Feature

Evoting IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya, Wajah Nyata Kurikulum Kepemimpinan Terintegrasi

56
×

Evoting IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya, Wajah Nyata Kurikulum Kepemimpinan Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Para kandidat Ketua Umum IPM Kids/Student Lighthouse Team (SLhT) Sekolah Kreatif Baratajaya yang siap bertarung dalam Selasa (10/2/2026). Dari kiri: Nasyita Aqila Humaira, Azka Alfarzan Arya Krisdianto, dan Noura Malia. (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Pemilihan digital IPM Kids di Sekolah Kreatif Baratajaya menjadi bukti bahwa kurikulum kepemimpinan tidak hanya diajarkan, tetapi dipraktikkan melalui pengalaman belajar yang hidup dan relevan.

Tagar.co — Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Selasa pagi (10/2/2026), dipenuhi barisan siswa kelas I hingga VI. Sejak pukul 08.00 WIB, suasana sekolah yang akrab disebut Sekolah Kreatif Baratajaya itu tampak berbeda.

Antusiasme dan rasa ingin tahu terpancar dari wajah para siswa yang bersiap mengikuti Evoting IPM Kids, agenda tahunan yang dirancang sebagai ruang belajar demokrasi dan kepemimpinan sejak dini.

Baca juga: Sekolah Kreatif Baratajaya Siapkan Ramadan sebagai Laboratorium Karakter Siswa

Di sekolah ini, IPM Kids tidak diposisikan sekadar sebagai organisasi siswa. Ia dikemas sebagai Student Lighthouse Team (SLhT)—sebuah konsep yang diadaptasi dari kurikulum Leader in Me, yang menekankan pembentukan karakter kepemimpinan melalui 7 Habits of Highly Effective People.

Pendekatan ini dipadukan secara organik dengan Kurikulum Nasional dan Kurikulum Muhammadiyah, sehingga nilai kepemimpinan, akhlak, dan partisipasi warga sekolah terjalin dalam satu praktik nyata.

Baca Juga:  Di Rumah Kontrakan, RSAF Medokan Semampir Tetap Menumbuhkan Harapan Anak Duafa dan Disabilitas

Acara dibuka secara hangat oleh MC Fancy Anggraini Angwidya, S.Pd., yang menyapa peserta dengan pantun jenaka. Suasana pun mencair. Di balik kesederhanaannya, pembukaan ini sekaligus menanamkan rasa percaya diri—salah satu karakter kunci dalam Leader in Me.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Muhammadiyah dan Mars IPM yang dipandu Rasya Jovia Hanindya Wicaksono dan Nabilah Fatimah Az-Zahra dai siswa kelas VI. Lantunan lagu dinyanyikan dengan khidmat, mencerminkan internalisasi nilai ideologis Muhammadiyah dalam aktivitas keseharian sekolah.

Suasana antrian evoting di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya dalam pemilihan Ketua Umum IPM Kids/Student Lighthouse Team (SLhT), Selasa (10/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa proses pemilihan ini adalah bagian dari pembelajaran, bukan semata ajang kompetisi.

“Kalian akan memilih pemimpin terbaik di antara yang sangat baik, karena ketiga calon ini adalah anak-anak pilihan. Siapa pun yang terpilih, semuanya harus siap mendukung,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan nilai sportivitas, empati, dan persatuan—irisan penting antara Kurikulum Nasional dan Kurikulum Muhammadiyah.

Puncak acara berlangsung saat tiga calon SLhT menyampaikan visi dan misi. Nasyita Aqila Humaira (V Banu Musa), Azka Alfarzan Arya Krisdianto (V Ibnu Majid), dan Noura Malia (V Banu Musa) tampil percaya diri memaparkan gagasan tentang sekolah yang ramah, kolaboratif, dan berakhlak.

Baca Juga:  Dari Raker ke Aksi Sosial, IPM SMK Pemuda Krian Perkuat Peran Pelajar Muhammadiyah

Sorak dukungan siswa terdengar meriah, namun tetap tertib—sebuah penanda bahwa budaya demokrasi yang beretika mulai tumbuh kuat di lingkungan sekolah.

Proses pemungutan suara dilakukan secara digital. Siswa dari kelas I hingga VI mengantre dengan rapi untuk memberikan hak pilihnya melalui sistem evoting. Metode ini tidak hanya melatih kejujuran dan tanggung jawab, tetapi juga memperkuat literasi digital sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21 yang ditekankan dalam Kurikulum Nasional.

Proses Evoting IPM Kids/Student Lighthouse Team (SLhT) di halaman Sekolah Kreatif Baratajaya , Selasa (10/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Implementasi kegiatan ini pun tidak berdiri sendiri. Sehari sebelumnya, Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS) melalui Heru Tjahyono memberikan pengarahan kepada guru dan tenaga kependidikan.

Ia menegaskan bahwa integrasi Kurikulum Nasional, Kurikulum Muhammadiyah, Kurikulum Sekolah Kreatif, dan Leader in Me bertujuan mencetak generasi beriman, berkarakter, serta adaptif terhadap perubahan zaman.

“Pembelajaran harus berdampak. Anak-anak tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi mempraktikkannya melalui pengalaman nyata,” ujarnya.

Melalui Evoting IPM Kids, Sekolah Kreatif Baratajaya menunjukkan bahwa pendidikan kepemimpinan dapat ditanamkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Integrasi kurikulum tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi hadir dalam praktik sehari-hari—membentuk siswa yang cerdas, berakhlak, dan siap tumbuh sebagai pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing. (#P)

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 1 Menganti Ikuti Silatnas Sekolah Kreatif Indonesia di Madiun

Jurnalis Ahmad Mahmudi | Penyunting Mohammad Nurfatoni