjid Buya Syafii Maarif di Sijunjung ini menjadi lokasi keenam yang merasakan manfaatnya.

Bagi Mosaic dan Muhammadiyah, langkah kecil di masjid ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih cerah dan lestari. Sebuah pengingat bahwa energi terbaik tidak hanya berasal dari matahari, tetapi juga dari semangat berbagi yang tak pernah padam. (#)

Baca Juga:  Mulai dari Keluarga, Kepedulian Lingkungan Dibentuk sejak Dini

Jurnalis Dzikri Farah Adiba Penyunting Mohammad Nurfatoni