
Panggung ekspresi SMP Miosi di puncak acara menjadi momen emosional ketika siswa menyanyikan lagu Ayah Ibu, lalu memberikan bunga mawar untuk orang tuanya.
Tagar.co – Aula At-Tanwir SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) pada Sabtu (14/2/2026) berubah menjadi ruang perayaan bakat dan keberanian.
Dengan tema Unleash Your Inner Talent, siswa kelas VIII menampilkan ragam ekspresi seni yang bukan sekadar hiburan, melainkan cermin proses perkembangan, dari berani mencoba, belajar bekerja sama, hingga mengasah kreativitas
Sejak pagi, atmosfer aula penuh antusiasme. Satu per satu penampilan mengalir dinamis. Tari Saman yang padu dan kompak, seni bela diri Tapak Suci yang mendebarkan dengan beberapa atraksi, hingga semaphore dengan gaya berkacamatanya.
Panggung drama pun hidup melalui drama HW dan TS, Tari Gebyar, drama CEO, drama pembullyan. Masing-masing menyampaikan pesan dengan gaya yang khas.
Musik tak kalah memikat. Solo recorder, band, menyanyi solo, animated movie song, dan musikalisasi puisi menghadirkan warna bunyi yang beragam.
Ada pula show case product yang memperlihatkan daya cipta siswa, menegaskan bahwa panggung bakat tak selalu berbentuk seni pertunjukan semata.
Ekosistem Pendukung
Dalam sambutannya, Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Titien Hardina, M.Pd. menekankan pentingnya ekosistem pendukung bagi tumbuhnya karakter anak.
“Salah satu support system anak-anak ada di hadapan saya, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Hari ini ananda akan tampil, lebih dari menampilkan sesuatu, yang diuji adalah keberanian, kerja sama, dan kreativitas. Bukan bagus atau jelek penampilannya,” ujarnya.
Dia mengajar orang tua menghargai setiap proses, karena anak-anak sudah berjuang tidak bisa menjadi bisa. Dengan adanya penampilan ini sekolah sedang tidak mencetak para seniman, tetapi mengobservasi perkembangan karakternya.
“Jadi nanti yang tampil anak-anak, tapi yang deg-degan justru ayah bundanya. Ayo kita beri apresiasi setinggi-tingginya,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.

Hadiah untuk Orang Tua
Puncak acara menjadi momen emosional ketika seluruh siswa bersama-sama menyanyikan lagu Ayah Ibu karya band Yogyakarta, Karna Mereka. Lalu tiap anak memberikan bunga mawar untuk orang tuanya.
Lantunan itu menutup rangkaian pertunjukan dengan rasa syukur dan haru, sebuah pengingat bahwa di balik setiap bakat yang tumbuh, ada doa, dukungan, dan cinta orang tua.
Talent show ini menegaskan komitmen SMP Miosi memberi ruang aman bagi siswa untuk berekspresi, belajar dari proses, dan membangun karakter. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Sugeng Purwanto












