Utama

Saat Indonesia Raya Menggema di Taiwan: Smamda Rayakan HUT RI di Dayeh University

23
×

Saat Indonesia Raya Menggema di Taiwan: Smamda Rayakan HUT RI di Dayeh University

Sebarkan artikel ini
Di ruang sederhana Dayeh University, Taiwan, lagu Indonesia Raya berkumandang penuh khidmat. Siswa Smamda Sidoarjo merayakan HUT Ke-80 RI dengan doa, tumpeng, dan rasa syukur yang mengikat hati pada tanah air.
Peserta Taiwan Summer Cump 202 Smamnda mnerayakan HUT Ke-80 Kemnerdeaka RI di Taiwan (Tagar.co/Khoirul Umam)

Di ruang sederhana Dayeh University, Taiwan, lagu Indonesia Raya berkumandang penuh khidmat. Siswa Smamda Sidoarjo merayakan HUT Ke-80 RI dengan doa, tumpeng, dan rasa syukur yang mengikat hati pada Tanah Air.

Tagar.co – Sabtu malam, (16/8/2025), ruang J423 lantai 4 Dayeh University, Taiwan, mendadak menjadi ruang rindu Tanah Air. Cahaya lampu yang terang berpadu dengan wajah-wajah sumringah murid SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo yang tengah mengikuti Summer Camp. Malam itu, perayaan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia berlangsung sederhana, namun sarat makna.

Acara tasyakuran dimulai dengan lantang suara Farah Aurellia Prasetya dan Keira Aeriona Susanto yang bertugas sebagai pembawa acara. Hadirin pun berdiri tegak. Dengan khidmat mereka menyanyikan Indonesia Raya, Sang Surya, dan Hymne Smamda.

Baca juga: Belajar Memasak di Taiwan, Siswa Smamda Sidoarjo Rasakan Bedanya

Di tanah rantau, gema lagu kebangsaan terasa lebih dalam—seakan melekat ke dada setiap peserta, mengikat mereka pada tanah air yang jauh di seberang laut.

Sambutan pertama disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Arief Hanafi. Dengan suara penuh perenungan ia mengingatkan, “Kita harus mensyukuri kemerdekaan ini dengan sepenuhnya rasa syukur. Di Palestina, beribadah dan belajar adalah kemewahan. Bahkan makanan pun kini sulit mereka dapatkan.”

Baca Juga:  Momen Ustaz Wijayanto Menunjukkan Ijazah Asli Alumnus UGM

Ia juga mengutip pesan Bung Karno bahwa musuh paling berat bukanlah penjajah asing, melainkan bangsa sendiri. Karena itu, katanya, kemerdekaan harus terus diisi dengan amal kebajikan. “Merdeka!” ujarnya lantang, disambut tepuk tangan para siswa.

Alful Musyrifah (kiri) guru pendamping Summer Camp saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Aqila Vierdan (Tagar.co/Khoirul Umam)

Kehangatan Pertemuan

Suasana bertambah hangat ketika Aqilas Vierdhan, Commissioner International Foundation Dayeh University, turut memberi sambutan. Pria asal Padang itu menyebut malam tersebut istimewa karena untuk pertama kalinya ia bertatap muka dengan siswa Smamda.

“Saya senang sekali menyambut adik-adik di kampus ini. Semoga kebersamaan ini memperkuat ikatan kita,” ucapnya penuh keramahan.

Usai sambutan, lagu Hari Merdeka dilantunkan bersama-sama. Beberapa siswi saling menggenggam tangan, bernyanyi dengan wajah berbinar. Ruang kelas sederhana itu berubah menjadi panggung kecil yang dipenuhi semangat nasionalisme.

Baca jug: Dayeh University Bangun Prayer Room untuk Mahasiswa Internasional

Acara ditutup dengan doa bersama. Dua tumpeng besar kemudian diserahkan secara simbolis kepada Aqilas sebagai tanda persahabatan. Suasana makin akrab ketika makan malam dimulai.

Ada yang sibuk bernyanyi lagu nasional, ada pula yang mengabadikan momen. Di sudut ruangan, tawa para siswa terdengar riang, seolah melengkapi rasa syukur yang memenuhi malam itu.

Baca Juga:  Sepuluh Stan Kantin Smamda Sidoarjo Kantongi Sertifikat Halal BPJPH

Meski jauh dari Tanah Air, perayaan sederhana di Dayeh University menghadirkan rasa kebersamaan yang hangat. Lagu, doa, dan tawa menjadikan Indonesia terasa begitu dekat di hati mereka. Malam itu, kemerdekaan tak hanya diperingati, tetapi juga dirayakan—dengan penuh syukur, di negeri Formosa. (#)

Jurnalis Naimul Hajar Penyunting Mohammad Nurfatoni