
Di Maarif Institute, Jakarta, Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi menyerahkan terjemahan bahasa Arab buku Buya Syafii Maarif, langkah strategis memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang inklusif ke Timur Tengah.
Tagar.co – Di sebuah ruangan yang dindingnya menampilkan identitas Maarif Institute, Dubes RI untuk Tunisia, H.E. Zuhairi Misrawi, berdiri berhadapan dengan Direktur Eksekutif Maarif Institute, Andar Nubowo.
Keduanya tersenyum saat memegang bersama sebuah buku bersampul dominan merah-putih bertulisan Arab, Al-Islām fī Siyāq al-Khuṣūṣiyyah al-Indūnīsiyyah wa al-Insāniyyah (Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan).
Di belakang mereka, layar besar menayangkan agenda acara penyambutan Dubes Zuhairi dan penyerahan buku terjemahan ini.
Penyerahan pada Jumat (8/8/2025) tersebut menandai puncak inisiatif yang digagas setahun lalu, bertujuan memperkenalkan gagasan Buya Syafii Maarif—tentang Islam yang moderat, membumi dalam konteks keindonesiaan, dan menjunjung nilai kemanusiaan universal—kepada khalayak yang lebih luas di Timur Tengah.
Zuhairi, yang berperan ganda sebagai diplomat dan penerjemah buku, menyebut momen ini sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan intelektual Buya Syafii.
“Hari ini, tepat satu tahun semenjak bincang santai tentang rencana penerjemahan buku ini. Saya serahkan secara resmi ke Maarif Institute sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan pemikiran Buya Syafii,” ujarnya.
Bagi Zuhairi, penerjemahan ini lebih dari sekadar alih bahasa. Ia memandangnya sebagai bagian dari diplomasi gagasan untuk menampilkan wajah Islam Indonesia yang inklusif di mata dunia Arab.
“Ini bukan sekadar terjemahan buku, tetapi bagian dari diplomasi Islam Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kita ingin agar dunia Arab bisa mengenal bagaimana pemikiran Islam Indonesia,” tegasnya.
Andar Nubowo menyambut gembira rampungnya proyek ini dan menilai peran Zuhairi sangat krusial.
“Maarif Institute mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Dubes Zuhairi Misrawi. Ini merupakan bagian penting dari program kami, yaitu internasionalisasi gagasan besar Buya Syafii Maarif,” ungkapnya.
Buku terjemahan ini akan segera didistribusikan kepada kalangan intelektual dan akademisi di Timur Tengah. Sejumlah media di kawasan itu juga akan menggelar bedah buku, membuka ruang diskusi lintas budaya dan pemikiran.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pemikiran Islam global dan mempererat hubungan kultural dengan dunia Arab. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












