
Momen pelepasan siswa di SMP Muhlas Ujungpangkah terasa istimewa tahun ini. Sembilan santri Pondok Pesantren MBS At-Taqwa berhasil lulus dengan hafalan Al-Qur’an hingga empat juz. Inilah awal dari lahirnya generasi Qurani yang tangguh.
Tagar.co – Mentari pagi menyapu halaman SMP Muhammadiyah 11 (Muhlas) Ujungpangkah, Gresik, dengan cahaya keemasannya. Di dalam gedung sekolah, suasana haru dan bahagia menyatu dalam momen pelepasan siswa kelas 9 serta kenaikan kelas 7 dan 8, Rabu (25/6/2025).
Acara ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan kelulusan perdana santriwan-santriwati Pondok Pesantren MBS At-Taqwa Gosari, mitra pendidikan keislaman SMP Muhlas. Dari total 23 siswa kelas 9 yang lulus, sembilan di antaranya merupakan santri MBS yang telah menghafal Al-Qur’an antara dua hingga empat juz. Hafalan ini mereka capai melalui bimbingan intensif Mudir Pondok Al-Ustaz Nafis Abdul Karim, Lc.
Baca juga:Semangat Kompetisi dan Kaderisasi Berkobar di Pembukaan Muhlas Competition
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhlas, Ir. Aminuddin, menyampaikan rasa syukur dan harapan. “Ilmu yang kalian dapatkan, baik agama maupun umum, adalah bekal hidup yang sangat penting. Santri mendapatkan nilai tambah karena juga dibekali pendidikan kepesantrenan. Pembelajaran di MBS sangat mendukung capaian akademik sekolah,” jelas Aminuddin.
Ia juga mengajak para wali murid untuk tak ragu menitipkan anak-anak mereka di Pondok Pesantren MBS At-Taqwa. “Pendidikan berasrama memberikan pembinaan yang lebih menyeluruh, terutama dalam pembentukan karakter dan akhlak,” imbuhnya.

Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gosari, H. Agus Muhammad Hasbi, S.P., turut memperkuat pesan moral kepada siswa. “Di mana pun kalian berada, bawa akhlakul karimah sebagai identitas seorang pelajar dan kader Muhammadiyah,” tuturnya singkat namun penuh makna.
Sementara itu, Ketua PCM Bungah, H. Suhali, M.Pd., yang hadir sebagai penceramah dalam acara ini, memberikan tausiah motivatif dengan mengutip Surah An-Nisa ayat 9.
“Kita ingin generasi Islam ke depan menjadi generasi yang kuat—bukan lemah. Lemah dalam akidah dan ilmu pengetahuan hanya akan membuat kita jadi penonton di tengah persaingan global. Maka dari itu, kuatkan akidah, perkuat ilmu, dan jadilah pelopor inovasi,” pesan Suhali, disambut anggukan para hadirin.
Acara pelepasan dan kenaikan kelas di SMP Muhlas kali ini bukan hanya tentang perpisahan, tetapi juga momentum menguatkan cita-cita bersama: mencetak generasi unggul, berilmu, dan berakhlak. (#)
Jurnalis Muhammad Khoirum Penyunting Mohammad Nurfatoni












