Feature

Goweser Nonton Film Perjuangan dan Upacara Agustusan  

307
×

Goweser Nonton Film Perjuangan dan Upacara Agustusan  

Sebarkan artikel ini
Goweser berkumpul mengadakan nonton bareng film Suwandak dan upacara hari kemerdekaan di lapangan Sumbersuko.
Anggota Sahabat Gowes Nusantara upacara bendera 17 Agustus di Lapangan Lapangan Klumprit, Desa Sumbersuko, Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Goweser berkumpul mengadakan nonton bareng film Suwandak dan upacara hari kemerdekaan di lapangan Sumbersuko.

Tagar.co – Sahabat Gowes Nusantara (SGN) menggelar upacara bendera di Lapangan Klumprit, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Ahad (17/8/2025).

Seratus goweser hadir mengenakan seragam olahraga. Lapangan itu menjadi saksi ketika bendera merah putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Mulai tadi malam rangkaian kegiatan sudah kita buka dengan pemutaran film perjuangan Kapten Suwandak. Ini untuk mengenang perjuangan orang-orang Lumajang melawan penjajah,” ujar Zainal Abidin, Ketua SGN yang akrab disapa Bang Zen.

Film Kapten Suwandak yang ditonton bersama itu terasa spesial. Beberapa goweser yang menjadi pemeran di film itu juga hadir sebagai peserta upacara. Seperti Sulary, Man Cik, Iksan Akenyot, dan Isac.

“Jadi ada ikatan emosional tersendiri, karena tokoh perjuangan lokal itu sekaligus dekat dengan kami,” jelas Bang Zen.

Ia menambahkan, upacara ini bukan sekadar simbol peringatan hari kemerdekaan. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pesepeda di Lumajang.

Baca Juga:  Pelatihan Beternak Cacing Digelar MPM

“Selain memperingati kemerdekaan ke-80, kami ingin menjadikan kegiatan ini wadah untuk kebersamaan goweser,” katanya.

Koordinator acara, Jalu Rohadi, dari Sumbersuko Cycling Club (SCC) anggota SGN, menyampaikan, persiapan rangkaian upacara ini telah dipersiapkan sejak awal bulan Agustus.

“Harapannya tahun depan bisa lebih banyak pesertanya dan lebih meriah,” ujarnya.

Jalu menambahkan, pemilihan Lapangan Klumprit dengan pertimbangan, seperti rumah peserta lebih dekat, lokasi cukup luas untuk kegiatan, sering dipakai event besar gowes Lumajang, dekat dengan tugu peluru. Tugu ini monumen perjuangan arek-arek Lumajang mengusir penjajah.

Dia menyampaikan terima kasih kepada teman-temannya yang telah hadir. ”Cara ini jadi bagian kecil kami dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.

Pembina upacara Nugroho Dwi Atmoko, Ketua Forum Komunikasi Goweser Lumajang.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara. “Goweser tidak hanya suka mengikuti event-event gowes, melainkan juga punya rasa cinta tanah air serta penghormatan terhadap jasa para pahlawan kemerdekaan,” ucapnya.

“Kita sadar tanpa perjuangan para pahlawan, mungkin hari ini kita tidak bisa menikmati kemerdekaan yang kita rasakan sekarang. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, bermakna, dan bermanfaat untuk orang lain,” katanya.

Baca Juga:  Gunung Semeru Tenang Lagi, Warga Masih Waspada

Ia menegaskan, generasi sekarang hanya tinggal melanjutkan perjuangan dan tidak perlu lagi mengorbankan darah dan nyawa seperti para pendahulu.

“Oleh karena itu, mari kita jaga Ibu Pertiwi untuk keberlanjutan anak cucu kita di masa yang akan datang,” ujarnya.

Nugroho juga mengingatkan tantangan baru di era teknologi informasi. “Saat ini yang kita lawan bukan lagi penjajah, melainkan informasi hoaks yang bertujuan mengadu domba kelompok masyarakat, termasuk komunitas gowes,” katanya.

Ia mengimbau agar para goweser bijak menyikapi arus informasi. “Kalau ada berita masuk ke handphone kita, mohon dibaca dan dicermati dulu. Jangan asal share,” ujarnya.

“Saya bangga kepada teman-teman semua dengan kekompakan yang bisa kita bangun bersama sehingga acara hari ini bisa terlaksana dengan baik dengan iuran bersama,” ujarnya. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto

Goweser Lumajang peserta upacara di Lapangan Lapangan Klumprit, Desa Sumbersuko. (Tagar.co/Kuswantoro)