
Melalui program Orang Tua Mengajar, siswa kelas IX Spemdalas belajar kepemimpinan transformasional langsung dari praktisi, menanamkan nilai teladan, tanggung jawab, dan keberanian berubah sejak dini.
Tagar.co — SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur, menegaskan komitmennya dalam membangun karakter siswa melalui kolaborasi aktif antara sekolah dan keluarga. Hal itu tercermin dalam kegiatan Orang Tua Mengajar (OTM) yang digelar Selasa (13/1/2025), pukul 08.00–09.00 WIB, di Kelas IX Istanbul.
Kegiatan tersebut menghadirkan Camat Gresik, Jalesvie Triyatmoko, S.S., yang juga merupakan orang tua dari ananda M. Akthar Tsaqif Fakhrullah, sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi tentang kepemimpinan transformasional, sebuah konsep kepemimpinan yang relevan dengan tantangan generasi muda masa kini.
Baca juga: Spemdalas Lolos Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah, Dua Guru dan Enam Siswa Terpilih
Dalam pemaparannya, Jalesvie menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional bukan sekadar soal jabatan, melainkan tentang kemampuan menginspirasi, menggerakkan perubahan, dan mengembangkan potensi orang-orang di sekitarnya.
“Di tengah perubahan yang cepat, pemimpin harus mampu menginspirasi, menggerakkan perubahan, dan mengembangkan potensi orang-orang di sekitarnya,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia menekankan bahwa setiap individu sesungguhnya dapat menjadi pemimpin, dimulai dari kepemimpinan atas diri sendiri. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memberi teladan, komunikatif, terbuka terhadap perubahan, serta peduli pada pengembangan orang lain.
“Pemimpin yang baik itu tidak hanya memimpin, tetapi juga membimbing dan menguatkan orang-orang di sekitarnya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Jalesvie menguraikan empat komponen utama kepemimpinan transformasional, yakni keteladanan, motivasi inspiratif, dorongan berpikir kritis dan kreatif, serta perhatian terhadap kebutuhan individu.
“Setiap orang itu unik, maka pemimpin perlu memahami dan membimbing sesuai potensinya masing-masing,” katanya.
Suasana kelas berlangsung hidup. Sesi diskusi dan tanya jawab membuat siswa aktif menyampaikan pandangan dan refleksi mereka. Salah satu siswa Kkelas IX Istanbul, Muhammad Zayyan Maulana, mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang makna kepemimpinan.
“Saya jadi paham bahwa kepemimpinan itu dimulai dari diri sendiri, dari disiplin, tanggung jawab, dan sikap yang baik,” tuturnya.
Wali kelas IX Istanbul, Rizky Mutiara Citra Ayuti, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai program Orang Tua Mengajar memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran.
“Materinya sangat relevan untuk penguatan karakter siswa dan semakin bermakna karena disampaikan langsung oleh praktisi,” ungkapnya.
Dia berharap nilai-nilai kepemimpinan transformasional dapat tertanam kuat dalam diri siswa dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. (#)
Jurnalis Desy Suryani Penyunting Mohammad Nurfatoni












