Feature

“Saya Kira Namanya Makmur”: Belajar Ceria Murid Bogor bersama Mendikdasmen

30
×

“Saya Kira Namanya Makmur”: Belajar Ceria Murid Bogor bersama Mendikdasmen

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti murid SD Leuwibatu Bogor. Tampak do belakamg menteri papan interaktif. 

Menteri Abdul Mu’ti menyapa murid SD Leuwibatu Bogor, mengajak belajar aktif, menjaga lingkungan, hormati guru, dan memperkenalkan Smart Board sebagai inovasi pembelajaran yang seru dan partisipatif.

Tagar.co – Suasana meriah menyelimuti SDN 2 dan 3 Leuwibatu, Kabupaten Bogor, saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti hadir menyapa para murid dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Kedatangan Mendikdasmen membawa semangat baru bagi anak-anak yang pagi itu tampak antusias menunggu di ruang kelas 6.

Setibanya di kelas, Abdul Mu’ti langsung bergabung dalam suasana belajar yang tengah berlangsung. Pak Guru sedang menjelaskan tentang jaring-jaring makanan, sebuah topik biologi yang menjadi materi hari itu. Salah satu gambar di papan menampilkan burung hantu, yang memancing perhatian Mendikdasmen.

“Ada yang bisa menirukan suara burung hantu?” tanyanya memancing keaktifan murid. Namun, kelas justru diliputi keheningan. Anak-anak saling berpandangan bingung.

Baca juga: Upacara Hardiknas di Bogor, Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Prasyarat Bangsa Maju

Melihat situasi itu, Menteri Mu’ti tersenyum dan memberikan dorongan. “Ketika Pak Guru menjelaskan burung hantu, kalian harus bisa membayangkan burung hantu itu seperti apa. Tanyakan bagaimana bentuknya, suaranya seperti apa. Jangan takut untuk bertanya,” pesannya, membangkitkan semangat bertanya dan percaya diri para murid.

Baca Juga:  Revitalisasi 1.390 Sekolah di Jatim, Terbesar secara Nasional

Menteri Mu’ti juga menekankan pentingnya mencatat dan bertanya dalam proses belajar. Baginya, belajar harus menjadi pengalaman yang aktif dan menyenangkan.

Tidak hanya itu, hari itu para murid juga berkesempatan mencoba papan interaktif atau smart board yang sengaja didatangkan untuk menambah semangat belajar mereka. Alat canggih ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkenalkan teknologi pendidikan yang lebih menarik di sekolah-sekolah.

“Nanti sekolah kalian akan dibantu oleh Presiden dengan alat ini sehingga belajarnya lebih asyik dan menarik,” ujar Mendikdasmen, disambut tatapan penasaran murid-murid.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti murid SD Leuwibatu Bogor

Suasana kelas menjadi semakin hidup ketika Menteri Mu’ti mengajak berdiskusi tentang lingkungan. Sambil menunjuk salah satu murid di barisan depan, ia berkelakar, “(Kalau) ditanya jawabannya makmur terus, saya kira namanya Makmur.” Tawa pun pecah di antara murid dan guru.

Lalu, ia bertanya, “Kalau alam kita tidak rusak, maka hidup kita akan?” Dengan cepat, murid-murid menjawab: “Tenang, bahagia, aman, dan makmur.”

Menteri Mu’ti mengapresiasi jawaban tersebut dan berpesan agar semua orang menjaga kelestarian lingkungan. “Kita harus menjaga kelestarian alam baik binatang dan tumbuhan supaya alam kita lestari,” katanya.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Luncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif, 1.500 Guru Ditargetkan Jadi GPK

Di akhir pertemuan, Mendikdasmen berpesan agar murid-murid selalu menghormati guru. “Kita harus berterima kasih kepada mereka karena dengan ilmu (yang diajarkan guru) itu kita bisa menjadi orang yang cerdas,” ucapnya.

Sebelum meninggalkan kelas, Menteri Mu’ti mengingatkan anak-anak untuk semangat belajar agar kelak menjadi generasi hebat. “Jadilah anak yang baik dengan membiasakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” pungkasnya.

Ketujuh kebiasaan itu mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat—sebuah panduan sederhana yang diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak yang tangguh, sehat, dan cerdas.

Teknologi Baru di Kelas: Papan Interaktif

Sebagai bagian dari inovasi pendidikan, Kemendikdasmen tengah menguji keterbacaan Ruang Murid dalam SuperAplikasi Rumah Pendidikan. Lebih dari 100 sekolah dilibatkan dalam uji coba ini, bekerja sama dengan berbagai mitra penyedia konten untuk memperluas akses terhadap bahan ajar berkualitas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan fitur Papan Interaktif, yang diharapkan bisa membuat proses belajar lebih partisipatif dan menyenangkan. Rencananya, Ruang Murid akan diluncurkan secara nasional pada tahun ajaran baru 2025/2026. (#)

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Singgung “Inflasi Ceramah” Ramadan, Ajak Perkuat Literasi Al-Qur’an

Penyunting Mohammad Nurfatoni