Feature

Lazismu Diaudit, Bukan Sekadar Mencari WTP

13
×

Lazismu Diaudit, Bukan Sekadar Mencari WTP

Sebarkan artikel ini
Lazismu se-Jawa Timur mengikuti audit nasional selama tiga hari, Selasa-Kamis (7-10 Juli 2025).
Penutupan audit Lazismu se Jawa Timur secara online, Kamis, 10 Juli 2025. (Tagar.co/Kuswantoro)

Audit tidak hanya mengejar WTP, tapi membangun lembaga zakat tepercaya, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tagar.co – Lazismu se-Jawa Timur mengikuti audit nasional selama tiga hari, Selasa-Kamis (7-10 Juli 2025).

Audit menggandeng Kantor Akuntan Publik (KAP) Jojo Sunarjo dan Rekan sebagai pihak independen yang dipercaya Lazismu Pusat.

Audit ini bukan sekadar rutinitas administrasi tahunan. Bagi para pengelola lembaga zakat, ini adalah ikhtiar menjaga transparansi, profesionalitas, dan kepercayaan publik atas dana umat yang dikelola.

Penutupan audit dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari, Kamis (10/7/2025).

Dalam forum itu hadir Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Bidang Lazismu dan Ekonomi, Hidayaturohman.

Dia menegaskan, audit tidak boleh dimaknai sebagai ajang justifikasi semata.

“Audit ini kita harapkan bukan sekadar justifikasi,” ujar Hidayaturohman. “Namun menjadi alat akuntabilitas. Kita ingin menemukan langkah-langkah perbaikan yang nyata, dan audit bisa menjadi pintu awalnya.”

Ia menambahkan, akuntabilitas adalah amanah besar. Ia menaruh harapan kepada seluruh Lazismu daerah agar tak hanya mengejar hasil terbaik, tetapi benar-benar menjadikan proses audit sebagai refleksi bersama.

Baca Juga:  Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

“Kita tidak hanya mengejar WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tapi membangun lembaga zakat yang tepercaya, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah,” tandasnya.

Senada dengan itu, Direktur Lazismu Lumajang, Said Romdhon, menyampaikan syukur atas partisipasi Lazismu Lumajang dalam proses audit nasional ini.

“Syukur alhamdulillah, Lazismu Lumajang kembali bisa mengikuti audit yang diselenggarakan oleh Lazismu Pimpinan Pusat. Ini adalah tahun kelima kami menjalani audit eksternal bersama KAP,” ungkapnya.

Ia menegaskan, seluruh transaksi dan pelaporan diupayakan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menjadi bagian dari komitmen lembaga zakat kepada para donatur dan masyarakat luas.

“Setiap transaksi insyaallah bisa dibuktikan, dan ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada para donatur. Mohon doa, semoga audit kali ini berjalan lancar dan Lazismu Lumajang kembali meraih predikat WTP,” ucapnya penuh harap.

Said juga mengapresiasi kerja keras para pengurus dan eksekutif Lazismu se-Jawa Timur yang telah bersungguh-sungguh mengikuti proses audit.

Menurutnya, audit hanya akan bermakna jika semua pihak bersedia membuka diri, belajar dari kekurangan, dan berkomitmen memperbaiki diri ke depan.

Baca Juga:  Tarhib Ramadan dalam Bayangan Asap Semeru

Audit bukan akhir dari sebuah cerita. Di balik angka dan laporan keuangan, tersimpan niat tulus untuk menjaga amanah umat. Di balik grafik dan tabel, ada wajah-wajah mustahik yang menggantungkan harapan pada lembaga zakat yang jujur dan amanah.

Para amil terus belajar menjadi lebih baik. Bukan demi pujian, melainkan demi keberkahan yang tak kasat mata tapi sangat nyata bagi mereka yang merasakan uluran tangan lembaga zakat yang bertanggung jawab. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto