
Kunjungan delegasi PWM Jawa Timur ke Guangzhou dan Shenzhen membuka peluang kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk program pertukaran pelajar dan guru.
Tagar.co — Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, M. Zainul Arifin, S.Kom., M.M., turut serta dalam lawatan delegasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ke Tiongkok pada 13–19 April 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program kolaborasi internasional antara Muhammadiyah Jawa Timur dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya.
Baca juga: Atlet Panjat Tebing Indonesia Pecahkan Rekor Asia 6,078 Detik di Tiongkok
Delegasi yang berjumlah 29 orang tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur Bidang Kesehatan, Tamhid Masyhudi. Rombongan bertolak dari Bandara Internasional Juanda pada Senin pagi (13/4/2026) dan tiba di Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou, pada siang hari waktu setempat.
Lawatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. M. Zainul Arifin menilai kunjungan ini sebagai peluang penting untuk memperluas wawasan global dalam pengembangan pendidikan di Smamda Sidoarjo.
“Ini adalah kesempatan berharga untuk belajar langsung dari sistem pendidikan dan teknologi yang berkembang pesat di Tiongkok,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut akan menjadi referensi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Menimba Inspirasi dari Sistem Pendidikan Modern
Selama berada di Tiongkok, delegasi dijadwalkan mengunjungi berbagai institusi pendidikan unggulan serta fasilitas kesehatan modern di Guangzhou dan Shenzhen. Kedua kota ini dikenal sebagai pusat inovasi teknologi dan pengembangan sistem layanan publik yang maju.
Agenda kunjungan mencakup studi mengenai sistem pendidikan, manajemen rumah sakit modern, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik. Program ini sejalan dengan komitmen Muhammadiyah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan global.
Tamhid Masyhudi menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan pada kerja sama yang konkret.
“Kami menargetkan adanya program lanjutan seperti pertukaran pelajar dan guru, riset bersama di bidang kesehatan, serta pengembangan digitalisasi sistem layanan,” ungkapnya.
Dukungan Konsulat Jenderal RRT
Delegasi PWM Jawa Timur terdiri dari berbagai unsur penting, antara lain Majelis Dikdasmen dan PNF, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), kepala sekolah unggulan, serta direktur rumah sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Jawa Timur. Dukungan dari Konsulat Jenderal RRT di Surabaya menjadi faktor kunci dalam membuka akses kerja sama internasional ini.
Partisipasi Smamda Sidoarjo dalam program tersebut menjadi wujud nyata upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui jejaring global. M. Zainul Arifin menegaskan komitmennya untuk membawa dampak positif bagi sekolah.
“Kami ingin membawa perubahan nyata bagi sekolah, agar mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, Smamda Sidoarjo optimistis dapat terus berkembang sebagai institusi pendidikan unggulan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Jurnalis Naimul Hajar Penyunting Mohammad Nurfatoni






