Feature

Pengayuh Becak di Sepanjang Menjemput Berkah di Masjid Al-Manar

85
×

Pengayuh Becak di Sepanjang Menjemput Berkah di Masjid Al-Manar

Sebarkan artikel ini
Lazismu Sepanjang merangkul 50 pengayuh becak dalam kajian spiritual dan penyaluran santunan paket Lebaran untuk memperkuat niat ibadah serta kesejahteraan ekonomi mereka di bulan suci Ramadan.
Fauzi Kurniawan, anggota Majelis Tabligh PCM Sepanjang, menyampaikan kajian di hadapan 50 pengayuh becak. (Tagar.co/Olivia Putri Adita)

Lazismu Sepanjang merangkul 50 pengayuh becak dalam kajian spiritual dan penyaluran santunan paket Lebaran untuk memperkuat niat ibadah serta kesejahteraan ekonomi mereka di bulan suci Ramadan.

Tagar.co — Matahari baru saja beranjak ke ufuk barat saat puluhan becak berjajar rapi di area parkir Masjid Al-Manar, Selasa, 17 Maret 2026. Para pemiliknya, pria-pria tangguh dengan gurat wajah yang menyimpan ribuan cerita aspal, melangkah masuk ke ruang utama masjid dengan langkah yang mantap namun tetap rendah hati. Hari itu, sebanyak 50 pengayuh becak di wilayah Sepanjang menanggalkan sejenak lelah mereka untuk memenuhi undangan istimewa dari Lazismu Kantor Layanan (KL) Sepanjang.

Suasana khidmat langsung menyergap ketika acara bertajuk “Kayuhan Berkah” ini berlangsung. Lazismu PCM Sepanjang menggandeng Lazismu Wilayah Jawa Timur, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS), serta Majelis Tabligh PCM Sepanjang untuk menciptakan ruang hangat bagi para pejuang jalanan ini. Mereka bukan sekadar datang untuk menerima bantuan, melainkan untuk meneguk kesegaran spiritual di tengah gempuran ekonomi yang kian menantang.

Baca Juga:  Sinergi AUM di Sepanjang Menyapa Yatim dari 13 Panti Asuhan

Mereka ingin merangkul para pejuang ekonomi jalanan agar tetap dekat dengan nilai-nilai agama. Di tengah kesibukan mencari nafkah yang luar biasa berat, aspek batiniah tidak boleh kering. Alhasil, interaksi akrab antara pengurus Lazismu dan para pengayuh becak mencairkan batasan sosial, mengubah ruang masjid menjadi rumah besar yang penuh persaudaraan.

Lazismu Sepanjang merangkul 50 pengayuh becak dalam kajian spiritual dan penyaluran santunan paket Lebaran untuk memperkuat niat ibadah serta kesejahteraan ekonomi mereka di bulan suci Ramadan.
Fauzi Kurniawan, anggota Majelis Tabligh PCM Sepanjang, menyerahkan bantuan kepada pengayuh becak. (Tagar.co/Olivia Putri Adita)

Menata Niat dalam Setiap Kayuhan

Memasuki inti acara, Fauzi Kurniawan, anggota Majelis Tabligh PCM Sepanjang, naik ke mimbar memberikan kajian. Dengan bahasa yang membumi dan menyentuh hati, ia mengajak para pengayuh becak untuk melihat pekerjaan mereka dari kacamata yang berbeda. Menurutnya, setiap tetes keringat yang jatuh saat mengayuh pedal becak bukan hanya soal rupiah, melainkan tabungan amal yang sangat berharga.

“Bapak-bapak harus menata niat sebelum memulai pekerjaan. Ingatlah bahwa setiap kayuhan yang Bapak dasari dengan niat ibadah, insyaallah akan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT,” tegas Fauzi di hadapan para jemaah yang menyimak dengan saksama.

Ia mengingatkan, bekerja adalah bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta untuk menafkahi keluarga dengan cara yang halal dan terhormat. Fauzi juga menitikberatkan pesannya pada konsistensi ibadah wajib. Ia meminta para pengayuh becak agar tidak meninggalkan salat lima waktu meskipun sedang mengejar penumpang.

Baca Juga:  MDMC Jatim di Aceh Tamiang, Sinergi Medis dan Psikososial Pulihkan Desa Sunting

“Sesibuk apa pun di jalan, jangan lupakan salat. Jadikan zikir sebagai teman saat menunggu atau sedang mengayuh becak agar hati selalu tenang mengingat Allah SWT,” tambahnya. Pesan ini menjadi pengingat keras sekaligus penyemangat bahwa martabat manusia tidak diukur dari jenis pekerjaannya, melainkan dari ketakwaannya.

Baca Juga: Sinergi AUM Kesehatan-Lazismu Sepanjang Bagikan 825 Paket Sembako

Paket Lebaran dan Sinergi Kepedulian

Setelah batin mereka terisi dengan materi keagamaan, keceriaan terpancar lebih terang saat sesi penyaluran santunan dimulai. Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap dedikasi para pengayuh becak, panitia membagikan berbagai paket bantuan yang sangat mereka butuhkan menjelang Hari Raya. Senyum merekah saat satu per satu dari mereka menerima paket. Berisi perlengkapan ibadah baru, makanan siap saji, produk unggulan Rendangmu, serta tali asih berupa uang tunai.

Bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan simbol sinergi kuat antar-lembaga. Kolaborasi antara Lazismu (Wilayah dan Cabang), Majelis Tabligh, serta MPKS PCM Sepanjang membuktikan, gerakan filantropi Islam mampu menyentuh lapisan masyarakat terbawah secara tepat sasaran. Sinergi ini memastikan, keberkahan bulan Ramadan tidak hanya menjadi milik mereka yang berkecukupan. Tetapi juga terasa nyata oleh para pekerja di sektor transportasi tradisional.

Baca Juga:  Smedaka Berbagi, Merajut Ukhuah, Mengukir Senyum di Bulan Suci

Melalui kegiatan ini, Lazismu berharap para pengayuh becak dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih layak bersama keluarga mereka di rumah. Sore itu, para pengayuh becak pulang tidak hanya dengan kantong yang terisi. Tetapi dengan semangat baru untuk terus mengayuh keberkahan di setiap jengkal jalanan Sepanjang. (#)

Jurnalis Olivia Putri Adita Penyunting Sayyidah Nuriyah