Feature

Saat Rapor Berbicara: SD Almadany Hadirkan Pembagian Nilai yang Lebih Manusiawi

31
×

Saat Rapor Berbicara: SD Almadany Hadirkan Pembagian Nilai yang Lebih Manusiawi

Sebarkan artikel ini
ASAR di SD Almadany memberikan panggung anak untuk mengungkapkan perjalanan belajarnya di semester ini Jum’at (19/12/2025) (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

SD Almadany Gresik mengubah momen pembagian rapor menjadi ruang refleksi dan dialog melalui Student-Led Conference, memberi peserta didik kesempatan menceritakan proses belajar di balik angka.

Tagar.co — SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur, terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik.

Salah satu terobosan terbarunya adalah mengubah tradisi pembagian rapor menjadi momen reflektif dan bermakna melalui Student-Led Conference (SLC), yang di sekolah ini dikemas dengan nama Almadany Students Achievement Report (ASAR).

Melalui ASAR, peserta didik tidak lagi sekadar menerima hasil belajar dalam bentuk angka. Mereka justru tampil sebagai subjek utama: berdiri di hadapan orang tua dengan portofolio di tangan, menjelaskan perjalanan belajar selama satu semester—tantangan yang dihadapi, strategi yang dipilih, capaian yang diraih, hingga rencana perbaikan ke depan.

Rapor pun hidup, karena yang berbicara bukan hanya nilai, melainkan proses dan makna di baliknya.

Baca juga: Nikmatnya Makan di Pinggir Kebun: Siswa SD Almadany Rasakan Sensasi Alam

Berbeda dengan suasana pembagian rapor konvensional yang kerap pasif dan menjemukan—ketika guru mendominasi penjelasan dan anak-anak hanya menjadi pendengar—ASAR menghadirkan perubahan mendasar. Guru memberi panggung penuh kepada peserta didik untuk menyampaikan refleksi belajarnya secara jujur dan bertanggung jawab, langsung kepada orang tua.

Baca Juga:  Berburu Lailatulqadar di Giri, Ribuan Jemaah Siap Padati Tradisi Malam Selawe

Perubahan suasana itu terasa nyata. Pembagian rapor menjadi dialog yang setara dan hangat. Peserta didik belajar merefleksikan diri, mengakui kegagalan, merayakan kemajuan, serta membangun kepercayaan diri melalui komunikasi terbuka.

Pada Jumat (19/12/2025), Akifa Nila Puspita, siswa kelas VI, menceritakan pengalamannya menghadapi kesulitan Matematika di awal semester. Di hadapan ibunya, Rizky Nikmatus, Akifa menunjukkan hasil kerjanya dan menjelaskan upaya yang ia lakukan. “Meskipun nilai Matematika saya tidak terlalu bagus, saya mencoba membuktikan kepada Mama kalau saya bisa mengerjakan soal,” ujarnya dengan mantap.

Pengalaman serupa dirasakan Vanza Oktalisa Hariyadi. Usai mengikuti ASAR pertamanya, ia mengaku sempat gugup. “Tapi begitu mulai bicara, saya merasa bangga bisa menjelaskan semuanya langsung ke Mama. Mereka jadi lebih mengerti usaha saya di sekolah,” tuturnya.

Bagi orang tua, ASAR menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam. Mereka tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi memahami proses belajar anak secara utuh. Thriesia Vebriana, S.T., salah satu orang tua siswa, mengungkapkan kesannya. “Rasanya berbeda sekali. Mendengar anak kami berbicara langsung membuat kami lebih paham apa yang dia alami di sekolah dan bagaimana kami bisa mendukungnya di rumah,” katanya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Guru dan Karyawan SD Almadany Jalani Cek Kesehatan Gratis

Momen refleksi juga diwarnai penguatan emosional. Kuatno, orang tua Almira Mutia Maritza Altaf, memberi semangat kepada putrinya yang menangis saat melaporkan hasil belajar. “Nilai dan peringkat kelas kamu memang turun, tapi Papa tahu kamu sudah berusaha dan banyak kegiatan yang menyita waktumu. Ke depan Papa ingin kamu lebih semangat belajar dan harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Apresiasi pun datang dari Rina Julaikah, ibu Aisyah Kamila Putri Ahsan. “ASAR adalah program terbaru SD Almadany yang luar biasa. Sepanjang pengetahuan saya, belum pernah ada di sekolah lain. Pokoknya hebat SD Almadany,” katanya.

Di SD Almadany, ASAR menjadi bagian dari upaya besar menerapkan pembelajaran berbasis murid. Program ini dirancang sejak awal semester dengan melibatkan peserta didik dalam penetapan tujuan belajar, pemantauan progres, hingga penyusunan portofolio yang memuat hasil karya, refleksi, dan rencana pengembangan diri. Pada semester ganjil ini, penerapan ASAR masih dimulai di kelas VI.

Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa ASAR merupakan langkah konkret menuju pendidikan yang benar-benar berpusat pada murid. Dengan melibatkan peserta didik dari perencanaan hingga evaluasi, pendidikan tidak lagi sekadar transfer pengetahuan. “Pendidikan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bertanggung jawab, percaya diri, dan mandiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Murid SD Almadany Belajar Proses Pengolahan Sampah di TPA Ngipik

Pendekatan SLC atau ASAR sejatinya juga berkembang di berbagai sekolah di Indonesia, khususnya yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Selain meningkatkan keterlibatan peserta didik, model ini memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga.

Melalui ASAR, SD Almadany menunjukkan bahwa rapor bukan sekadar dokumen administratif. Rapor adalah cermin perjalanan belajar—hidup, jujur, dan membentuk karakter. Inilah arah masa depan pendidikan: memberi ruang bagi suara peserta didik, karena dari sanalah makna belajar sesungguhnya tumbuh. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni