
Aksi Nurul Ainia Rachmayuni berburu momen dalam Pelatihan Menulis Berita dengan Mengaktifkan 6 Indra tak hanya menghidupkan suasana, tetapi juga mengantarkannya meraih juara foto jurnalistik.
Tagar.co — Suasana penuh konsentrasi terasa dalam workshop menulis berita di Kelas 1 K.H. Ibrahim SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, Jumat (24/4/2026). Para peserta menyimak materi dengan saksama. Di tengah suasana yang fokus tersebut, hadir satu sosok yang justru memberi warna tersendiri melalui cara yang unik.
Ia bukan sekadar bergerak ke sana kemari, melainkan sedang “berburu momen”.
Dialah Nurul Ainia Rachmayuni, konten kreator media sosial sekolah yang aksinya menarik perhatian selama kegiatan berlangsung.
Workshop yang menghadirkan pemateri Mohammad Nurfatoni itu mengangkat tema Pelatihan Menulis Berita dengan Mengaktifkan 5 Indra.
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas teknik dasar penulisan berita, tetapi juga mengajak peserta menggali fakta melalui pengamatan yang lebih peka—melibatkan penglihatan, pendengaran, hingga rasa situasi di lapangan—kemudian merangkainya menjadi kalimat yang hidup serta menentukan sudut pandang yang menarik.
Di sela proses tersebut, Aini—sapaan akrabnya—menghidupkan suasana lewat aktivitas dokumentasi menggunakan kamera ponsel.

Dengan langkah setengah berjingkat, ia mendekati peserta yang tengah mencatat. Sesekali ia menunduk mencari sudut terbaik, lalu mundur beberapa langkah sebelum kembali maju, seolah mengatur komposisi layaknya fotografer profesional.
Tak jarang ia mengambil posisi dari samping meja, yang membuat beberapa peserta diam-diam tersenyum.
“Sebentar, Bu… jangan bergerak dulu,” ucapnya sambil mengarahkan kamera.
Ucapan itu memancing tawa kecil yang hangat tanpa mengganggu jalannya kegiatan.
Ekspresi totalitasnya saat memotret pun menjadi hiburan tersendiri. Wajah serius, mata fokus, hingga gaya memegang kamera yang penuh perhitungan, menghadirkan semacam “pertunjukan kecil” di tengah workshop. Bahkan, beberapa peserta terlihat mengabadikan balik tingkahnya.
Namun di balik itu, ada kesungguhan yang nyata. Aini tidak sekadar mendokumentasikan, tetapi berusaha menangkap setiap momen penting—mulai dari ekspresi antusias peserta hingga interaksi hangat antara pemateri dan audiens.
Keseriusan tersebut berbuah hasil. Dalam sesi praktik foto jurnalistik, Aini berhasil meraih juara. Ia dinilai mampu menghasilkan foto yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat dalam menyampaikan cerita.
Tak hanya jepretannya yang menang, karya tulis jurnalistiknya berjudul Menulis dengan Enam Indra Perkaya Teknik Penulisan Berita juga meraih juara ketiga dalam praktik menulis di akhir pelatihan.
Atas pencapaiannya itu, ia menerima hadiah berupa buku dari pemateri, Mohammad Nurfatoni.

Ingin Karyanya Dikenang
Saat ditemui usai kegiatan, Aini mengungkapkan alasannya. “Saya ingin setiap momen di workshop ini bisa dikenang. Kalau hanya duduk saja rasanya sayang, jadi saya berusaha ambil gambar dari berbagai sudut supaya hasilnya lebih hidup,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga mengaku tidak menyangka aksinya justru mengundang perhatian. “Awalnya cuma ingin dokumentasi yang bagus, tapi ternyata malah jadi hiburan juga,” tambahnya.
Fina Faiqotun Himmah, salah satu peserta workshop, turut memberikan tanggapan. “Jujur awalnya kami ingin fokus, tapi melihat Aini bergerak ke sana ke mari itu malah bikin suasana jadi cair. Tidak mengganggu, justru menyenangkan. Kadang dalam kegiatan serius memang perlu ada suasana seperti itu,” ungkapnya. (#)
Jurnalis Abdul Rokhim Ashari Penyunting Mohammad Nurfatoni












