Feature

Sekretaris PDM Gresik Ajak Guru dan Karyawan Smamsatu Rawat Semangat Kolektif

187
×

Sekretaris PDM Gresik Ajak Guru dan Karyawan Smamsatu Rawat Semangat Kolektif

Sebarkan artikel ini
Sekretaris PDM Gresik Yusuf Diachmad Sabri menyampaikan materi pembinaan kepada guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jumat (13/2/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya ikhtiar total, profesionalisme, dan kepedulian sebagai ruh organisasi. (Tagar.co/Terry Angria Putri Perdana)

Dalam pembinaan rutin di Smamsatu Gresik, Sekretaris PDM Gresik Yusuf Diachmad Sabri menegaskan pentingnya ikhtiar total dan kepedulian agar organisasi tetap hidup dan tidak sekadar “hadir tapi tak terlibat.”

Tagar.co — Suasana Ruang Innovative SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, pada Jumat pagi (13/2/2026) tampak khidmat. Sebanyak 60 guru dan karyawan mengikuti pembinaan rutin bulanan.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang peran, tanggung jawab, dan makna perjuangan di amal usaha Muhammadiyah.

Baca juga: Menko Pangan Kunjungi Smamsatu Gresik: Pantas Saja Jadi SMA Terbaik, Siswanya Keren

Pembinaan menghadirkan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabuoaten Gresik, Yusuf Diachmad Sabri, S.T., MBA., sebagai pemateri. Kegiatan dipandu oleh Eka Rohmatun Nazilah, S.Pd., sementara suasana dibuka dengan tadarus Surah Al-Insyirah dan At-Tin yang dipimpin guru Bimbingan Konseling, Atik Anjarwati, S.Psi.—menghadirkan nuansa spiritual sebelum peserta memasuki sesi inti.

Dalam paparannya, Yusuf menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan menjadi ujung tombak pengaderan Muhammadiyah. Menurutnya, amal usaha bukan hanya ruang bekerja, melainkan juga tempat pembinaan ideologi dan karakter kader.

Baca Juga:  Dua Tim Smamsatu Gresik Lolos Seleksi Proposal OPSI 2026, Siap Hadapi Tantangan Penelitian

“Bekerja di amal usaha Muhammadiyah bukan sekadar mencari nafkah. Ini adalah pilihan ideologis,” ujarnya di hadapan peserta.

Yusuf Diachmad Sabri bersama guru dan karyawan Smamsatu Gresik dalam pembinaan rutin di Ruang Innovative. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat semangat kolektif dan tanggung jawab di amal usaha Muhammadiyah. (Tagar.co/Terry Angria Putri Perdana)

Ia mengingatkan pentingnya profesionalisme melalui prinsip sederhana namun mendasar: menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis. Prinsip itu ia kaitkan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah As-Saf  2–3 tentang larangan berkata tanpa tindakan nyata.

Ojo ngomong tok tapi ora dilakoni (jangan hanya bicara tapi dilaksanakan). Usaha adalah domain kita. Keberhasilan adalah domain Allah,” katanya, yang disambut anggukan peserta pembinaan.

Kalimat tersebut menjadi benang merah pembinaan pagi itu. Yusuf menegaskan bahwa manusia berkewajiban berikhtiar secara total, sedangkan hasil akhir berada dalam ketentuan Allah Swt.

Lebih jauh, ia menjelaskan dua sasaran dakwah Muhammadiyah, yakni umat dakwah dan umat ijabah. Umat dakwah adalah mereka yang belum menerima dakwah dan diharapkan setidaknya mau mempelajari atau tidak menghalangi dakwah. Adapun umat ijabah adalah mereka yang telah menerima dakwah dan perlu terus dijaga pemahaman serta ideologinya.

Suasana pembinaan guru dan karyawan Smamsatu Gresik saat Sekretaris PDM Gresik Yusuf Diachmad Sabri menyampaikan pesan tentang pentingnya tidak sekadar hadir, tetapi terlibat aktif dan solutif dalam membangun lembaga. (Tagar.co/Terry Angria Putri Perdana)

Hadir tapi Tidak Terlibat

Bagian yang paling menyentuh muncul ketika Yusuf berbicara tentang pentingnya kepedulian. Menurutnya, organisasi tidak akan melemah karena ketiadaan struktur, melainkan karena anggotanya kehilangan rasa peduli. Ia mengingatkan bahaya sikap “hadir tapi tidak terlibat”, sibuk namun tanpa arah, dan aktif tanpa tujuan.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama Smamsatu, Ustaz Sholihin Fanani Kupas Hakikat Puasa dengan Humor Segar

“Organisasi itu hidup karena hati, bukan karena bagan struktur,” tegasnya.

Untuk memperjelas pesan tersebut, Yusuf menghadirkan ilustrasi sederhana tentang seekor kecoa di sebuah restoran. Ia menggambarkan bagaimana kepanikan dan keluhan tidak menyelesaikan masalah, hingga seseorang yang peduli akhirnya bertindak cepat menyingkirkan sumber persoalan.

“Bedanya bukan pada siapa yang paling keras bersuara, tapi siapa yang paling cepat bertindak solutif,” ungkapnya.

Pesan itu ia arahkan pada realitas internal lembaga pendidikan. Ia mengajak guru dan karyawan Smamsatu menjaga semangat kolektif agar tidak tergerus ego masing-masing.

“Jangan sampai Smamsatu mati karena kepekaan kita yang redup. Rawatlah Smamsatu seperti menjaga api kecil. Dikipasi, dijaga, dirawat. Jika tidak, ia bisa padam sebelum sempat menerangi,” pesannya dengan nada serius.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Ismuba, M. Marzuki Yatim, S.Pd., menilai materi pembinaan sangat relevan untuk memperkuat moral dan visi lembaga. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi perubahan sikap yang lebih solutif dalam menyikapi berbagai persoalan di amal usaha.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise

Pembinaan diakhiri dengan doa yang dipimpin guru Al Islam, Anas Thohir, S.Ag., M.Pd.I. Meski acara telah usai, pesan yang tertinggal terasa kuat: ikhtiar harus dilakukan secara total, kepedulian tidak boleh padam, dan keberhasilan pada akhirnya adalah wilayah Allah semata. (#)

Jurnalis Terry Angria Putri Perdana | Penyunting Mohammad Nurfatoni