Feature

MIM 10 Klepek dan Lazismu Tebar Kebaikan di Sukosewu

41
×

MIM 10 Klepek dan Lazismu Tebar Kebaikan di Sukosewu

Sebarkan artikel ini
Sinergi MIM 10 Klepek dan Lazismu Sukosewu warnai Ramadan melalui bakti sosial bagi anak yatim dan lansia duafa sebagai wujud nyata pengamalan Al-Qur'an Surah An-Nisa.
Bakti sosial bagi anak yatim dan lansia duafa. (Tagar.co/Umi Rayhana)

Sinergi MIM 10 Klepek dan Lazismu Sukosewu warnai Ramadan melalui bakti sosial bagi anak yatim dan lansia duafa sebagai wujud nyata pengamalan Al-Qur’an Surah An-Nisa.

Tagar.co — Suasana halaman MI Muhammadiyah (MIM) 10 Klepek, Sukosewu, Bojonegoro, tampak lebih hangat pada Rabu, 5 Maret 2026. Puluhan warga berkumpul dengan gurat wajah penuh syukur. Pagi itu, pihak sekolah bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) PCM Sukosewu menyatukan langkah dalam aksi kemanusiaan bertajuk Bakti Sosial Berbagi Berkah.

Kegiatan ini bagian tak terpisahkan dari rangkaian Training Center (TC) Darul Arqam yang berlangsung sejak 3 hingga 6 Maret 2026. Bukan sekadar seremoni, acara ini menjadi panggung nyata bagi para siswa untuk melihat langsung bagaimana tangan-tangan kecil mereka bisa meringankan beban sesama.

Kepala MIM 10 Klepek, Ahmad Yani, S.Pd.I., menegaskan, sekolah memikul tanggung jawab besar untuk membentuk karakter siswa.  Tidak hanya melalui teori di papan tulis, tetapi juga praktik di lapangan. Menurutnya, berbagi sembako kepada tiga anak yatim dan 22 lansia dhuafa di wilayah Sukosewu adalah bentuk pendidikan kontekstual yang krusial.

“Kegiatan Bakti Sosial ini bertujuan sebagai syiar dakwah MIM 10 Klepek. Ini merupakan pendidikan krusial bagi semua siswa peserta TC Darul Arqam, sehingga pendidikan tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan saja,” ujar Ahmad Yani saat memberikan sambutan di tengah riuhnya acara.

Ia melanjutkan, aksi ini instruksi langsung dari langit. Beliau mengutip perintah Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 36 tentang kewajiban berbuat baik kepada orang tua, anak yatim, hingga orang miskin.

“Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,” tambahnya, mengingatkan pentingnya kerendahan hati dalam berderma di bulan Ramadan yang suci ini.

Baca Juga: Gebyar Ramadan Lazismu Sidoarjo Hadirkan Taman Lansia, Padukan Kajian dan Edukasi Kesehatan

Mempererat Ukhuwah dengan Masyarakat Sekitar

Senada dengan kepala sekolah, Siti Sriani, S.Pd., salah satu guru di MIM 10 Klepek, melihat acara ini sebagai jembatan emosional antara institusi pendidikan dan warga sekitar. Baginya, sekolah tidak boleh menjadi “menara gading” yang asing bagi lingkungannya sendiri. Melalui paket-paket sembako yang tersalurkan, ada doa dan harapan yang mengalir dari para penerima manfaat.

“Kami berharap kegiatan bakti sosial ini mempererat tali ukhuwah antara keluarga MIM 10 dan masyarakat. Semoga masyarakat semakin meminati dan mempercayai MIM 10 Klepek sebagai tempat mendidik putra-putri mereka,” ungkap Siti penuh harap.

Acara yang dipandu dengan apik ini menutup rangkaian pagi itu dengan senyum kolektif. Para lansia pulang membawa bingkisan, sementara para siswa pulang membawa pelajaran berharga tentang empati. Sebuah bukti bahwa di tangan generasi muda yang tepat, napas dakwah Muhammadiyah akan terus berembus segar di bumi Sukosewu. (#)

Jurnalis Umi Rayhana Penyunting Sayyidah Nuriyah