
Kisah Negeri Saba antarkan Nayla Nuha Azzahra Rusuli meraih juara I lomba dai cilik. Walau saat latihan sempat terjadi drama, namun berkat kesabaran ibu guru dan dukungan orang tua, ia berhasil membawa pulang piala.
Tagar.co – Bahagia dan sumringah tampak di raut waja Nayla Nuha Azzahra Rusuli. Siswi PAUD Aisyiyah I Sedayulawas, ini berhasil meraih juara I lomba dai cilik yang digelar Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Brondong, Lamongan, Jawa Timur.
Karena meraih juara I, Nayla pun didapuk untuk tampil dalam Resepsi Milad Ke-108 Aisyiyah yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong, Lamongan, Rabu (8/7/2025).
Mengenakan gamis warna coksu lengkap dengan jilbabnya, Nayla membawakan ceramah tentang kisah Negeri Saba. Ia pun mengawali pidato dengan pantun.
Mentari senja telah tenggelam
Hujan turun telah terjatuh
Kuawali pidato dengan salam
Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Disaksikan langsung Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, Dra. Hj. Diyana Mufidati, S.Ag., Nayla tampil penuh percaya diri. Usai melantunkan ucapan sukur dan selawat, ia pun bertanya kepada seluruh peserta yang hadir.
“Hadirin.. Nayla mau tanya nih. Maukah hadirin hidup di sebuah negara yang masyarakatnya damai, rukun, adil makmur dan sejahtera? Mau apa sangat mau?” tanyanya kepada seluruh yang hadir, lantas banyak yang menjawab sangat mau.
“Kalau sangat mau, izinkan saya menyampaikan pidato tentang sebuah negara yang digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Tentang negara yang baldatun tayibatun wa rabbun gafur,” imbuhnya.
Negeri Saba Dipimipin Ratu Bilqis
Dengan lancar, ia pun membaca Al-Qur’an surat Saba ayat 15.
لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌۚ جَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗۗ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ
Nayla menjelaskan, bahwa ayat tersebut mengisahkan tentang sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Ratu Bilqis, istri Nabi Sulaiman AS. Negara tersebut berada dalam kenikmatan yang luar biasa. Kelimpahan rejeki, tanaman-tanaman dan buah-buahan yang melimpah ruah, keberkahan hidup Allah limpahkan terhadap negeri itu.
“Masya Allah, alangkah indahnya jika kita bisa hidup dalam sbuah negara yang digambarkan oleh Allah dalam Surat Saba’ tersebut. Lalu bagaimana agar kita bisa mewujudkan negara yang baldatun tayibatun warabbun gafur?” tanyanya.
Ia pun kembali mengutip firman Allah dalam Surat Al A’raf ayat 96, yang memiliki arti “Dan sekiranya penduduk negeri itu mau beriman dan bertakwa, pasti akan kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”
Dengan tema Milad Ke-108 Aisyiyah yakni Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Tayibah Menuju Ketahanan Nasional, Nayla pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama, baur membaur membangun sebuah negara dengan memperkokoh ketahanan pangan yang berlandaskan iman dan takwa.
“Mudah-mudahan Indonesia menjadi negara yang baldatun thayibatun wa rabbun gafur.. Aamiin….” kata putri dari pasangan Afif Nasrudin Rusuli, S.Kep., Ns. dan Alfi Rohmatus Sholihah ini.
Di hadapan 400 lebih peserta, Nayla mengakhiri pidato dengan permohonan maaf. “Cukup sekian pidato yang saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekhilafan, sesungguhnya kebenaran itu hanya milik Allah semata,” ucapnya.
Drama Minta Mik yang Bersuara
Sementara itu, Kepala PAUD Aisyiyah I Sedayulawas yang juga pembimbing Nayla, Jayidatul Imaroh mengaku kurang lebih butuh waktu 3 pekan untuk melatih Nayla mengikuti lomba ini.
“Kendala yang dihadapi secara keseluruhan tidak ada. Karena Alhamdulillah anaknya sudah mandiri, mudah diarahkan, dan termasuk anak yang cepat menghafal,” ucap Datul.
Hanya saja, karena masih anak-anak, terkadang muncul agak rewelnya. “Contohnya pas latihan. Saat itu anaknya minta mik yang bersuara, namun saat itu mik masih dipakai untuk latihan lomba yang lain. Akhirnya anaknya tidak mau melanjutkan, kemudian latihan pun saya hentikan,” kenang Datul.
Sebagai kepala sekolah, dia mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih Nayla. Menurutnya, ini membuktilan bahwa PAUD Aisyiyah 1 Sedayulawas merupakan lembaga yang tidak perlu diragukan kualitasnya.
“Tentu juga dibalik itu ada orang tua yang hebat sebagai madrasah pertama untuk anaknya. Oleh karena itu, saya juga sampaikan trerima kasih kepada Ayah dan Ibu Nayla atas kerjasamanya,” pungkas Datul. (#)
Jurnalis Nely Izzatul












