Utama

Menko Pangan Kunjungi Smamsatu Gresik: Pantas Saja Jadi SMA Terbaik, Siswanya Keren

196
×

Menko Pangan Kunjungi Smamsatu Gresik: Pantas Saja Jadi SMA Terbaik, Siswanya Keren

Sebarkan artikel ini
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan dalam kunjungannya di Smamsatu Gresik (Tagar.co/m. Ali Sa’faat)

Kunjungan Menko Pangan ke SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik tak sekadar meninjau program gizi, tetapi juga membuka ruang dialog yang menampilkan keberanian, nalar kritis, dan kualitas siswa yang membuat sekolah ini layak disebut terbaik di Gresik.

Tagar.co — Lapangan SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, tampak semarak, Rabu (28/1/2026). Ratusan murid, guru, dan karyawan berbaris rapi menyambut kedatangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Kabinet Merah Putih 2024–2029.

Sambutan khas pun mengalun—lagu selamat datang yang diprakarsai Pasukan Pengibar Bendera Smamsatu Gresik (Pasbrama), menghidupkan suasana sejak langkah pertama rombongan tiba.

Baca juga: Menko Pangan Tinjau Koperasi dan Stabilitas Harga di Gresik

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni. Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—datang untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum tersalurkan di Smamsatu Gresik.

Di hadapan sivitas akademika, ia menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari mandat langsung Presiden untuk memastikan program strategis nasional itu berjalan merata dan tepat sasaran.

“Dari total sekitar 82 juta penerima MBG, masih ada kurang lebih 22 juta yang belum terlayani. SMA Muhammadiyah 1 Gresik termasuk di dalamnya. Insyaallah akan segera saya urus, dan mudah-mudahan pekan ini sudah bisa menerima MBG,” ujar Zulhas, disambut harap dan doa para hadirin.

Baca Juga:  Smamsatu Gresik Buka Akses Studi Global ke 10 Negara

Dia menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan seluruh murid dari jenjang TK hingga SMA, ibu hamil, serta balita di seluruh Indonesia—baik di perkotaan maupun wilayah terpencil—telah menerima layanan MBG. Sejalan dengan itu, pemerintah juga menyiapkan pemerataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pembangunan 80.000 koperasi desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Menurut Zulhas, arah kebijakan tersebut selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah, terutama teologi Al-Maun yang berpihak pada fakir miskin, anak terlantar, serta penguatan ekonomi rakyat.

“Selama puluhan tahun, ekonomi kita cenderung mengikuti mekanisme pasar yang menguntungkan pemilik modal yang itu-itu saja. Sekarang kita dorong koperasi desa agar ekonomi kerakyatan tumbuh. Ini sejalan dengan cita-cita pendiri Muhammadiyah,” tuturnya.

Menko Pangan Zulkifli Hasan memberi apresiasi dalam bentuk tablet pada lima murid Smamsatu (Tagar.co/m. Ali Sa’faat)

Uji Kualitas Siswa Smamsatu

Tak berhenti pada agenda kebijakan, Zulhas juga menunjukkan ketertarikannya pada kualitas pendidikan di Smamsatu Gresik. Ia mengaku telah mencari informasi sebelumnya dan mendapati sekolah tersebut dikenal sebagai SMA terbaik di Kabupaten Gresik. Untuk membuktikannya, ia memilih berdialog langsung dengan para murid.

Baca Juga:  Muhammadiyah Resmikan Tahap 3 SPPG di Medan, Perluasan Layanan Gizi Harus Bermutu dan Berkelanjutan

Di hadapan mereka, Zulhas menunjuk para pejabat yang turut hadir—anggota DPR RI, DPRD Kabupaten Gresik, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan, hingga kepala sekolah.

“Dulu, mereka ini seusia kalian, sama-sama murid SMA. Tapi sekarang profesinya berbeda-beda. Kira-kira apa pemicunya?” tanyanya, memantik rasa ingin tahu murid-murid.

Ajakan itu langsung disambut antusias. Lima murid dengan penuh percaya diri maju ke depan, padahal Zulhas semula hanya meminta satu orang.

“Saya minta satu murid saja, yang maju malah lima. Benar ternyata hasil pencarian saya, ini memang sekolah terbaik,” ucapnya sambil tersenyum.

Keberanian itulah yang kemudian ditekankan Zulhas sebagai faktor pembeda utama. “Orang pintar tanpa keberanian tidak akan membawa perubahan. Lima murid yang maju ini berani mengambil risiko, meski belum tahu pertanyaan apa yang akan saya ajukan,” ujarnya.

Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama murid, guru, dan karyawan Smamsatu dalam agenda kunjungannya, Rabu (28/1/2026) (Tagar.co/m. Ali Sa’faat)

Harga Cabai

Sebagai Menko Pangan, Zulhas lalu melempar pertanyaan logika sederhana namun kontekstual. Ia mengangkat isu fluktuasi harga cabai—komoditas yang kerap menjadi sorotan publik.

“Kalau harga cabai naik, ibu-ibu di seluruh Indonesia marahnya ke saya. Menurut kalian, mengapa harga cabai bisa naik turun?” tanyanya.

Baca Juga:  Karya Tugas Akhir Prodistik ITS Smamsatu Gresik Dipamerkan Terbuka

Salah satu murid, Sava Al Qortun (XII Soshum 1), menjawab dengan lugas. Ia menyebut faktor musim dan risiko gagal panen yang memengaruhi pasokan cabai, sehingga berdampak pada kenaikan harga saat ketersediaan menurun dan permintaan meningkat. Jawaban itu membuat Zulhas mengangguk puas.

“Pantas saja dapat predikat SMA terbaik di Gresik. Siswanya keren,” katanya, seraya memberi apresiasi kepada para guru dan seluruh keluarga besar Smamsatu Gresik.

Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan kecakapan berpikir para murid, Zulhas menyerahkan hadiah berupa tablet kepada lima murid yang tampil ke depan: Sava Al Qortun (XII Soshum 1), Syifa Nur Faizzaturrohma (XII Saintek 4), Charletha Mayla Putri (XI Saintek 2), Kayla Nikita Jasmine Azizah (XI Saintek 4), dan Aryasatya Dharma Putra (XI Soshum 2).

Kunjungan tersebut pun menjadi lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Ia menjelma ruang perjumpaan antara kebijakan negara, nilai-nilai keumatan, dan keberanian generasi muda—sebuah potret mengapa Smamsatu Gresik layak disebut sekolah terbaik di daerahnya. (#)

Jurnalis Terry Angria Putri Perdana Penyunting Mohammad Nurfatoni