Feature

Menahan Tangis di Lepas Kenang TK Aisyiyah 3 Sidoarjo 

31
×

Menahan Tangis di Lepas Kenang TK Aisyiyah 3 Sidoarjo 

Sebarkan artikel ini
Tangis yang tertahan dan doa tulus mewarnai Lepas Kenang TK ABA 3 Sidoarjo, cetak generasi cerdas berakhlak mulia. 
Para murid TK ABA 3 Bulusidokare, Sidoarjo, saat berada di atas panggung (Tagar.co/Haryanti Estuningdyah)

Tangis yang tertahan dan doa tulus mewarnai Lepas Kenang TK Aisyiyah 3 Sidoarjo, cetak generasi cerdas berakhlak mulia.

Tagar.co — TK Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Bulusidokare yang berada di bawah naungan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo, mengadakan acara Pentas Seni dan Lepas Kenang tahun ajaran 2024/2025.

Bertempat di Hotel Luminor, Sidoarjo, kegiatan mengusung tema “Mengukir Prestasi, Wujudkan Generasi Cerdas, Ceria, dan Berakhlak Mulia, Rabu (11/6/24).

Kegiatan tersebut sebagai ajang pelepasan anak-anak kelas B yang sudah menuntaskan pendidikannya dan hendak melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD).

Hall di Hotel Luminor disulap manis dan penuh balon khas anak-anak. Wali murid yang rata-rata masih berusia muda turut membantu menghias ruangan dan menyiapkan acara.

Penampilan cantik dari para murid yang imut dalam menyanyikan lagu Mars Sang Surya dan Mars Aisyiyah turut menyemarakkan acara.

Hafalan surat al-Kafirun oleh Ameera serta bacaan artinya dari Nayla kelas TK A menjadi pembuka. Sementara Ninis Jurifah SPd, kepala TK Aisyiyah 3, dalam sambutannya menyerahkan kembali pendidikan anak-anak yang sudah lulus kepada bapak-ibu wali murid. “Tahun ini TK Aisyiyah 3 meluluskan 36 murid, juga ada enam anak dari tingkat kelompok belajar (KB),” ujarnya.

Baca Juga:  Merayakan Kemanusiaan Era Digital di Masjid Mujahidin

Dengan suara serak menahan tangis, Bu Ninis memohon maaf kepada bapak-ibu wali murid yang mendampingi, jika selama pembelajaran para ibu guru melakukan kesalahan.

Enam Pondasi 

Di tempat yang sama, Pengawas Korwil Sidoarjo Didik Rustiawan S.Pd, menyampaikan enam kemampuan/ pondasi yang harus dimiliki, agar anak siap menghadapi pendidikan lanjutan. “Pertama adalah keterampilan mengenal nilai agama dan budi pekerti, kedua yakni keterampilan sosial dan bahasa, serta kematangan emosi menjadi yang ketiga,” ujarnya.

Lainnya, lanjut dia, ada pemaknaan cara belajar yang positif bahwa belajar itu asyik, kemudian perawatan diri, dan kemampuan kognitif.

Sementara Ketua PCA Sidoarjo Ir Haryanti Estuningdyah, dalam sambutannya menyitir QS Al Mujadilah ayat 11, yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Bu Yantie, sapaannya, menekankan begitu penting dan mulianya ilmu. “Sehingga kita perlu untuk mendorong anak-anak mencintai ilmu, agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Di akhir, ada doa yang dipanjatkan agar anak-anak menjadi saleh-saleha, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara. “Semoga semua ibu guru diberi kesehatan, rezeki yang melimpah, serta pahala yang berlipat oleh Allah SWT,” harap Haryanti.

Baca Juga:  Di Balik Tangis Zafran, Ada Doa yang Tak Pernah Putus

Sumbangan dispenser juga diberikan para wali murid yang tergabung dalam Iwama atau Ikatan Wali Murid untuk TK Aisyiyah 3 Bulusidokare Sidoarjo. (#)

Jurnalis Haryanti Estuningdyah. Penyunting Darul Setiawan.