
Takjil sehat akan membuat tubuh orang yang berpuasa menjadi fit setelah tidak makan dan minum di siang hari. Lebih khusyuk menjalani ibadah di malam hari.
Oleh Anis Shofatun, guru Muhammadiyah.
Tagar.co – Waktu yang ditunggu orang berpuasa adalah saat berbuka (ifthar). Momen menyegerakan makan dan minum ketika azan Magrib berkumandang.
Berbuka sederhana dengan tiga butir kurma atau roti dan air putih. Namun sekarang ini Ramadan sekarang menjadi peluang usaha dengan menjual aneka kudapan, makanan, dan minuman.
Tak pelak di beberapa pinggir jalan berubah menjadi pasar makanan dan minuman setiap sore. Pemburu takjil memenuhi pasar dadakan Ramadan ini.
Acara buka bersama membuat masjid-masjid ramai hadirnya jemaah menikmati takjil kiriman dermawan.
Takjil berasal dari kata Arab ajjala-yu’ajjilu-ta’jilan yang berarti menyegerakan. Dalam hal ibadah puasa, takjil adalah anjuran untuk membatalkan puasa ketika mendengar azan Magrib dengan segera menyantap makanan dan minuman.
Hal ini anjuran Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan Bukhari nomor 1957 dan Muslim nomor 1098.
لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (takjil).
Di Indonesia kata takjil memiliki pergeseran makna menjadi kudapan berbuka. Di setiap daerah akhirnya muncul beragam kudapan takjil plus tradisinya.
Di Aceh, buka puasa di masjid dengan Iepeudah yang berarti bubur pedas. Di Makassar ada es pisang ijo dan jalangkote. Di Gresik terkenal dengan bongko kopyor. Maluku ada kue asidah yang manis berempah mirip dodol. Tak ketinggalan kurma menjadi takjil universal sesuai warisan budaya Rasulullah.
Rasulullah memberikan teladan menu berbuka sehat untuk mengembalikan energi dengan cepat dan tepat yakni ruthab (kurma basah atau muda), tamr (kurma kering) dan air putih.
Tradisi berbuka dengan kurma ini menjadi populer ketika impor kurma berbagai jenis melimpah dan daya beli masyarakat naik. Sekarang kurma biasa hadir di rumah-rumah.
Kandungan Kurma
Menurut ilmu gizi dan fisiologi, takjil adalah asupan pertama setelah tubuh berpuasa kurang lebih 12-14 jam yang bertujuan untuk memulihkan energi secara cepat dan aman.
Kudapan berbuka dianjurkan rasa manis dari buah, bukan gula. Sebab tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
Kurma memiliki kalori tinggi, energinya dapat cepat digunakan sehingga badan lebih bugar dan terhindar dari radikal bebas.
Menurut pakar teknologi pangan Prof Dr Ir Ambar Rukmini MP, makan tiga butir kurma setara dengan satu piring nasi.
Kandungan gizi kurma sangat kaya. Dalam 100 gram kurma (sekitar 13 buah) terdapat 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 miligram Natrium (Na), 656 miligram kalium (K) dengan kalori total sebesar 299 kilokalori (kkal).
Jika satu butir kurma memiliki berat sekitar 8 gram, maka kandungan kalorinya sekitar 23 kkal. Terdiri dari 96% karbohidrat, 3% protein dan 1% lemak. Maka jika seseorang memakan tiga butir kurma saat berbuka berarti telah mengonsumsi sekitar 70 kkal yang setara dengan sepiring nasi.
Buah dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera ini mengandung vitamin A, vitamin B1, B2, dan B3 serta Vitamin C yang berperan sebagai antioksidan sehingga bagus dikonsumsi tidak hanya ketika bulan Ramadan.
Berdasarkan studi dari International Journal of Food and Nutrition menyebutkan, buah kurma mengandung serat polifenol yang membantu proses pencernaan makanan.
Serat memang tidak bisa diserap oleh tubuh, tapi keberadaan serat dapat menyebabkan lambung dan usus menjadi lebih bulky (volume dan massa bertambah pada isi saluran pencernaan tanpa menambah kalori).
Hal ini mengakibatkan gerak peristaltiknya teratur dan efektif sehingga gizi buah kurma mudah dicerna dan diserap oleh tubuh dengan lebih sempurna dan cepat.
Selain itu, dalam Neural Regeneration research menyebutkan kurma memberikan perlindungan terhadap stres oksidatif dan peradangan otak.
Sehingga kandungan serat buah kurma dan antioksidan alami ini membantu memperlambat perkembangan penyakit demensia (pikun), meringankan gangguan pencernaan seperti GERD, sembelit, ambeien, kanker usus. Juga dapat membantu mengendalikan diabetes dengan menurunkan kadar gula darah tinggi dan lain sebagainya.
Jaga Kerja Lambung
Ketika berbuka seharusnya tidak berlebihan, karena kapasitas lambung manusia hanya 800 cc/jam. Makan nasi sepiring bisa dikatakan memiliki sekitar 500cc dan air minuman medium ukuranya 600 cc.
Saat berbuka dianjurkan membatasi makanan. Keinginan menikmati banyak makanan harus ditahan. Hindari membuat lambung penuh yang melebihi kapasitas. Supaya lambung yang siang hari istirahat, tidak langsung dipacu kerja keras melumat makanan buka ini.
Orang berpuasa kadar gula dan air berkurang sehingga lemas. Ini bisa disiasati dengan air rendaman kurma (air nabeez) saat berbuka.
Rendam kurma 3-7 buah dalam 600 cc air matang selama 8-10 jam. Secara sains minuman ini berfungsi sebagai infused water yang kaya nutrisi untuk mengembalikan elektrolit, mengatasi dehidrasi, memberikan energi instan dan membantu detoksifikasi tubuh saat puasa.
Buka puasa dengan gorengan sebisa mungkin dihindari. Minyak yang melewati organ pencernaan yang lama tidak terisi makanan dapat menyebabkan iritasi.
Gorengan bisa dinikmati usai salat tarawih. Waktu sahur disarankan konsumsi makanan kaya serat, protein, dan lemak supaya kenyang lebih lama. Jangan lupa minum secukupnya untuk mencegah dehidrasi. (#)
Penyunting Sugeng Purwanto












