
Murid SD Almadany menikmati petualangan seru di Museum Pusat TNI AL. Dengan teknologi 4.0, mereka menjelajahi sejarah bahari, menyaksikan film 5D, dan melihat koleksi bersejarah Angkatan Laut.
Tagar.co – Petualangan seru penuh edukasi dirasakan oleh murid kelas V dan VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik saat menjelajahi Museum Pusat TNI AL, Senin (10/2/2025). Museum yang mengusung konsep kekinian ini memanfaatkan teknologi 4.0 untuk menghadirkan pengalaman bersejarah yang lebih interaktif.
Setibanya di museum, rombongan siswa disambut oleh tour guide, Syafira, yang kemudian mulai memandu mereka menyusuri jejak sejarah Angkatan Laut Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Museum Pusat TNI Angkatan Laut Jalesveva Jayamahe dibangun pada tahun 2022 di era kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Yudho Margono. Museum ini diresmikan pada Ahad (21/1/2024).
Baca juga: Pengalaman Tak Terlupakan Siswa SD Almadany Menjelajahi Kapal Legendaris TNI AL KRI Dewaruci
Berada di Jalan Raya Hang Tuah Nomor 1, Ujung Perak, Surabaya, museum yang berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare ini memiliki tiga fasilitas utama ruang pamer. Gedung Heritage dan Hanggar, Gedung Teater, serta Gedung Replika KRI R.E. Martadinata menjadi tempat eksplorasi menarik bagi para murid SD Almadany.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi mereka adalah saat memasuki Gedung Teater. Selama hampir 15 menit, mereka menyaksikan film 5D yang menggambarkan pertempuran di Laut Arafuru. Visualisasi yang imersif ini memberikan sensasi seolah-olah mereka ikut terlibat langsung dalam pertempuran tersebut.
Tak kalah menarik, Gedung Heritage, Hanggar, dan Gedung Replika KRI R.E. Martadinata menyimpan ratusan koleksi bersejarah. Koleksi tersebut meliputi barang pribadi tokoh TNI AL, persenjataan dari sebelum kemerdekaan hingga era modern, serta berbagai alutsista canggih Angkatan Laut.
Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi pesawat dan helikopter TNI AL. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Pesawat Gannet, yang pernah digunakan dalam Operasi Trikora dan Dwikora pada tahun 1960-an.
Baca juga: Petualangan Seru Siswa SD Almadany di Monumen Jalesveva Jayamahe
Bagi Amanda Putri R.A., kunjungan ke museum ini meninggalkan kesan mendalam. “Aku senang sekali! Museum ini berbeda dari museum biasa, karena sentuhan teknologi sangat terasa,” ujarnya penuh antusias.
Syafira, sang pemandu, menjelaskan bahwa museum ini memang dirancang dengan konsep modern berbasis teknologi 4.0. Tujuannya adalah untuk menarik minat generasi milenial dan Generasi Z agar lebih mengenal sejarah bangsa melalui pemanfaatan teknologi yang interaktif.
Dengan pengalaman yang begitu mengesankan, kunjungan ke Museum Pusat TNI AL ini menjadi perjalanan edukatif yang tak terlupakan bagi para murid SD Almadany. Mereka tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga merasakan langsung bagaimana teknologi dapat menghidupkan kembali kisah-kisah kepahlawanan bangsa di lautan. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni












