Feature

Saat Siswa dan Kepala Spemdalas Kolaborasi Beri Materi Coding di UM

51
×

Saat Siswa dan Kepala Spemdalas Kolaborasi Beri Materi Coding di UM

Sebarkan artikel ini
Kuliah
Kepala Spemdalas Yugo Triawanto memberikan materi coding ke mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Malam (UM), Jumat (3/10/2025). (Tagar.co/Istimewa)

Keren, kepala sekolah dan siswa melakukan kolaborasi dalam memberikan materi coding di hadapan mahasiswa. Coding menjadi media, bagaimana mengakrabkan siswa dengan dunia per-codingan dalam membuat media pembelajaran

Tagar.co – Tepatnya, pukul 13.00, keempat siswa dan Kepala SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik Yugo Triawanto, M.Si. memasuki Aula Fakultas MIPA Universitas Negeri Malam (UM). Suasana masih lengang Ketika mereka berada di ruang berondak tersebut, Jumat (3/10/2025).

Keempat siswa tersebut, yaitu Isnata Mumtaza, Raisah Rania Rahmah, Nandika Arka Alif Alfarizqi, dan Muhammad Zayyan Maulana. Dengan tas ransel di punggung, mereka meretakkan di meja utama. Beberapa media diletakkan di dekat tasnya.

Berselang 10 menit, ruang mulai ramai dengan mahasiswa. Satu per satu berdatangan dan duduk di undakan pertama, disusul kedua dan seterusnya. Siang ini mereka akan menerima materi secara offline tentang coding.

Di hadapan mahasiswa semester 5 Fakultas MIPA, Yugo Triawanto menjelaskan materi coding. Dalam penjelaskan awal, dia menjelaskan materi coding, mikrokontroller untuk pembuatan alat praktikum IPA Digital, Internet of Thing for sciences.

Di hadapan mahasiswa semester 5 jurusan IPA, dia mengajak mahasiswa membuat produk alat praktikum IPA untuk digunakan di laboratorium produk berbasis digital.

Baca Juga:  PKDA Spemdalas: Siswa Diajak Mendalami Sirah Nabawi

Dalam penjelaskan, dia memaparkan pengertian coding. “Coding adalah pengodean itu seperti menulis instruksi untuk komputer dan perangkat keras lainnya. Komputer membaca instruksi (disebut “program”) dan melakukan apa yang anda minta,” jelasnya.

Untuk sensor, paparnya, suatu perangkat yang dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya perubahan pada besaran fisik yakni berupa gaya, tekanan, gerakan, cahaya, suhu, kelembaban, kecepatan, besaran listrik, dan fenomena yang lain

“Microcontroller, ESP32 adalah sebuah keluarga mikrokontroler berbiaya rendah yang dikembangkan oleh Espressif Systems, dengan fitur utama mengintegrasikan kemampuan Wi-Fi dan Bluetooth pada satu chip, menjadikannya sangat populer untuk proyek-proyek Internet of Things (IoT),” jelasnya.

Hampir 1 jam dia menjelaskan materi coding di hadapam mahasiswa semester 5 FMIPA UM. Dia memberikan penekanan perihal pembuatan media pembelajaran yang memanfaatan coding dalam memberikan pemahaman pada siswa.

“Sensor warna, sensor untuk parkir mobil di mall,” katanya.

Siswa Spemdalas GKB
Muhammad Zayyan Maulana saat memandu mahasiswa semester 5 UM (Tagar.co/Ichwan Arif)

Kelembaban Tanah

Usai kepala Spemdalas menjelaskan materi coding, sebelum sesi tanya jawab, siswa kelas IX Digital Technology Class Program (DTCP) Muhammad Zayyan Maulana menjelaskan media yang bernama Pemonitoringan Kelembaban Tanah.

Baca Juga:  Enam Guru Mugeb Lolos Wardah Inspiring Teacher Gen 8

Dengan menggunakan coding, siswa berkaca mata ini mengutarakan projek yang bernama Humimiyan dengan kegunaan sebagai pemonitoringan kelembaban tanah dengan hasil humimiyan.vercel.app.

Media Humimiyan dibuat menggunakan konsep IoT, di mana perangkat keras mengirimkan data ke cloud untuk diakses melalui suatu situs, dalam hal ini website. Perangkat kerasnya terdiri dari 2 macam, microcontroller dan sensor.

“Microcontrollernya adalah ESP32, dan sensor yang dipakai adalah Soil Capacative Sensor. Lalu, cloud yang digunakan adalah firebase database, dan untuk websitenya dihosting di vercel,” jelasnya.

Cara kerjanya, Hardware humimiyan membaca data kelembaban tanah dari sensor. Lalu, data yang didapat dikirimkan ke firebase untuk dibaca oleh website Humimiyan. Data yang sudah dikirim dan diterima di cloud akan dibaca dan ditampilkan di website Humimiyan yang dapat diakses di humimiyan.vercel.app.

Siswa Spemdalas
Muhammad Zayyan Maulana saat menjelaskan media yang bernama Pemonitoringan Kelembaban Tanah di hadapan mahasiswa semester 5 UM (Tagar.co/Ichwan Arif)

“Proses pembuatan, Humimiyan dikembangkan sebagai projek pribadi untuk mata pelajaran student project di sekolah. Dimana, saya diberikan waktu satu bulan untuk merancang alat dan membungkus produk sebelum nanti dinilai. Tema dari projeknya adalah kelautan, saya berpikir lembab tidaknya tanah pasti laut juga berkaitan. Maka terciptalah projek sederhana, Humimiyan,” jelasnya. (#)

Baca Juga:  Spemdalas Raih 5 Emas Olympicad VIII Makassar

Jurnalis Ichwan Arif.