Feature

Langkah Kecil Siswa SD Almadany, Harapan Besar Indonesia Bersih 2029

16
×

Langkah Kecil Siswa SD Almadany, Harapan Besar Indonesia Bersih 2029

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Almadany berseragam Hizbul Wathan memungut sampah di jalan Perumahan Griya Karya Giri Asri Kedanyang, Kebomas, Gresik, lingkungan sekitar sekolah dalam rangka World Cleanup Day 2025, Jumat (3/10/2025), Gresik. (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Barisan siswa SD Almadany dengan seragam Hizbul Wathan memungut sampah di jalan kampung. Aksi sederhana ini bagian dari World Cleanup Day 2025 menuju Indonesia Bersih 2029.

Tagar.co – Di sebuah jalan Perumahan Griya Karya Giri Asri Kedanyang, Kebomas, Gresik, barisan siswa SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) tampak sibuk memungut sampah, Jumat (3/9/25).

Berseragam Hizbul Wathan, mereka bergerak berkelompok sambil membawa kantong plastik hitam. Ada yang menyapu dedaunan di bawah pohon, ada pula yang menyisir selokan kecil dan mengangkut sampah ke titik kumpul. Suasana kebersamaan itu sederhana, tetapi menyimpan pesan kuat: menjaga lingkungan dimulai dari aksi kecil.

Baca juga: SD Almadany Mengubah Ujian Jadi Pengalaman Bermakna: Dari Antarktika ke Rumah Idaman

Pemandangan itu bukan sekadar kegiatan rutin sekolah. Aksi bersih-bersih siswa SD Almadany menjadi bagian dari rangkaian World Cleanup Day 2025—sebuah gerakan global yang berlangsung sejak 20 September lalu.

Tahun ini, jutaan orang di 211 negara turun tangan membersihkan lingkungan, termasuk lebih dari 114 juta relawan dari berbagai penjuru dunia.

Baca Juga:  Belajar di Tengah Alam, SDM 4 Zamzam Sidoarjo Serap Pengalaman di SD Almadany

Gerakan Lokal di Gresik

Di Gresik, gaung World Cleanup Day terasa sejak pertengahan September. Dinas Lingkungan Hidup menggerakkan pegawai dan masyarakat membersihkan ruang publik, termasuk aksi besar di TPA Ngipik pada 20 September.

Gelombang kegiatan itu berlanjut pada Jumat (3/10/2025), ketika sekolah, kampus, komunitas, dan warga di berbagai kecamatan serentak melakukan bersih-bersih.

SD Almadany menjadi salah satu sekolah yang menyiapkan aksi terstruktur. Siswa kelas 1–3 fokus di area sekolah, kelas 4 bergerak ke RT 7, kelas 5 membersihkan RT 6, sedangkan kelas 6 turun ke RT 5 dan akses jalan masuk sekolah. Dengan peran yang berbeda, setiap anak belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Mari bersama jadikan aksi ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi gerakan nyata menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi timbulan sampah, dan mewujudkan Gresik yang lebih bersih serta sehat menuju Indonesia Bersih 2029,” ungkap Kepala SD Almadany Lilik Isnawati, S.Pd, M.Pd.

Dukungan Muhammadiyah

Gerakan ini mendapat dorongan kuat dari Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MLH PDM) Gresik. Dalam surat edarannya tertanggal 30 September 2025, MLH meminta seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah melaksanakan aksi bersih serentak.

Baca Juga:  Kesegaran Selasih di Tepi Kebun Almadany Usai PSAJ

Panduan yang diberikan sederhana tetapi penting: membersihkan kelas, halaman, taman, dan selokan; memilah sampah organik, anorganik, serta B3; memberi edukasi tentang gaya hidup ramah lingkungan; hingga mendokumentasikan kegiatan sebagai inspirasi.

“Kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian bumi,” ujar Ketua MLH PDM Gresik, Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si.

Tantangan Nasional

Adi menjelaskan, kegiatan bersih-bersih di tingkat lokal menjadi semakin relevan jika menengok kondisi nasional. Indonesia menghasilkan 33,6 juta ton sampah per tahun, dengan hampir 40 persen belum terkelola dengan baik. Tahun 2024, timbunan sampah tercatat 31,9 juta ton, dan hanya 63,3 persen yang berhasil dikelola.

Jenis sampah terbanyak adalah sisa makanan (39,35 persen), disusul plastik (19,64 persen), kayu dan ranting (12,63 persen), serta kertas dan karton (11,14 persen). Meski Indonesia sudah turun dari peringkat kedua menjadi kelima penghasil sampah dunia, masalahnya masih besar dan butuh langkah serius dari semua pihak.

Baca Juga:  Parcel Lebaran dari Wali Murid Hangatkan Kebersamaan Guru SD Almadany

Menuju 2029

Lilik Isnawati menjelaskan, gerakan kecil yang dilakukan siswa SD Almadany menjadi simbol penting. Dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga gang kampung, mereka belajar arti kepedulian lingkungan.

“Dalam konteks World Cleanup Day 2025, aksi sederhana itu memberi harapan bahwa mimpi Indonesia Bersih 2029 bisa diraih jika gerakan kecil diperbanyak dan dilanjutkan,” ujarnya.

Dari Gresik hingga ke berbagai penjuru dunia, pesan yang sama bergema: membersihkan bumi bukanlah tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni