
Melalui pengajian bertema “Remaja Gaul tapi Syar’i”, siswa SMK Pemuda Krian memperkuat karakter dan akhlak di era media sosial.
Tagar.co — Di tengah derasnya arus digital yang memengaruhi gaya hidup generasi muda, siswa kelas XI SMK Pemuda Krian, berupaya memperkuat akhlak melalui pengajian rutin tahunan yang digelar pada Selasa (14/4/26) di Desa Kenep, Junwangi, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.
Mengusung tema “Remaja Gaul tapi Syar’i: Menjaga Akhlak di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para pelajar untuk memahami batasan pergaulan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Pengajian tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tetap relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada syariat.
Baca juga: Dari Raker ke Aksi Sosial, IPM SMK Pemuda Krian Perkuat Peran Pelajar Muhammadiyah
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan tertib, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, hingga tausiah yang disampaikan oleh Amam Fahrur, S.H., M.Pd., sebelum ditutup dengan doa bersama.
Dalam tausiahnya, Amam Fahrur mengulas makna Surah Al-Hujurat 13 yang menekankan pentingnya saling mengenal di tengah keberagaman. Ia menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk merendahkan satu sama lain, melainkan sarana untuk mempererat persaudaraan.
“Remaja boleh gaul, tetapi harus tetap menjaga akhlak sesuai syariat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena FOMO (fear of missing out) yang kerap memengaruhi perilaku remaja di era digital. Keinginan untuk selalu mengikuti tren tanpa pertimbangan, menurutnya, dapat menjerumuskan pada perilaku negatif, terutama dalam penggunaan media sosial.
Lebih lanjut, Ustaz Amam menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga moral bangsa. Ia mengingatkan bahwa lunturnya rasa malu dapat menjadi awal dari merosotnya akhlak generasi muda.
Sebagai penutup, para siswa diingatkan untuk menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan beramal, serta menghindari sikap malas atau mager yang dapat menghambat pengembangan potensi diri.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui pengajian ini, diharapkan para siswa mampu menjadi remaja yang tidak hanya aktif dalam pergaulan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berakhlak mulia di tengah tantangan era digital. (#)
Jurnalis Fransy Herani Putri Penyunting Mohammad Nurfatoni






