Feature

PCA Kebomas Gelar Kajian Pimpinan, Teguhkan Kepemimpinan Profetik dalam Gerakan Aisyiyah

309
×

PCA Kebomas Gelar Kajian Pimpinan, Teguhkan Kepemimpinan Profetik dalam Gerakan Aisyiyah

Sebarkan artikel ini
Hj. Nurfadlilah S.Pd, M.Pd saat menyampaikan materi Kepemimpinan Profetik dalam Islam di Rumah Tahfiz (Tagar.co/ Eli Syarifah)

Meski hari libur nasional, puluhan kader Aisyiyah Kebomas tetap mengikuti kajian kepemimpinan profetik sebagai bekal membangun kepemimpinan berkarakter dan berintegritas.

Tagar.co — Meski bertepatan dengan hari libur nasional, semangat 62 anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, tidak surut. Pada Kamis, 25 Desember 2025, mereka memadati Rumah Tahfiz Aisyiyah Kebomas untuk mengikuti Pengajian Pimpinan bertema Kepemimpinan Profetik dalam Islam.

Kegiatan ini menghadirkan Hj. Nurfadlilah, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, sebagai pemateri utama. Hadir pula jajaran pengurus harian PCA Kebomas, Ketua BPP, seluruh anggota majelis, serta utusan dari berbagai Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di wilayah Kebomas.

Baca juga: Menjadikan Maulid sebagai Muhasabah: Pengajian Rutin Jumat Siang PCA Kebomas

Ketua PCA Kebomas, Dra. Muassomah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa pengajian ini merupakan bagian dari ikhtiar pembekalan kepemimpinan sekaligus penguatan kaderisasi di lingkungan Aisyiyah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali para kader agar siap menjadi pemimpin yang berintegritas dan berkarakter, sekaligus memperkuat proses pengkaderan pimpinan di PCA Kebomas,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Soma itu.

Baca Juga:  Hari Ibu, Anggota Aisyiyah Mendominasi Peserta Kongres Perempuan

Dalam pemaparannya, Hj. Nurfadlilah mengingatkan bahwa meskipun tahun 2025 telah berada di penghujung, masa kepengurusan PCA Kebomas masih berlangsung hingga 2027. Artinya, masih terbuka ruang luas untuk menuntaskan dan mengoptimalkan berbagai program kerja.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kepemimpinan profetik merupakan konsep kepemimpinan yang meneladani nilai, karakter, dan misi para nabi, khususnya Nabi Muhammad Saw. Kepemimpinan ini tidak semata mengejar target atau kekuasaan, tetapi berakar kuat pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan.

Secara prinsip, lanjutnya, kepemimpinan profetik berpijak pada tiga misi utama kenabian: mengajak kepada kebaikan (amar makruf), mencegah kemungkaran (nahi mungkar), serta menegakkan iman dan takwa kepada Allah Swt.

Lebih jauh, HjNurfadlilah menguraikan empat sifat utama Rasulullah Saw. sebagai fondasi kepemimpinan profetik: sidik (jujur), amanah (dapat dipercaya), tablig (komunikatif), dan fatanah (cerdas dan visioner).

Ia juga memaparkan ciri-ciri kepemimpinan profetik yang menonjol, yakni berorientasi pada pelayanan (servant leadership), mengutamakan keteladanan dan akhlak, mengintegrasikan nilai spiritual, sosial, dan intelektual, serta mendorong transformasi manusia dan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga:  Dari Bojonegoro untuk Sumatra: Aisyiyah Salurkan Donasi Kemanusiaan Rp90 Juta

Dalam konteks pendidikan, konsep ini tampak nyata melalui keteladanan guru dan kepala sekolah, pengambilan keputusan yang berlandaskan keadilan serta kemaslahatan peserta didik, dan penguatan pendidikan karakter yang hidup dalam praktik, bukan sekadar slogan.

“Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang memanusiakan manusia, menegakkan nilai ilahiah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat dengan meneladani cara para nabi memimpin,” tegasnya.

Pengajian pimpinan ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta sebagai simbol komitmen memperkuat kepemimpinan Aisyiyah yang berlandaskan nilai-nilai kenabian.

Jurnalis Eli Syarifah Penyunting Mohammad Nurfatoni