Feature

Kesegaran Selasih di Tepi Kebun Almadany Usai PSAJ

118
×

Kesegaran Selasih di Tepi Kebun Almadany Usai PSAJ

Sebarkan artikel ini
Usai menuntaskan lembar terakhir Penilaian Sumatif Akhir Jenjang, murid SD Almadany merayakan kelegaan dengan meracik es buah segar di bawah rimbunnya pohon mangga yang meneduhkan suasana.
Siswa menikmati es buah segar. (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Usai menuntaskan lembar terakhir Penilaian Sumatif Akhir Jenjang, murid SD Almadany merayakan kelegaan dengan meracik es buah segar di bawah rimbunnya pohon mangga yang meneduhkan suasana.

Tagar.co — Mentari pagi pada Jumat, 10 April 2026, mulai menyengat kulit. Teriknya seolah menjadi simfoni perayaan atas tuntasnya tahap pertama lembar terakhir Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang para murid kumpulkan. Di tepi kebun SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, suasana riuh mulai pecah. Namun, keriuhan kali ini bukan karena mereka sedang menghafal rumus matematika atau teori sains yang rumit. Mereka sedang menyiapkan sebuah pesta kecil: meracik es buah segar.

Pohon-pohon mangga yang rimbun memayungi area tersebut, mengundang semilir angin tipis untuk singgah. Di sana, murid kelas VI Ibnu Al-Haytham dan VI Abu Rayhan Al-Biruni sibuk bekerja sama. Murid laki-laki dengan penuh semangat membentangkan empat buah terpal panjang dan menatanya sedemikian rupa sebagai alas duduk. Di bawah arahan guru kelas masing-masing, mereka mengikuti setiap instruksi dengan saksama, memastikan tempat berkumpul itu nyaman sebelum aksi “dapur terbuka” dimulai.

Sementara itu, murid perempuan menunjukkan kecekatan mereka dalam menyiapkan bahan-bahan utama. Suasana pagi itu benar-benar hidup oleh suara tawa dan obrolan ringan para murid.

Baca Juga:  Belajar Berbeda Pendapat tanpa Ribut, Begini Siswa SD Almadany Berdebat

Di atas meja dan terpal, bahan-bahan yang kontras warnanya mulai beradu estetika. Potongan semangka merah merona, melon hijau segar, nanas kuning, apel, kiwi, alpukat, hingga pepaya jingga memenuhi baskom-baskom besar. Pemandangan warna-warni buah segar ini seketika mendinginkan mata siapa pun yang melihatnya di tengah cuaca Gresik yang mulai memanas.

Usai menuntaskan lembar terakhir Penilaian Sumatif Akhir Jenjang, murid SD Almadany merayakan kelegaan dengan meracik es buah segar di bawah rimbunnya pohon mangga yang meneduhkan suasana.
Siswa meracik es buah segar. (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Racikan Tangan yang Melepas Penat

Bukan sekadar buah, butiran nata de coco putih yang kenyal dan biji selasih hadir sebagai penyeimbang rasa dan tekstur. Untuk bagian kuah, mereka mencampurkan sirup cocopandan yang harum dengan susu kental manis.

Bongkahan es batu yang mulai berembun segera masuk ke dalam wadah, lalu mereka mengaduknya secara perlahan. Menariknya, tangan-tangan lincah yang kini memegang sendok besar itu adalah tangan yang kemarin masih memegang pena dengan penuh ketegangan saat menghadapi soal-soal ujian.

Pembagian tugas terjadi secara alami. Ada murid yang bertugas memecah balok es batu, ada yang menuangkan sirup hingga cairan bening berubah warna menjadi merah muda pucat, dan ada pula yang bertindak sebagai “tim pencicip” untuk memastikan tingkat kemanisan sudah pas di lidah.

Baca Juga:  Sparkling Ramadan Ikwam SD Almadany Salurkan 54 Paket Sembako

Tawa pecah seketika saat salah seorang siswa hampir terpeleset karena permukaan tanah yang sedikit basah akibat tumpahan air es. Pada momen inilah, beban ujian seolah menguap begitu saja, terbang bersama aroma sirup yang manis dan segarnya buah-buahan.

Setelah racikan dianggap sempurna, mereka memberikan hasil karya tersebut kepada guru kelas untuk penilaian pertama. Begitu sang guru memberikan tanda jempol sebagai tanda persetujuan atas rasa yang nikmat, gelas-gelas plastik segera berpindah tangan.

Keheningan tercipta sejenak. Hanya terdengar suara denting es batu yang beradu dengan gelas dan suara seruputan nikmat dari tenggorokan yang haus. Para murid juga tak lupa berbagi kebahagiaan tersebut dengan membagikan gelas-gelas es buah kepada guru-guru lain serta karyawan sekolah.

Baca Juga: Penilaian Sumatif Akhir Jenjang 2026: SD Almadany Mengukur Capaian Belajar Murid Angkatan 3

Membasuh Lelah sebelum Langkah Baru

Mereka kembali duduk bersila melingkar di atas terpal, menikmati setiap sendokan es buah hasil kerja keras bersama. Rasa dingin yang menjalar seolah tidak hanya membasuh kerongkongan, tetapi juga membasuh rasa lelah setelah berhari-hari mereka berkutat dengan lembar soal asesmen yang menguras energi pikiran. Kebersamaan di tepi kebun ini menjadi obat penawar paling mujarab bagi ketegangan yang sempat menyelimuti ruang-ruang kelas selama sepekan terakhir.

Baca Juga:  Puluhan Siswa SD Almadany Ramaikan Lomba Mewarnai Damar Kurung

Salah satu siswa, Azzarine, tidak dapat menyembunyikan binar bahagianya saat menikmati segelas es selasih tersebut. Ia mengaku sangat merindukan suasana santai seperti ini setelah melalui hari-hari penuh konsentrasi.

“Ini jadi refreshing setelah empat hari kemarin belajar dan mengerjakan soal,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri. Baginya dan kawan-kawan, kegiatan sederhana ini adalah cara terbaik untuk kembali mengisi energi sebelum menghadapi tantangan akademis berikutnya.

Guru kelas mereka, Shinta Lailatul Rizka, S.Pd., memandang kegiatan ini dari sudut pandang yang lebih dalam. Menurutnya, momen di luar kelas seperti ini justru membangun ikatan emosional yang kuat antar-siswa.

“Kegiatan ini dapat menjadi ajang keakraban yang akan dikenang saat nanti sudah lulus,” ujarnya.

Di tepi kebun itu, para murid kelas VI tidak hanya berbagi es buah, tetapi juga berbagi kelegaan. Perayaan kecil ini menjadi jeda yang sangat berarti sebelum mereka melangkah ke tahap Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan melanjutkan perjalanan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Sayyidah Nuriyah