
Dalam dua jam, ratusan kupon sembako ludes di bazar PRA Kranji. Warga senang, panitia lega. Inilah cara Aisyiyah berdakwah lewat aksi nyata di tengah masyarakat.
Tagar.co — Udara pagi yang dingin di Desa Kranji, Paciran, Lamongan, Jumat (13/6/2025), tak menyurutkan semangat para ibu. Sejak pukul 06.00 WIB, mereka mulai berdatangan ke Gedung TK Aisyiyah Kranji, membawa harapan dan antusiasme untuk berbelanja di Bazaar Murah Sembako yang digelar Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kranji.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Milad Ke-108 ‘Aisyiyah dengan tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional.” Di balik kegiatan sederhana ini, tersimpan semangat dakwah melalui pelayanan dan aksi nyata untuk masyarakat sekitar.
Baca juga: Segarnya Kebersamaan: Rihlah Ceria Aisyiyah Sendangagung ke Malindo Swimming Pool
Menurut Ketua PRA Kranji, Takiyah, S.Pd., bazar ini tidak sekadar ajang belanja sembako dengan harga terjangkau. “Lebih dari itu, ada muatan ukhuwah dan pendidikan tentang pentingnya menghargai sesama,” ujarnya.
Sebanyak 586 kupon dibagikan kepada warga dari berbagai golongan yang membutuhkan. “Alhamdulillah, semua kupon habis dalam waktu singkat,” tambah Takiyah.
Salah satu warga, Ngatiyah, yang tinggal di RT 04 RW 05, tampak bahagia keluar dari area bazar dengan membawa beras dan telur di tangannya. Wajahnya sumringah menyiratkan kegembiraan.
“Alhamdulillah harganya miring. Lumayan bisa menghemat pengeluaran hari ini. Mudah-mudahan akan ada lagi bazar seperti ini,” harapnya.

Adapun sembako yang dijual meliputi:
-
Beras Sania 1 kg: Rp11.000,00
-
Gula Rose Brand: Rp13.000,00
-
Mi instan isi 5: Rp11.000,00
-
Telur 1 kg: Rp22.000,00
-
Minyak goreng Kita: Rp12.000,00
Secara teknis, setiap rumah dibatasi maksimal dua kupon. Kupon tersebut kemudian ditukar di lokasi bazar dengan barang yang diinginkan.
Bazar ini selesai tepat pukul 08.00 WIB. Meski singkat, dampaknya terasa. “Lega dan bahagia rasanya ketika bisa berbagi dengan sesama. Ad-da‘wah bil amal wal khidmah — dakwah lewat tindakan dan pelayanan,” tutup Takiyah. (#)
Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni












