
Raker XIII eLKISI menjadi momentum strategis menyatukan visi, memperkuat ulumuddin, dan mematangkan konsep Kampung Timur Tengah menuju Pesantren Ideal 2030.
Tagar.co — Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI (PPIC eLKISI) membuka Rapat Kerja (Raker) XIII pada Sabtu (27/12/25) pukul 10.00 WIB. Forum tahunan ini menjadi ruang refleksi sekaligus momentum strategis bagi seluruh keluarga besar pesantren untuk menyusun arah gerak kelembagaan menuju cita-cita besar: “Pesantren Ideal 2030.”
Raker diikuti seluruh elemen eLKISI, mulai dari dosen eLKISI Institut dan ADI Jawa Timur, para asatizah, karyawan, jemaah, hingga unsur pendukung yang selama ini terlibat aktif dalam pengabdian dan perjuangan pendidikan di lingkungan pesantren.
Baca juga: Klinik Matematika eLKISI Resmi Diluncurkan
Dalam sambutannya, Pengasuh PPIC eLKISI K.H. Fathur Rohman menegaskan bahwa ulumuddin merupakan roh pesantren yang tidak boleh tergeser oleh arus zaman. Kajian Al-Qur’an, hadis, fikih, dan usul fikih ditegaskan sebagai fondasi utama yang harus terus dijaga, dirawat, dan ditingkatkan kualitasnya.
“Kekuatan pesantren terletak pada konsistensinya menjaga tradisi keilmuan yang sahih, mendalam, dan berkesinambungan. Dari situlah karakter santri dan arah peradaban dibangun,” tegasnya.
Selain penguatan keilmuan, raker juga meneguhkan komitmen membangun pesantren sehat dan siaga 24 jam. Konsep sehat dipahami secara menyeluruh—mencakup kebersihan, keindahan, kerapian lingkungan, sistem pelayanan yang tertata, serta iklim pendidikan yang nyaman dan manusiawi.
“Lingkungan yang sehat adalah prasyarat agar proses tarbiyah dan pengasuhan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kampung Timur Tengah
Dalam raker ini pula ditegaskan visi besar pengembangan Kampung Timur Tengah sebagai strategi menghidupkan budaya bahasa Arab di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Bahasa Arab diposisikan bukan sekadar alat komunikasi akademik, melainkan pintu masuk pembentukan worldview Islam yang utuh—berdampak edukatif, kultural, sekaligus sosial.
Raker XIII eLKISI juga dihadiri perwakilan alumni yang kini berkiprah di berbagai ruang pengabdian masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti kesinambungan nyata proses pendidikan pesantren dalam kehidupan sosial dan dakwah publik.
Turut hadir pula Saiful, Pengawas SMP Kemendikdasmen. Kehadirannya memperkuat sinergi antara pesantren dan pendidikan formal dalam membangun mutu, tata kelola, serta layanan pendidikan yang berkelanjutan.
Forum strategis ini semakin berbobot dengan kehadiran tamu internasional, di antaranya Abdul Hakim dari Singapura, serta tiga masyasyekh dari Mesir: Abdul Adhim, Magdi, dan Farid Musthofa Al Hafidz, yang turut menambah kedalaman ilmiah dan spiritual raker tahunan tersebut.
Menutup sambutannya, Fathur Rohman berharap Raker XIII mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa keberkahan bagi umat serta dapat dilaksanakan secara konsisten sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
Dengan semangat kebersamaan, refleksi, dan visi jangka panjang, Raker XIII eLKISI diharapkan menjadi pijakan kokoh menuju terwujudnya pesantren ideal—kokoh dalam keilmuan, sehat dalam sistem, dan luas dalam pengabdian—menuju 2030. (#)
Jurnalis Muhammad Hidayatulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












