Feature

Saat Prabu Minakjinggo Jadi Komandan Regu Upacara Rakyat di PCM Pakisduren

40
×

Saat Prabu Minakjinggo Jadi Komandan Regu Upacara Rakyat di PCM Pakisduren

Sebarkan artikel ini
Upacara Rakyat PCM Pakisduren Banyuwangi 1
Layaknya upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Negara Jakarta, Pimpinan Cabang Muhammadiyah beserta warga juga menggelar upacara yang dibuat mirip seperti yang ada di Jakarta (Rizkie Andri/Tagar.co)

Gelaran upacara rakyat layaknya di Istana Merdeka Jakarta. Hadir barisan barisan peserta yang mengenakan berbagai kostum dan pakaian yang menyesuaikan identitas. Ada juga sosok tokoh raja dari Blambangan

Tagar.co – Gempita peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan upacara detik-detik proklamasi seperti halnya di Istana Merdeka Jakarta, juga terasa sampai ke ujung timur Pulau Jawa.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakisduren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Warga di sana menggelar Upacara Rakyat, Ahad (17/8/2025).

Dilaksanakan di Lapangan Melati, Kelurahan Pakisduren. Tempat ini biasa dipakai untuk sarana olahraga tersebut. Kali ini disulap bak halaman Istana Merdeka lengkap dengan karpet merah dan terpasang tenda sebagai tempat peserta kehormatan.

Selain itu dilengkapi dengan panggung kehormatan untuk inspektur upacara dan berbagai ornamen hiasan bernuansa perang kemerdekaan seperti sepeda gayung yang dipakai pejuang revolusi.

Hadir dalam upacara rakyat HUT Ke-80 RI ini seluruh ortom yang ada di Pakisduren mulai dari PCM, PCA, PCPM, PCNA, KOKAM, IPM, IMM, HW, Tapak Suci setingkat cabang Pakisduren.

Baca Juga:  TKA Berjalan Tertib, Siswa Spemdalas Jalani Ujian dengan Semangat

Turut serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada seperti SD Muhammadiyah 2 Pakisduren, MTs Muhammadiyah serta MA Muhammadiyah 1 Pakisduren.

“Kami sebut upacara ini sebagai upacara rakyat, dan merupakan bentuk peran serta warga dalam memperingati kemerdekaan RI. Yang tidak hanya dilaksanakan oleh para ASN di lembaga atau kantor-kantor pemerintahan saja,” ujar pengarah upacara Supriyanto Suyatno.

Dia menjelaskan, sebagai bagian dari warga negara juga ingin melaksanakan seperti yang ada di Istana Negara Jakarta. Peserta upacara pun ada yang memakai pakaian adat nusantara, hingga ada yang menggunakan kostum kesenian seperti tokoh Prabu Minakjinggo.

“Selain warga Muhammadiyah Cabang Pakisduren, kita undang hadirkan dari Banser dan Pemuda Anshor PAC Pakisduren, juga ikut serta veteran pejuang kemerdekaan baik yang pernah ikut dalam ketentaraan maupun yang dulu pernah tergabung dalam pejuang Hizbullah,” tambahnya.

Inspektur Upacara Rakyat Sujanto, dalam amanahnya menyampaikan upacara ini layaknya di Istana Merdeka Jakarta.

“Di sini juga menghadirkan pasukan pengibar bendera dari Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Pakisduren. Mari jadikan momen peringatan kemerdekaan ini sebagai bentuk rasa syukur kita pada Allah, atas berkah Rahmat-Nyadan perjuangan pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Bersama Muhammadiyah mari kita isi kemerdekaan untuk membangun bangsa,” ajaknya.

Baca Juga:  Bidik Rp25 Miliar, Lazismu Gresik Dorong Inovasi Sosial dan Luncurkan Mobil Zakat Keliling
Upacara Rakyat PCM Pakisduren Banyuwangi 3
Salah seorang peserta upacara rakyat memakai kostum ala raja Blambangan, Prabu Minakjinggo dan menjadi komandan regu dalam barisan adat Nusantara dan seni daerah (Rizkie Andri/Tagar.co)

Prabu Minakjinggo

Gelaran upacara rakyat ini terasa makin lengkap dan meriah mirip seperti di Istana Merdeka Jakarta dengan kehadiran barisan peserta yang mengenakan berbagai kostum dan pakaian yang menyesuaikan identitas.

Dari ujung kanan barisan bapak-bapak yang menggunakan pakaian petani, hal ini menunjukkan identitas mereka yang sehari-hari beraktivitas di ladang dan sawah. Di samping mereka ada ibu-ibu yang menggunakan pakaian pengajian.

Barisan berikutnya ada adik-adik siswa SD, MTs dan MA Muhammadiyah yang menggunakan kostum pakaian nusantara. Mulai dari baju adat dari daerah Aceh hingg peserta dengan baju adat Papua. Di belakangnya juga ada peserta dengan memakai baju kesenian tradisional Banyuwangi.

Barisan ini menarik perhatian peserta lain karena dipimpin oleh komandan regu Prabu Minakjinggo, tokoh raja dari Blambangan yang mendampingi anggotanya dengan pakaian ala kerajaan. Azzam, salah seorang siswa dari SD Muhammadiyah 2 Pakisduren yang mengenakan kostum raja.

Di penghujung upacara rakyat peserta menghibur barisan kehormatan dengan tampilan paduan suara dengan sajian nyanyian lagu nasional dan daerah, serta parade barisan adat siswa Amal Usaha Muhammadiyah bidang Pendidikan. (#)

Baca Juga:  Pemanfaatan AI dalam Perspektif Islam Dibahas di Keputrian Spemdalas

Jurnalis Rizkie Andri. Penyunting Ichwan Arif.