Feature

Preschool Ceria di SD Almadany: Siapkan Anak TK Hadapi Dunia Sekolah Dasar

43
×

Preschool Ceria di SD Almadany: Siapkan Anak TK Hadapi Dunia Sekolah Dasar

Sebarkan artikel ini
Yellow class yang terdiri dari siswa TK B antusias mengikuti kegiatan preschool di SD Almadany Sabtu (17/5/25) (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Tangis tak terdengar. Justru senyum dan tawa warnai langkah kecil anak-anak TK saat mengikuti program preschool di SD Almadany—belajar adab, kemandirian, dan cinta pada sekolah.

Tagar.co – Suasana ceria menyelimuti gerbang SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Gresik, Sabtu (17/5/2025) . Seratus lima siswa baru, bergandengan tangan dengan ayah dan bundanya, tampak antusias mengikuti kegiatan Preschool yang diselenggarakan oleh sekolah Islam terpadu ini.

Kegiatan Preschool ini diikuti oleh 40 siswa TK A dan 65 siswa TK B yang telah melakukan inden atau menitipkan nama untuk pendaftaran masuk SD Almadany. Mereka diajak mengenal dunia sekolah dasar secara lebih dekat melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.

Baca juga: Kejutan di Hari Pertama Ujian Akhir Muhammadiyah: SD Almadany Kedatangan Tiga Tamu Istimewa

Ketua Panitia sekaligus Koordinator Sistem Penerimaan Murid Baru SD Almadany, Izza Novitasari, menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak.

“SD Almadany senantiasa berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Salah satu upaya kami adalah melalui program Preschool ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Murid SD Almadany Belajar Proses Pengolahan Sampah di TPA Ngipik

Lebih dari sekadar pengenalan lingkungan sekolah, Preschool juga dirancang untuk membentuk karakter dasar siswa sejak dini. Program ini menekankan penguatan nilai adab, kemandirian, kreativitas, serta pendekatan tematik dan berbasis proyek.

“Anak-anak belajar secara aktif melalui metode yang sesuai dengan dunia mereka: bermain sambil belajar,” ujar Izza.

Kegiatan ini juga menjadi ruang transisi yang positif bagi calon siswa menuju jenjang sekolah dasar, sekaligus kesempatan bagi orang tua untuk memahami filosofi pendidikan yang diterapkan di SD Almadany.

“Kami ingin membangun sinergi antara keluarga dan sekolah demi tumbuh kembang optimal anak-anak,” tambahnya.

Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan mini outbond, dilanjutkan sesi perkenalan dan ice breaking. Setelah itu, para calon siswa mengikuti kelas experiential yang menghadirkan tantangan menghias donat sesuai kreasi masing-masing.

Donat yang sudah dihias kemudian dikonstruksikan dalam lembar kerja sederhana. Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama karya donat mereka sebelum pulang ke rumah dengan wajah puas dan bahagia.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen awal perkenalan, tetapi juga langkah strategis membangun kepercayaan diri, kenyamanan emosional, dan kesiapan sosial anak dalam menyongsong fase baru pendidikan mereka. (*)

Baca Juga:  Mengapa Muhammadiyah Selalu Tampak “Mendahului”?

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammmad Nurfatoni