Feature

Menyatukan Hati dalam Ayat Suci: Budaya Membaca Al-Quran sebelum Rapat di SD Almadany

34
×

Menyatukan Hati dalam Ayat Suci: Budaya Membaca Al-Quran sebelum Rapat di SD Almadany

Sebarkan artikel ini
Suasana saat guru dan karyawan SD Almadany membaca Al-Quran (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Sebelum rapat koordinasi dimulai, para guru dan karyawan SD Almadany membiasakan diri membaca Al-Quran bersama. Tradisi ini menjadi sumber ketenangan dan inspirasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kebersamaan.

Tagar.co – Suasana tenang menyelimuti ruang rapat SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, pada Jumat (14/2/2025). Sebelum memulai rapat koordinasi mingguan, para guru dan karyawan telah berkumpul dengan satu tujuan yang sama: bersama-sama membaca Al-Quran.

Tradisi ini telah menjadi budaya di SD Almadany, di mana sebelum memulai diskusi terkait sekolah, hati dan pikiran terlebih dahulu disegarkan dengan lantunan ayat suci. Guru Al-Islam, Samsudin, S. Pd., dengan penuh ketenangan memimpin pembacaan ayat-ayat Al-Quran.

Baca juga: Yudisium UMG: Kepala dan Waka SD Almadany Sandang Gelar Magister

Setelah mengucapkan salam, ia mengingatkan kembali bacaan pekan lalu, “Terakhir kita telah membaca Surah Al-Baqarah Ayat 134, hari ini kita lanjutkan ke Ayat 135,” ucapnya sambil mengawali pembacaan tiga ayat pertama.

Secara bergantian, para guru pun melanjutkan pembacaan ayat berikutnya, masing-masing mengalunkan ayat dengan khidmat. Menariknya, para guru membaca Al-Quran melalui berbagai media. Ada yang menggunakan smartphone dengan aplikasi Muslim Pro Quran, Quran for Android, atau Quran Best, sementara yang lain memilih untuk membaca langsung dari mushaf.

Baca Juga:  Istikamah: Kunci Menjaga Ibadah agar Tidak Musiman

Kali ini, Kepala SD Almadany, Nur Aini, S.Pd., M.Pd., mengambil bagian dalam pembacaan langsung dari mushaf, semakin menguatkan kebersamaan dalam suasana spiritual yang menenangkan.

Hampir 15 menit berlalu, pembacaan Al-Quran pun selesai. Samsudin mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Suasana hati yang damai dan penuh keberkahan terasa di ruangan tersebut, seolah menjadi energi positif untuk menjalani kegiatan selanjutnya.

Rapat koordinasi mingguan pun dimulai. Faricha, penata usaha sekolah, mengambil alih jalannya acara dan menyerahkan sesi diskusi kepada Nur Aini. Rapat ini menjadi ajang penting bagi 26 guru dan karyawan sekolah untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan dalam sepekan serta membahas rencana kegiatan di pekan mendatang.

Dalam penyampaiannya, Nur Aini menekankan betapa pentingnya komunikasi yang baik antara guru, karyawan, wali murid, serta masyarakat sekitar. Baginya, sinergi yang harmonis ini akan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan di SD Almadany.

Tradisi membaca Al-Quran sebelum rapat bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan penyemangat bagi seluruh civitas akademika SD Almadany. Sebuah langkah kecil, namun penuh makna, dalam membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. (#)

Baca Juga:  Pasar Mini di Sekolah: ABC Day Latih Jiwa Wirausaha Murid SD Almadany

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni