Feature

Poster dan Sembako, Bahasa Kebaikan Siswa SD Mugres Jelang Ramadan

50
×

Poster dan Sembako, Bahasa Kebaikan Siswa SD Mugres Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Mugres Kampus B menyambut Ramadan 1447 dengan kirab ceria di Kota Tua Gresik. Mereka membagikan sembako sebagai wujud kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar sekolah.
Persiapan murid-murid SD Mugres Kampus B saat kirab menyambut Ramadan. (Tagar.co/Aida Sya’aan N.)

Siswa SD Mugres Kampus B menyambut Ramadan 1447 dengan kirab ceria di Kota Tua Gresik. Mereka membagikan sembako sebagai wujud kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar sekolah.

Tagar.co — Langit Gresik tampak muram dengan awan mendung yang menggantung rendah pada Jumat, 13 Februari 2026. Namun, suasana di halaman SD Muhammadiyah Gresik (Mugres) Kampus B justru berbanding terbalik.

Ratusan murid berkumpul dengan wajah berseri, menciptakan gelombang keceriaan yang menghangatkan suasana. Mereka tengah bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447. Merujuk Maklumat Muhammadiyah, Ramadan akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Bagi umat Islam, Ramadan adalah momentum yang paling mereka tunggu setiap tahunnya. Menyadari hal tersebut, sekolah sengaja mengemas penyambutan bulan mulia ini dengan cara yang kreatif dan edukatif: kirab poster dan aksi berbagi.

Anak-anak ini tidak hanya membawa diri, tetapi juga menenteng poster-poster unik hasil karya tangan mereka sendiri. Tulisan bernada ajakan ibadah dan kegembiraan menyambut puasa menghiasi kertas-kertas karton berwarna-warni tersebut.

Kepala SD Mugres Kampus B, Yusuf Wibisono, M.Pd., berdiri di tengah anak didiknya dengan raut bangga. Sebelum melepas barisan, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kedermawanan para siswa.

Baca Juga:  Megengan, Jeda Kultural Menyambut Ramadan

“Saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua karena sudah ikhlas berbagi dan menyumbangkan beberapa bahan pokok untuk kita bagikan di jalan nanti,” ujar Yusuf dengan nada penuh haru. Baginya, melihat anak-anak rela menyisihkan sebagian rezekinya adalah pemandangan yang menyejukkan hati.

Siswa SD Mugres Kampus B menyambut Ramadan 1447 dengan kirab ceria di Kota Tua Gresik. Mereka membagikan sembako sebagai wujud kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar sekolah.
Keceriaan murid-murid SD Mugres Kampus B saat kirab menyambut Ramadan. (Tagar.co/Aida Sya’aan N.)

Menanam Kepedulian di Kota Tua

Langkah-langkah kecil itu mulai menyusuri aspal. Barisan kirab bergerak perlahan membelah kawasan Kota Tua Gresik. Rute mereka cukup ikonik, melintasi kemegahan Islamic Center di Alun-alun Kota Gresik sebelum akhirnya berputar kembali menuju sekolah. Sepanjang perjalanan, anak-anak ini tidak sekadar berjalan kaki. Mereka aktif menyapa warga dan membagikan paket sembako kepada elemen masyarakat yang mereka temui, mulai dari tukang becak hingga petugas kebersihan.

Aida Sya’an Nabilla, salah satu pendidik, menjelaskan, kegiatan ini memiliki misi besar di balik kemeriahannya. Aida menekankan pentingnya pembiasaan sedekah sejak dini.

“Kegiatan hari ini adalah awal yang baik untuk mengajarkan murid-murid peduli terhadap sesama melalui sedekah,” tuturnya.

Ia berharap aksi nyata ini tertanam kuat dalam memori para siswa. “Semoga aksi ini memotivasi anak-anak untuk lebih banyak berbuat baik dan bersedekah, tidak hanya saat Ramadhan saja, tetapi juga di bulan-bulan lainnya,” imbuh Aida.

Baca Juga:  Ramadan di Tanah Suci: Saat Cuaca Bersahabat dan Panggilan Ibadah kian Dekat

Kehadiran para siswa di jalanan rupanya memberikan dampak instan bagi warga sekitar. Keberadaan mereka membawa energi positif yang menular. “Seluruh elemen masyarakat di sepanjang jalan yang kami lewati nampak sangat senang melihat anak-anak berjalan bersama sambil memberikan sembako. Senyum yang mereka torehkan ikut membawa dampak positif bagi sekitarnya,” tambahnya lagi.

Baca Juga: Jalan Sehat Eratkan Silaturahmi SD Mugres Kampus B dengan Wali Siswa

Keceriaan Tak Kenal Lelah

Menempuh rute yang lumayan jauh ternyata tidak melunturkan stamina para siswa. Alih-alih mengeluh atau menunjukkan wajah letih, raut muka mereka tetap segar hingga garis finis. Sepertinya, rasa bahagia karena bisa membantu sesama menjadi “bahan bakar” yang membuat fisik mereka tetap bugar. Kedisiplinan dan tawa tetap terjaga meski peluh mulai membasahi dahi.

Sesampainya di sekolah, energi mereka seolah tidak ada habisnya. Alih-alih beristirahat atau merebahkan diri, para siswa justru langsung berhamburan untuk bermain bersama teman-temannya. Suasana sekolah pun kembali riuh dengan tawa bocah-bocah yang baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan kecil mereka. Mereka telah membuktikan, menyambut bulan suci bisa melalui gerakan nyata yang bermanfaat bagi sesama. (#)

Baca Juga:  Apresiasi Kinerja, Lazismu Gresik Anugerahkan Kantor Layanan Terbaik 2026

Jurnalis Nadia Fajrianti Penyunting Sayyidah Nuriyah