
Jemaah Aisyiyah Krian tak hanya menimba ilmu dalam Kajian Bulughul Maram, tetapi juga membawa pulang sayur segar dan lauk sebagai wujud kepedulian Majelis Tablig.
Tagar.co — Kajian Rutin Kitab Bulughul Maram yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian, pada Sabtu, 21 Februari 2026 di Masjid Baiturrahman Krian, Sidoarjo, Jawa Timurtak hanya menghadirkan penguatan keilmuan, tetapi juga menebarkan semangat berbagi di kalangan jamaah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini menghadirkan Ustaz Qomaruddin, S.Pd., sebagai pemateri dengan pembahasan bab salat bagi orang yang sedang bepergian dan orang sakit. Namun, perhatian jamaah juga tertuju pada pembagian buah tangan berupa sayur mayur segar dan lauk pauk kepada seluruh peserta.
Baca juga: Mengaji Fikih Praktis, PCA Krian Bekali Jemaah di Tengah Kesibukan
Buah tangan tersebut bersumber dari kas Majelis Tabligh PCA Krian serta donasi Wakil Ketua Bidang Tabligh, Dra. Umi Badriyah, M.Pd. Program ini menjadi wujud kepedulian majelis kepada jamaah yang istiqamah menghadiri kegiatan keilmuan.
Umi Badriyah menjelaskan bahwa dana yang digunakan sejatinya berasal dari warga ‘Aisyiyah, sehingga manfaatnya patut kembali dirasakan oleh warga.
“Dana ini berasal dari warga Aisyiyah, maka sudah seharusnya kembali untuk warga juga. Kajian bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga sarana saling berbagi keberkahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembagian sayur dan lauk diharapkan memberi manfaat langsung bagi keluarga jamaah, terlebih menjelang Ramadan. Dengan demikian, kehadiran di majelis ilmu menghadirkan keberkahan ganda.
“Meskipun nanti dalam keadaan berpuasa, ibu-ibu tetap mendapatkan manfaat dari kehadiran di kajian ini. Pulang membawa ilmu sekaligus membawa manfaat untuk keluarga di rumah,” imbuhnya.

Pembagian buah tangan disambut penuh syukur oleh peserta. Siti Zulaichah misalnya menilai kegiatan kajian menjadi semakin bermakna karena tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial secara nyata.
Semangat berbagi ini mencerminkan nilai yang terus ditumbuhkan dalam gerakan ‘Aisyiyah: dakwah yang tidak berhenti pada lisan dan kajian, tetapi hadir dalam aksi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kajian berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Jamaah mengikuti materi hingga tuntas, kemudian menerima buah tangan dengan tertib sambil saling menyapa dan mempererat ukhuwah.
Umi Badriyah menjelaskan, melalui kegiatan ini, Majelis Tabligh PCA Krian menegaskan bahwa majelis ilmu dapat menjadi ruang pembinaan ruhani sekaligus penguat solidaritas sosial. Kehadiran jamaah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan bersama.
Perpaduan ilmu, kepedulian, dan kebersamaan menjadikan Kajian Bulughul Maram kali ini meninggalkan kesan mendalam. ‘\Aisyiyah Krian pun terus berkomitmen menghadirkan dakwah yang menyejukkan, memberdayakan, dan membawa keberkahan bagi seluruh warganya. (#)
Jurnalis Aniwati | Penyunting Mohammad Nurfatoni












