Telaah

Nisa, Wanita yang Bagaimana?

308
×

Nisa, Wanita yang Bagaimana?

Sebarkan artikel ini
Apa arti nisa? Adakah sebutan lain bagi wanita selain nisa? Dalam konteks apa Al-Qur'an menyebut wanita dengan nisa?
Ilustrasi AI

Nisa, apa artinya? Adakah sebutan lain bagi wanita selain nisa? Dalam konteks apa Al-Qur’an menyebut wanita dengan nisa

Oleh Ustaz Ahmad Hariyadi, M.Si, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam An-Najah Indonesia Mandiri (STAINIM).

Tagar.co – Kata nisa diterjemah oleh bahasa Indonesia menjadi wanita atau perempuan. Terjemahan yang sama juga diberikan pada tiga kata berikut: nisaunsa, dan marah. Dengan melihat penggunaan masing-masing kata dalam Al-Quran, akan tampak perbedaan penekanan makna setiap kata. 

Kata nisa digunakan Al-Qur’an sebanyak 57 kali. Beberapa di antaranya: Al-Baqarah/2:231, An-Nisa’/4:176, Al Hujurat/49:11, dan lain-Iain. Kata nisa juga diabadikan Al-Qur’an sebagai nama surat, yaitu surat keempat, Surat An-Nisa. 

Penggunaan Kata Nisa dalam Al-Quran

1. Taharah (Bersuci) 

“… Jika kamu telah menyentuh nisa dan tidak ada air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bersih (Al-Maidah/5:6; baca juga An-Nisa’/4:43). Jika nisa’ sedang haid, jangan didekati hingga mereka suci (Al-Baqarah/2:222, baca juga Ath-Talaq/65:4). 

2. Busana 

“Dan nisa tua yang sudah tidak haid lagi, yang tiada ingin kawin lagi, boleh menanggalkan pakaian dengan tidak bermaksud menampakkan perhiasan…” (An-Nur/24:60) “… dan hendaklah wanita yang beriman menutupkan kain kudung ke dadanya dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau …” (An-Nur/24:31). 

Baca Juga:  Meneladani Kerendahan Hati para Nabi dan Rasul: Kunci Kemuliaan di Sisi Allah

Baca juga: Ihsan, Kisah Teladan sang Penggembala Kambing

3. Perkawinan 

“Janganlah kamu kawini nisa yang telah dikawini oleh bapakmu, kecuali pada masa yang telah lampau…” (An-Nisa’/4:22) “dan diharamkan juga kamu mengawini nisa yang telah bersuami …” (An-Nisa’/4:24). “Berikanlah maskawin kepada nisa yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan …” (An-Nisa’/4:4). 

4. Perceraian 

“Jika kamu menceraikan nisa (istrimu), lalu mereka mendekati masa idah-nya maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf pula.” (Al-Baqarah/2:231). “Tidak ada kewajiban membayar mahar kepadamu jika kamu menceraikan nisa (istrimu) sebelum kamu bercampur dengan mereka dan belum menentukan maharnya.” (Al-Baqarah/2:236). 

Baca jugaSabar dalam Suka dan Duka

5. Kasus Firaun 

“Mereka (Fir’aun dan pengikutnya) menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang nisa…” (Al-Baqarah/2:49; baca juga Al-A’raf/7:127,141; Ibrahim/14:6; Al-Qoshosh/28:4; dan Al-Mu’min/40:25).

6. Istri 

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan nisa (istrimu), mereka adalah pakaian bagimu dan kamupun pakaian bagi mereka …” (Al-Baqarah/2:187). 

Nisa (istrimu) adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu bagaimana saja kamu kehendaki …” (Al-Baqarah/2:223). 

Baca Juga:  Tiga Jalan dalam Al-Fatihah: Pilihan Hidup di Antara Nikmat, Murka, dan Kesesatan

Kedudukan dalam Keluarga

Dari beberapa penggunaan kata nisa di atas bisa dilihat bahwa nisa berarti wanita yang berkaitan dengan kedudukannya dalam keluarga. Nisa merupakan ibu dari anak-anaknya dan istri dari suaminya. Dialah yang menjadi pengelola dalam rumah tangganya. 

Di era globalisasi ini, sangat sulit mendapatkan seorang wanita yang berfungsi sebagai ibu dari anak-anaknya. Kasih sayang kepada anak diidentikkan dengan oleh-oleh yang dibawa pulang dari kantor atau besarnya biaya yang dikeluarkan untuk sekolahnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Telaah

Manusia lahir tanpa mengetahui apa-apa, namun dibekali tiga…