Telaah

Benarkah Takdir Diperbarui tiap Bulan Syakban?

25
×

Benarkah Takdir Diperbarui tiap Bulan Syakban?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI

Beredar keyakinan jika ajal, umur, dan rezeki ditetapkan di bulan Syakban. Benarkah? Simak penjelasan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, serta bedanya dengan ketetapan di malam Lailatulqadar.

Telaah oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PCM Bergas, Kabupaten Semarang.

Tagar.co – Bulan Syakban adalah salah satu bulan mulia dalam Islam. Namun, ada beberapa keyakinan yang berkembang di masyarakat tanpa didasari dalil kuat dari Al-Qur’an dan Hadis.

Salah satunya adalah anggapan bahwa ajal, umur, dan rezeki manusia ditetapkan secara khusus pada bulan Syakban. Keyakinan ini tidak memiliki landasan dalil sahih dan bertentangan dengan konsep takdir dalam Islam.

Baca juga: Keutamaan Ayat Kursi: Perlindungan Ilahi sebelum Tidur

Takdir Telah Ditetapkan sejak Azali

Dalam Islam, segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan manusia—umur, rezeki, dan ajal—telah ditentukan oleh Allah Swt. sejak zaman azali, yaitu sebelum penciptaan langit dan bumi. Allah Swt. berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ  

Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadid: 22)

Baca Juga:  Drama Semalam di IGD

Ayat ini menegaskan bahwa segala ketetapan Allah Swt. telah tercatat di Lauh Mahfuzh sebelum dunia diciptakan.

Ketetapan Allah Tercatat di Lauhulmahfuz

Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al-Ash:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ  

Artinya: “Allah telah menetapkan takdir seluruh makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, dan ‘Arsy-Nya berada di atas air.” (H.R. Muslim No. 2653)

Hadis ini menunjukkan bahwa segala sesuatu, termasuk ajal, umur, dan rezeki manusia, telah ditentukan jauh sebelum penciptaan alam semesta. Oleh karena itu, keyakinan bahwa ketetapan ini baru diputuskan setiap bulan Syakban adalah keliru.

Makna Malam Nishfu Syakban

Sebagian orang beranggapan bahwa pada malam Nishfu Syakban, Allah Swt. menetapkan takdir hamba-Nya untuk satu tahun ke depan. Pendapat ini tidak memiliki dasar kuat dalam syariat Islam.

Yang benar, ketetapan mengenai umur dan rezeki (untuk satu tahun ke depan) terjadi pada malam Lailatulqadar di bulan Ramadan. Allah Swt. berfirman:

Baca Juga:  Curhat Hanya kepada Allah

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Artinya: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 4)  

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan takdir tahunan dicatat pada malam Lailatulqadar, bukan malam Nishfu Syakban.

Kesimpulan

  1. Ajal, umur, dan rezeki manusia telah ditentukan oleh Allah Swt. sejak zaman azali di Lauhulmahfuz.
  2. Tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa ketetapan takdir manusia diperbarui setiap bulan Syakban.
  3. Malam Lailatulqadar di bulan Ramadan adalah malam di mana ketetapan tahunan dicatat, bukan Nishfu Syakban.
  4. Sebagai muslim, kita harus berhati-hati dalam menerima informasi keagamaan dan memastikan keyakinan kita bersumber dari dalil yang sahih.

Semoga kita semua diberi pemahaman yang benar dalam menjalankan ajaran Islam dan senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunah. Wallahu a’lam. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni