Feature

Pergantian Tahun, Momen Tepat Untuk Evaluasi Amal

24
×

Pergantian Tahun, Momen Tepat Untuk Evaluasi Amal

Sebarkan artikel ini
Pergantian tahun menjadi momen yang tepat untuk melakukan muhasabah diri. Ustadz Sulaiman saat menyampaikan khotbah Jumat (Tagar.co/Agus Fawaid)
Pergantian tahun menjadi momen yang tepat untuk melakukan muhasabah diri. Ustadz Sulaiman saat menyampaikan khotbah Jumat (Tagar.co/Agus Fawaid)

Pergantian tahun menjadi momen yang tepat untuk melakukan muhasabah diri dan evaluasi amal. Allah SWT memberikan usia kepada manusia agar digunakan sebaik-baiknya dalam kebaikan atau hal yang membawa manfaat.

Tagar.co – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan Salat Jumat di Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom, Dusun Jatinom RT. 03 RW. 02, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (27/6/2025).

Kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid ini diikuti oleh seluruh jemaah dan dimulai tepat pukul 12.00 hingga 12.30 WIB.

Khotib sekaligus Imam pada kesempatan kali ini, Ustadz Sulaiman atau yang akrab disapa Ustadz Sul. Dia menyampaikan khotbah Jumat dengan penuh keteduhan dan sarat makna. Dalam khotbahnya, ia membuka dengan seruan syukur atas nikmat iman dan takwa.

“Alhamdulillah, kita masih diberikan nikmat iman dan takwa oleh Allah SWT. Semoga kita semua menjadi hamba yang selalu bersyukur dan semakin bertakwa,” ujar Ustadz Sul.

Bertepatan dengan momen Tahun Baru Islam, Ustadz Sul mengajak seluruh jemaah untuk bermuhasabah atau introspeksi diri. Merenungi amal dan dosa yang telah lalu, serta memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:  Nilasuwarna Blitar Eratkan Kebersamaan lewat Halalbihalal

“Awal kalender Islam ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Dalam Islam, kita mengenal 12 bulan komariah yang berdasarkan peredaran bulan, bukan matahari. Ini memudahkan kita dalam menentukan waktu ibadah,” jelasnya.

Momen Tepat untuk Bermuhasabah

Ia juga menyampaikan bahwa setiap pergantian tahun adalah momen yang tepat untuk melakukan muhasabah. Mengevaluasi amal perbuatan baik maupun buruk. Ustadz Sul mengingatkan agar usia yang diberikan Allah SWT digunakan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal.

“Seluruh waktu dan masa itu seperti berdagang. Jika tidak digunakan untuk kebaikan, maka akan merugi. Maka, niatkan semua karena Allah, manfaatkan usia sebagai anugerah dengan amal-amal yang membawa manfaat,” tegasnya.

Dalam khutbahnya, Ustadz Sul menyitir sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ. وَقِيلَ: فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Artinya: “Dikatakan: Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik? Beliau menjawab: Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Lalu ditanya lagi: Siapa manusia yang paling buruk? Beliau menjawab: Orang yang panjang umurnya namun buruk amalnya.” (HR. Tirmidzi).

Baca Juga:  Siar Ramadan di Masjid Nailur Roja Jatinom

Pesan tersebut menjadi penutup yang menggugah bagi para jemaah, untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan segera bertaubat atas kesalahan yang lalu.

“Semua anak cucu Adam pasti pernah melakukan kesalahan. Maka segeralah memohon ampun dan bertobat kepada Allah SWT. Mari kita bertekad menjadi pribadi yang lebih baik,” ajak Ustadz Sul.

Pelaksanaan salat Jumat berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Jemaah tampak serius menyimak khotbah dan menjalankan salat dengan tertib hingga selesai. (#)

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Nely Izzatul